Lansia Tangguh, Banjarbaru Tumbuh: Angka Kemandirian Lansia Tembus 98,59 Persen

waktu baca 5 menit
Jumat, 29 Mei 2026 11:31 263 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Kemajuan sebuah kota tercermin dari bagaimana sebuah daerah memperlakukan kelompok rentan, termasuk para lanjut usia yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Semangat itulah yang terus diperkuat Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 yang jatuh pada Jumat (29/5/2026). Mengusung tema nasional “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, peringatan HLUN di Kota Banjarbaru menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen menghadirkan kehidupan yang sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat bagi para lansia.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, perhatian terhadap lansia menjadi bagian penting dari pembangunan yang berorientasi pada kemanusiaan.

Pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan warga yang memasuki usia senja tetap memperoleh perlindungan, pelayanan, dan ruang untuk berdaya.

Salah satu potret nyata kepedulian tersebut terlihat saat Wali Kota Banjarbaru melakukan kunjungan dan silaturahmi ke rumah Nenek Saniah di RT 28 RW 09 Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, pada Januari 2026 lalu.

Rumah sederhana yang sempat menjadi perhatian publik itu menjadi saksi bagaimana seorang kepala daerah hadir langsung di tengah masyarakat. Didampingi Ketua RT dan Ketua RW setempat, Erna Lisa Halaby tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga meluangkan waktu mendengarkan cerita hidup, kondisi kesehatan, serta kebutuhan sehari-hari yang dihadapi Nenek Saniah.

Kunjungan tersebut menjadi simbol bahwa pemerintah hadir bukan hanya melalui program dan kebijakan, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang mampu menghadirkan rasa aman dan perhatian bagi masyarakat.

“Semoga bantuan rutin yang terus disalurkan pemerintah seperti bantuan RTLH, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan beras, serta Bantuan Lansia dari Dinas Sosial dapat meringankan beban hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lanjut usia,” ujar Wali Kota Lisa.

Kasus Nenek Saniah sendiri menjadi perhatian pemerintah daerah setelah kondisi kehidupannya ramai diperbincangkan di media sosial. Pemerintah Kota Banjarbaru bersama pihak kelurahan kemudian memastikan berbagai bantuan sosial dan pelayanan dasar dapat diterima secara optimal, mulai dari bantuan hunian, bantuan pangan, hingga dukungan kebutuhan sehari-hari.

Bagi Pemerintah Kota Banjarbaru, lansia bukan sekadar kelompok penerima bantuan sosial. Mereka merupakan sumber pengalaman, kebijaksanaan, serta nilai-nilai kehidupan yang menjadi modal sosial penting bagi generasi penerus.

Karena itu, berbagai program pemberdayaan terus diperkuat agar para lansia tetap sehat, aktif, dan produktif.

Salah satunya melalui Sekolah Lansia Tangguh yang telah berjalan di sejumlah wilayah seperti Kelurahan Syamsudin Noor dan Kelurahan Bangkal. Program pendidikan nonformal tersebut memberikan pembelajaran mengenai tujuh dimensi lansia tangguh, mulai dari kesehatan fisik, kesehatan mental, sosial budaya, spiritual, lingkungan, intelektual, hingga kemandirian ekonomi.

Sekolah lansia tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi wadah interaksi sosial yang membantu para peserta tetap percaya diri, aktif bersosialisasi, serta memiliki semangat menjalani masa tua secara positif.

Upaya pemberdayaan juga dilakukan melalui program SIDAYA (Lansia Berdaya) yang berkembang di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka. Program ini memberikan berbagai pelatihan keterampilan kepada lansia agar tetap produktif dan mandiri secara ekonomi.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah pengembangan kerajinan berbahan dasar purun yang menjadi produk khas daerah.
Selain memberikan nilai ekonomi, aktivitas tersebut turut membantu menjaga kesehatan mental dan sosial para lansia melalui kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Di sektor kesehatan, Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat pelayanan melalui Posyandu Lansia yang tersebar di berbagai kelurahan.

Posyandu Lansia tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan kesehatan rutin seperti pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan status gizi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial serta dukungan psikologis bagi para lanjut usia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Maulida, mengatakan berbagai program kesehatan lansia terus diperluas untuk memastikan para lanjut usia memperoleh pelayanan yang optimal.

Menurut dia, Pemerintah Kota Banjarbaru secara aktif melaksanakan skrining kesehatan minimal satu kali dalam setahun melalui puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya. Pemeriksaan dilakukan menggunakan instrumen SKILAS dan ADL guna mendeteksi dini penurunan fungsi tubuh serta mengukur tingkat kemandirian lansia.

“Melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, kondisi kesehatan lansia dapat dipantau lebih awal sehingga risiko penyakit maupun penurunan fungsi tubuh dapat segera ditangani,” ujarnya.

Berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Data tahun 2025 mencatat angka lansia mandiri di Kota Banjarbaru mencapai 98,59 persen, jauh melampaui target nasional yang berada pada angka 75 persen.

Selain itu, capaian skrining kesehatan lansia mencapai 68,89 persen. Seluruh puskesmas di Banjarbaru juga telah memenuhi standar Puskesmas Santun Lansia dengan capaian 100 persen. Sementara pelayanan Perawatan Jangka Panjang (PJP) mencapai 61,29 persen, melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi. Salah satunya adalah memperluas cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) bagi lansia agar semakin banyak warga lanjut usia yang memperoleh layanan deteksi dini kesehatan secara optimal.

Dukungan terhadap kesejahteraan lansia juga diperkuat melalui keberadaan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) yang aktif melakukan pembinaan kesehatan, sosial, dan psikologis di tingkat masyarakat.

Sementara bagi lansia yang membutuhkan pendampingan dan perawatan khusus, tersedia layanan melalui Panti Sosial
Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani dan dikelola Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam rangka memperingati HLUN 2026, Pemerintah Kota Banjarbaru juga mendukung pelaksanaan Gerakan Cinta Lansia melalui kampanye nasional “30 Menit Bersama Lansia, Hadirkan Senyum, Sehatkan Lansia.”

Gerakan ini mengajak seluruh masyarakat untuk meluangkan waktu sedikitnya 30 menit bersama para lansia, baik orang tua, kakek-nenek, maupun warga lanjut usia di lingkungan sekitar. Kehadiran, perhatian, dan interaksi sederhana diyakini mampu meningkatkan kesehatan mental, kebahagiaan, dan kualitas hidup para lansia.

Melalui berbagai program sosial, kesehatan, dan pemberdayaan yang terus diperkuat, Banjarbaru perlahan membangun wajah kota yang semakin ramah lansia. Sebuah kota yang tidak meninggalkan warganya ketika memasuki usia senja.

Momentum Hari Lanjut Usia Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa lansia bukanlah beban pembangunan. Mereka adalah bagian penting dari kekuatan sosial masyarakat, penjaga nilai-nilai kehidupan, sekaligus sumber inspirasi bagi generasi penerus.

Dengan kepemimpinan yang humanis, kehadiran pemerintah yang nyata di tengah masyarakat, serta dukungan seluruh elemen warga, Banjarbaru terus melangkah menjadi kota yang memberikan ruang bagi setiap lansia untuk menikmati masa tua yang sehat, aktif, bahagia, mandiri, dan bermartabat.

Sebab ketika lansia tangguh, Banjarbaru pun akan tumbuh semakin kuat.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA