Warga Loktabat Utara Gotong Royong Perbaiki 10 Titik Jalan Rusak Lewat Program JAMAN

waktu baca 4 menit
Minggu, 28 Jun 2026 04:19 239 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Semangat kepemimpinan yang menggerakkan mulai terasa hingga tingkat lingkungan di Kota Banjarbaru. Instruksi Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby agar camat dan lurah lebih aktif merespons serta memfasilitasi setiap pengaduan masyarakat terkait infrastruktur jalan mendapat sambutan positif dari warga Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara.

Tanpa menunggu penanganan permanen, masyarakat bersama pemerintah kelurahan, pengurus RT, dan RW memilih bergerak lebih dahulu melalui aksi gotong royong memperbaiki jalan berlubang. Inisiatif tersebut diwujudkan melalui Program JAMAN (Jalan Aman dan Nyaman), gerakan swadaya masyarakat yang bertujuan meningkatkan keselamatan sekaligus kenyamanan pengguna jalan.

Kegiatan yang digelar Minggu (28/6/2026) itu melibatkan warga RT 027, RT 044, RT 019, RT 025, dan RT 050 di bawah RW 008 Kelurahan Loktabat Utara. Perbaikan difokuskan di Jalan Karang Anyar II, Jalan Karang Anyar III, dan Jalan Pondok Bambu, yang selama ini menjadi akses utama masyarakat namun mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Program JAMAN menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga lahir dari kepedulian dan partisipasi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah kelurahan, pengurus lingkungan, dan warga menjadi implementasi nyata kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh elemen untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan di lingkungan.

Sebelumnya, Wali Kota Banjarbaru menginstruksikan seluruh camat dan lurah agar lebih proaktif menerima, memfasilitasi, dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait kondisi jalan rusak. Setiap aspirasi warga diharapkan dapat dihimpun, diverifikasi di lapangan, kemudian diteruskan kepada perangkat daerah terkait sehingga penanganannya dilakukan sesuai tingkat kerusakan, urgensi, dan kemampuan keuangan daerah.

Kebijakan tersebut sekaligus memperkuat peran camat dan lurah sebagai garda terdepan pelayanan publik yang menjembatani komunikasi antara masyarakat dengan Pemerintah Kota Banjarbaru. Aparatur wilayah juga didorong membangun komunikasi yang terbuka, edukatif, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial.

Di Loktabat Utara, semangat itu diwujudkan melalui kerja nyata. Sejak pagi, puluhan warga bergotong royong membawa peralatan kerja. Sebagian mencampur adukan semen, pasir, dan batu koral, sementara yang lain mengangkut material menggunakan gerobak sorong menuju titik-titik jalan berlubang. Secara bergantian mereka menutup lubang, meratakan permukaan jalan, hingga memastikan tambalan cukup padat agar aman dilalui kendaraan.

Seluruh material diperoleh dari hasil swadaya masyarakat. Warga secara sukarela menyumbangkan semen, pasir, batu koral, hingga peralatan kerja. Bahkan, sebagian warga turut menyiapkan makanan dan minuman bagi para relawan sehingga kegiatan berlangsung lancar sejak pagi hingga selesai.

Ketua RW 008, Said, mengatakan Program JAMAN lahir dari kepedulian warga terhadap kondisi jalan yang setiap hari dilalui masyarakat. Menurutnya, perbaikan sementara dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah.

“Hari ini kami melakukan penambalan sementara di sekitar 10 titik jalan yang berlubang. Program JAMAN lahir dari kesepakatan seluruh RT dan warga karena kami ingin lingkungan tetap aman dan nyaman. Gotong royong seperti ini menjadi kekuatan utama kami dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan,” ujar Said.

Ia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah warga RW 008. Tidak hanya menyumbangkan tenaga, masyarakat juga secara sukarela menyediakan material dan konsumsi sehingga seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Lurah Loktabat Utara, Dedy Wahyudie, juga turun langsung bergotong royong bersama warga. Selain ikut membantu proses penambalan jalan, ia berdialog dengan pengurus RT, RW, dan masyarakat sekaligus mendata titik-titik kerusakan yang akan dikoordinasikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai bahan usulan penanganan lebih lanjut.

Menurut Dedy, Program JAMAN mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan lingkungan secara cepat tanpa mengesampingkan mekanisme pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian warga yang telah bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya. Pemerintah kelurahan akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar titik-titik jalan yang telah didata ini dapat menjadi bahan usulan penanganan lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Dedy.

Ia menegaskan, gerakan swadaya masyarakat bukan untuk menggantikan tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi langkah cepat mengurangi potensi kecelakaan sekaligus menjaga kenyamanan pengguna jalan sambil menunggu penanganan permanen.

“Kolaborasi seperti inilah yang diharapkan terus tumbuh di Banjarbaru. Ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, berbagai persoalan akan lebih cepat teratasi. Semangat gotong royong adalah modal sosial yang harus terus dijaga untuk mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung terwujudnya Banjarbaru EMAS,” pungkas Dedy.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA