Hari Pertama Sekolah di Banjarbaru Berlangsung Semarak, Lurah Sungai Besar dan Palam Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

waktu baca 4 menit
Selasa, 14 Jul 2026 00:29 130 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COMBANJARBARUEMAS.COM– Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 di Kota Banjarbaru menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter anak. Sejumlah lurah turun langsung memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di wilayah masing-masing sekaligus memberikan dukungan terhadap keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak memulai tahun ajaran baru.

Di Kelurahan Sungai Besar, Lurah Anindya Risa Destiana turun langsung mengunjungi sejumlah sekolah dasar, salah satunya SD Negeri 1 Sungai Besar, guna memantau pelaksanaan hari pertama masuk sekolah sekaligus memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung tertib, aman, ramah anak, dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang mengajak para orang tua, khususnya ayah, untuk meluangkan waktu mendampingi putra-putrinya memasuki tahun ajaran baru.

Anindya menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh pembentukan karakter, kesehatan mental, dan kemampuan sosial anak sejak dini.

“Kami ingin setiap anak di Sungai Besar tumbuh menjadi pribadi yang hebat, bukan hanya karena prestasi akademiknya, tetapi juga karena memiliki karakter yang baik, mental yang kuat, serta mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah tidak dapat bekerja sendiri dalam membentuk karakter anak. Keluarga, terutama orang tua, memiliki peran yang sangat menentukan karena menjadi lingkungan pertama tempat anak belajar nilai-nilai kehidupan.

Karena itu, ia mengapresiasi antusiasme para orang tua yang hadir mendampingi anak pada hari pertama sekolah. Menurutnya, perhatian sederhana seperti mengantar anak ke sekolah mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menjadi dukungan emosional yang penting bagi anak dalam memulai proses belajar.

Selain memantau pelaksanaan MPLS, Anindya juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

“Mari kita tanamkan kepada anak-anak untuk saling menghormati, saling mendukung, dan tidak melakukan perundungan dalam bentuk apa pun. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar menjadi kunci dalam membentuk karakter anak yang positif,” katanya.

Ia meyakini sekolah yang aman secara psikologis akan membantu peserta didik tumbuh lebih percaya diri, berani menyampaikan pendapat, memiliki empati, serta mampu membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman maupun guru.

Semangat yang sama juga ditunjukkan Kelurahan Palam. Lurah Zulhulaifah mengatakan hari pertama sekolah bukan hanya menandai dimulainya tahun ajaran baru, tetapi juga menjadi momentum bagi keluarga untuk menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada anak melalui kehadiran langsung di sekolah.

Kelurahan Palam, lanjutnya, mendukung penuh Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan ayah dalam pendidikan, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Hari pertama masuk sekolah menjadi momen yang penuh semangat dan harapan bagi para siswa, orang tua, serta pihak sekolah. Kami mendorong para ayah untuk meluangkan waktu mengantar putra-putrinya ke sekolah sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan dukungan terhadap pendidikan anak,” ujarnya.

Menurut Zulhulaifah, kehadiran ayah di hari pertama sekolah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengantar anak menuju gerbang sekolah. Kehadiran tersebut memberikan rasa aman, memperkuat ikatan emosional antara ayah dan anak, serta menumbuhkan kepercayaan diri anak dalam menghadapi lingkungan belajar yang baru.

“Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah tidak hanya memberikan rasa aman dan percaya diri bagi anak, tetapi juga menjadi simbol keterlibatan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang dan proses belajar anak. Momentum ini sekaligus mempererat hubungan antara ayah dan anak serta menumbuhkan semangat belajar sejak awal tahun ajaran,” tuturnya.

Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada hari pertama sekolah, tetapi menjadi budaya yang terus tumbuh di tengah keluarga.
Menurutnya, keterlibatan ayah tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar.
Mendengarkan cerita anak sepulang sekolah, mendampingi belajar di rumah, hingga hadir saat pembagian rapor merupakan bentuk perhatian sederhana yang memberikan dampak besar bagi perkembangan anak.

“Kami berharap semakin banyak ayah yang aktif berperan dalam pendidikan anak sehingga tercipta keluarga yang harmonis dan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan kebersamaan antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, anak-anak diharapkan menjalani tahun ajaran baru dengan penuh semangat, percaya diri, dan termotivasi meraih prestasi,” katanya.

Melalui penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sejak hari pertama sekolah, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap budaya keterlibatan orang tua, khususnya ayah, semakin tumbuh dalam mendampingi pendidikan anak. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi Banjarbaru yang cerdas, berkarakter, tangguh, dan berdaya saing, sejalan dengan visi mewujudkan Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA