Dinsos Banjarbaru Evakuasi Dua PPKS Di Kawasan Liang Anggang
waktu baca 3 menit
Senin, 29 Jun 2026 00:23 3 Banjarbaru Emas
Petugasdari Dinas Sosial Kota Banjarbaru didampingi pihak kepolisian saat evaluasi pengamen di kawasan Landasan Ulin Selatan. (Foto : ist/banjarbarue,mas.com
BANJARBARUEMAS.COM – Dinas Sosial Kota Banjarbaru menangani seorang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) penyandang disabilitas yang kerap beraktivitas mengamen di kawasan jalan raya di wilayah Landasan Ulin Selatan dan dinilai membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan.
Selain pengamen itu Dinas juga menangani seorang pemuda asal Sulawesi Selatan yang ditemukan terlantar di kawasan pangkalan travel Kilometer 21, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru pekan lalu, pemuda tersebut diketahui bernama Gerindra Ne Yulianra, warga Barat Onto, Kecamatan Bonto Matene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Rokhyat Riyadi mengatakan laki-laki paruh baya bernama Suriyani, warga Sungai Lumbah, Marabahan dan seorang pemuda bernama Gerindra Ne Yulianra dievakuasi petugas setelah adanya laporan dari lurah setempat.
Rokhyat mengatakan bahwa aktivitas Suryani saat mengamen di jalan juga sempat menjadi sorotan dan viral di media sosial karena dianggap mengganggu pengguna jalan.
Setelah dievakuasi, Suriyani dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Banjarbaru untuk dilakukan pendataan dan asesmen. Petugas juga meminta yang bersangkutan membuat surat pernyataan agar tidak kembali melakukan aktivitas serupa di jalan raya.
“Dari hasil penanganan, yang bersangkutan ditemukan sedang mengamen dan membawa uang tunai hampir Rp200 ribu,” ungkap Kepala Dinas Sosial, Rabu (24/06/2026).
Rokhyat menjelaskan, langkah evakuasi dilakukan demi keselamatan Suriyani dan pengguna jalan lainnya.
“Aktivitas mengamen di tengah arus lalu lintas dinilai berisiko tinggi dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Setelah berkoordinasi dengan keluarga, Suriyani akhirnya dijemput dan dipulangkan ke rumahnya di Sungai Lumbah, Marabahan,”terangnya.
Di sisi lain, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak Korban Penyalahgunaan NAPZA dan Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Wida Dewayana, menjelaskan berdasarkan informasi yang diperoleh, Gerindra berangkat dari Sulawesi dan sempat menumpang travel dari Batulicin dengan tujuan Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Namun dalam perjalanan, yang bersangkutan tidak bersedia turun di lokasi tujuan dan terus mengikuti perjalanan kendaraan travel hingga akhirnya diturunkan di kawasan Liang Anggang.
“Yang bersangkutan kemudian ditemukan di travel Kilometer 21 Liang Anggang dan selanjutnya dilakukan penanganan oleh Dinas Sosial Kota Banjarbaru,” ujar Wida.
Dinas Sosial terus memantau perkembangan kondisi Gerindra sambil menunggu kedatangan keluarga. Apabila proses penjemputan berlangsung lama dan kondisi kejiwaannya tidak menunjukkan perubahan, Dinas Sosial mempertimbangkan untuk merekomendasikan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.
“Kami akan melihat perkembangan kondisinya. Jika halusinasinya tidak membaik dan keluarga belum bisa segera menjemput, ada kemungkinan kami merekomendasikan penanganan di RSJ Sambang Lihum agar mendapatkan perawatan yang lebih tepat,” pungkas Wida.
Dinas Sosial Banjarbaru mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengamen yang beraktivitas di jalan raya karena dapat mendorong mereka kembali turun ke jalan dan membahayakan keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kondisi serupa agar dapat ditangani sesuai prosedur.(be)
Tidak ada komentar