BANJARBARUEMAS.COM — Semangat mengelola sampah justru tumbuh dari lingkungan yang mayoritas dihuni warga lanjut usia di RT 08 Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan. Berawal dari kunjungan lurah Sungai Besar, warga kini bergerak memilah sampah dari rumah hingga membangun sistem swadaya berbasis komposter dan bank sampah.
Program bertajuk “Berkah” (Bersedekah Sampah) ini mendorong warga untuk memulai dari langkah sederhana, yakni memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dikumpulkan untuk diolah dalam tong komposter, sementara sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk kemudian dimanfaatkan, bahkan disedekahkan.
Lurah Sungai Besar, Anindya Destriana, mengatakan, gerakan ini berangkat dari semangat Program Kilau Emas Banjarbaru yang mendorong partisipasi aktif masyarakat.
“Program ini berawal dari semangat Kilau Emas (Kelola dan Pilah Sampah Untuk Banjarbaru Emas). Warga sangat antusias untuk turut berperan aktif, tidak hanya secara materi, tetapi juga dengan menjadikan sampah sebagai jalan sedekah,” ujar Anindya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program mulai berjalan pekan ini dengan skema swadaya warga. Tong komposter mulai disiapkan, sementara sampah anorganik sudah mulai disetorkan ke bank sampah.
“Swadaya pembelian tong komposter mulai dilakukan. Warga juga mulai menyetorkan sampah anorganik ke bank sampah, dan hasilnya langsung disedekahkan kepada pengelola sampah di lingkungan,” katanya.
Menurut Anindya, tujuan utama dari gerakan ini adalah menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus memberi manfaat sosial.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang bersih, sampah yang terpilah, sekaligus membawa berkah bagi para pengelola sampah di lingkungan,” ujarnya.
Respons warga, lanjut dia, terbilang cepat dan melampaui ekspektasi. Sejak pertama kali diperkenalkan, warga langsung bergerak dan bahkan rela mengeluarkan biaya pribadi untuk mendukung program.
“Respon warga sangat luar biasa. Mereka langsung bergerak dan berhasil mengumpulkan banyak sampah. Bahkan warga secara swadaya membeli perlengkapan untuk mendukung kegiatan ini,” kata Anindya.

Di tingkat lingkungan, Ketua RT 08 Kelurahan Sungai Besar, H. Murdiono, menyebut program ini dijalankan secara bertahap dengan melibatkan seluruh elemen warga.
“Warga kami mayoritas sudah pensiunan, mulai dari mantan perwira, tenaga kesehatan, hingga dosen. Tapi justru mereka yang paling aktif dan kompak menjalankan program ini,” ujar Murdiono.
Ia menambahkan, sistem pengumpulan sampah plastik dilakukan secara rutin setiap pekan.
“Saat ini warga sudah mulai memilah sampah plastik dari rumah. Setiap Sabtu pagi, pemuda dan petugas kami mengambil sampah tersebut untuk dikumpulkan,” katanya.
Selain itu, pengolahan sampah organik juga tengah dipersiapkan dengan penempatan komposter di beberapa titik lingkungan.
“Semua ini murni swadaya warga, mulai dari penyediaan ember organik hingga rencana penempatan komposter di beberapa titik lingkungan,” ujarnya.
Menariknya, mayoritas warga di lingkungan tersebut merupakan kalangan pensiunan dan profesional, termasuk mantan aparat, tenaga kesehatan, hingga akademisi. Meski telah memasuki usia lanjut, tingkat partisipasi mereka justru tinggi.
Di tengah usia yang tak lagi muda, para warga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal kata pensiun.
Anindya berharap, gerakan ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain, terutama dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Ini bisa menjadi contoh. Meskipun mayoritas warga adalah lansia, semangat mereka tidak surut. Justru ini bisa menginspirasi lingkungan lain, terutama generasi muda, untuk memiliki pola pikir yang baik dalam mengelola sampah,” ujarnya.(be)
