Lurah Landasan Ulin Tengah Dorong Pengelolaan Sampah dan Penguatan Bank Sampah Organik Berbasis Warga

waktu baca 3 menit
Minggu, 12 Apr 2026 14:47 177 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis warga terus digencarkan oleh Kelurahan Landasan Ulin Tengah. Saat ini, kelurahan mulai menata sistem pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga sebagai hulu utamanya, sebagai bagian dari perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam menangani sampah sejak awal sumbernya.

Lurah Landasan Ulin Tengah, H. M. Faisal Riza, ditemui di sela kegiatan gotong royong warga yang merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Banjarbaru sekaligus mendukung Gerakan Indonesia Asri, menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah menyiapkan fasilitas yang memudahkan warga dalam melakukan pemilahan sampah dari rumah. Sampah dipilah menjadi dua kategori utama, yakni organik dan anorganik.

“Untuk sampah anorganik kita integrasikan dengan Bank Sampah Hidayah RT 2 RW 1 yang dikelola oleh Ibu Sutiyaningsih. Sedangkan sampah organik dari sisa dapur warga akan dikumpulkan melalui drop point yang disiapkan di setiap lingkungan,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan, satu drop point dirancang untuk melayani minimal 10 Kepala Keluarga (KK) dan ditempatkan di titik-titik strategis RT setempat. Ke depan, sebanyak empat titik drop point akan dibangun, yakni di RW 1 (RT 2 dan RT 13) serta RW 3 (RT 14 dan RT 15). Program ini ditargetkan melibatkan sekitar 200 KK di wilayah Landasan Ulin Tengah.

Setelah terkumpul di drop point, sampah organik akan diambil oleh pihak kelurahan untuk kemudian didistribusikan ke bank organik yang dikelola oleh TP PKK Kelurahan bersama kelompok Dasa Wisma. Selanjutnya, hasil pengelolaan dari Bank Sampah Organik Hidayah akan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru.

Sebagai bentuk dukungan teknis, kelurahan juga menyiapkan fasilitas berupa ember khusus yang akan dibagikan kepada warga sebagai wadah penampungan sampah organik di rumah masing-masing.

Lurah Faisal menegaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari amanat Wali Kota Banjarbaru agar setiap kelurahan mampu menggerakkan inovasi pengelolaan sampah dari sumbernya secara nyata dalam waktu enam bulan.

“Apa yang kami lakukan ini adalah bentuk pelaksanaan amanat Wali Kota agar lurah bisa menggerakkan warganya untuk berinovasi dalam pengelolaan sampah dari hulu. Dalam enam bulan harus ada progres yang jelas dan terukur,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pola pengelolaan yang diterapkan di Landasan Ulin Tengah merupakan hasil studi tiru di Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara. Di wilayah tersebut, rombongan lurah dan camat melihat langsung sistem pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu hingga hilir yang melibatkan peran warga secara berjenjang hingga ke pemerintah.

“Di Rorotan kami melihat bagaimana sistem itu berjalan dari rumah tangga, RT, hingga pengelolaan akhir oleh pemerintah. Model inilah yang kami adaptasi agar bisa diterapkan sesuai kondisi di Banjarbaru,” tambahnya.

Di akhir, Lurah Landasan Ulin Tengah H. M. Faisal Riza menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat gerakan ini.

“Kami ingin gerakan ini benar-benar hidup di masyarakat. Dimulai dari rumah, dipilah dari awal, dan dikelola bersama”, pungkasnya.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA