Stand Komite Ekonomi Kreatif Jadi Panggung Apresiasi, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby Dukung Kreativitas Warga

waktu baca 3 menit
Sabtu, 21 Feb 2026 14:34 331 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Sabtu (21/2/2026) malam, Stand Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru di Ramadan Fair Lapangan Murjani bukan sekadar titik keramaian. Ia menjelma menjadi panggung apresiasi, ruang dialog, sekaligus simbol dukungan nyata pemerintah kota terhadap denyut kreativitas warganya.

Kehadiran Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, bersama suaminya H. Riandy Hidayat yang juga Ketua KEK Banjarbaru, menghadirkan energi tersendiri. Bukan kunjungan seremonial, melainkan kehadiran yang menyatu dengan suasana. Wali Kota Lisa tampak menyapa pengunjung, berdialog dengan komunitas seni, hingga berdiri di tengah kerumunan warga yang antusias menikmati pertunjukan.

Sebelum performance art dimulai, suasana menjadi khidmat ketika diperkenalkan sosok pencipta lagu legendaris “Banjarbaru Kota Idaman”, Robert Hendra Sulu, S.H. Ia dikenal sebagai pengacara sekaligus musisi yang menciptakan lagu tersebut sebagai refleksi cinta, harapan, dan spiritualitas terhadap Kota Banjarbaru. Lagu itu bukan sekadar komposisi musikal, melainkan narasi identitas kota yang telah melekat di hati masyarakat.

Di hadapan pengunjung, Wali Kota Lisa menyampaikan apresiasi atas dedikasi Robert Hendra Sulu. Terlebih, karya-karya musiknya telah diserahkan hak ciptanya kepada Pemerintah Kota Banjarbaru sebagai bentuk kontribusi dan kecintaan kepada daerah. Sikap tersebut dinilai sebagai teladan bahwa kreativitas bukan hanya milik pribadi, tetapi bisa menjadi warisan kolektif bagi kota.

Apresiasi itu menjadi pembuka sebelum penampilan art performance oleh Isur Loeweng Suroto. Pertunjukan seni kontemporer bertajuk konsep “keabadian”,tentang seorang hamba yang dianugerahi keutamaan oleh Tuhannya—membentang di ruang terbuka Murjani. Tubuh seniman menjadi medium utama, menghadirkan gerak dan ekspresi yang hidup, langsung di hadapan publik tanpa batas panggung yang kaku. Wali Kota Lisa tampak menyaksikan dengan penuh perhatian, menunjukkan penghormatan pada proses kreatif yang sarat makna.

Tak hanya menjadi panggung seni, Stand KEK malam itu juga menghadirkan layanan konkret bagi para pelaku kreatif, yakni pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) gratis. Layanan ini menjadi bentuk keberpihakan nyata terhadap perlindungan karya dan inovasi warga. Para pelaku UMKM, musisi, desainer, hingga seniman diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dan mengurus legalitas hak cipta maupun merek tanpa dipungut biaya.

Langkah ini dinilai strategis. Di tengah tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif, perlindungan hukum atas karya menjadi fondasi penting agar kreativitas memiliki nilai ekonomi dan daya saing. Dengan menghadirkan layanan HAKI langsung di ruang publik seperti Ramadan Fair, KEK Banjarbaru mendekatkan akses perlindungan hukum kepada masyarakat.

Sehari sebelumnya, di lokasi yang sama, KEK Banjarbaru juga menggelar Special Talk Show bertema “Perkembangan dan Tantangan Ekonomi Kreatif di Banjarbaru”. Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa Lapangan Murjani bukan hanya pusat kuliner dan hiburan Ramadan, tetapi juga ruang konsolidasi gagasan, apresiasi seni, dan penguatan ekosistem kreatif.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Lisa, dukungan terhadap kreativitas tidak berhenti pada simbol dan seremoni. Ia hadir dalam bentuk apresiasi terhadap seniman, fasilitasi ruang ekspresi, hingga perlindungan karya melalui layanan HAKI gratis.

Malam itu, di bawah cahaya lampu Ramadan Fair, Murjani menjadi saksi bahwa Banjarbaru bukan hanya merayakan tradisi, tetapi juga meneguhkan komitmen pada masa depan kreatifnya—di mana pemerintah dan warga berjalan beriringan, membangun kota dengan karya dan kebanggaan bersama.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA