Berjibaku Hadapi Karhutla, REGAS Fire and Rescue Apresiasi Puskesmas Sungai Ulin

waktu baca 5 menit
Senin, 14 Sep 2026 05:13 109 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), para relawan pemadam dan penyelamat menjadi salah satu kekuatan yang berada paling dekat dengan masyarakat ketika kondisi darurat terjadi. Mereka harus siap bergerak, menghadapi panas dan kepulan asap, serta bekerja dalam kondisi yang menguras fisik.

Karena itu, memastikan kesehatan relawan menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan. Puskesmas Sungai Ulin melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Relawan Generasi Sungai Ulin (REGAS) Fire and Rescue pada Sabtu, 5 September 2026.

Sebanyak 20 relawan mengikuti pemeriksaan tersebut. Hasilnya, lima orang ditemukan memiliki tekanan darah tinggi. Sementara dari 15 relawan yang menjalani pengukuran kadar karbon monoksida (CO), hanya tiga orang yang hasilnya berada dalam kategori normal.

Kepala Puskesmas Sungai Ulin, drg. Rahmi Sri Nurhayati, mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Selain memastikan kondisi relawan tetap prima, CKG juga menjadi sarana untuk mendeteksi lebih dini masalah kesehatan yang mungkin dialami relawan.

“Kegiatan CKG ini adalah kegiatan rutin setiap tahun. Selain memang bertujuan supaya teman-teman REGAS tetap dalam kondisi prima, juga diharapkan jika terdeteksi penyakit lainnya bisa segera tertangani,” ujar Rahmi.

Menurut Rahmi, perhatian terhadap kesehatan relawan penting karena tugas pemadam kebakaran memiliki risiko fisik yang tinggi. Relawan dapat menghadapi panas, asap, aktivitas fisik berat, serta situasi lapangan yang berubah dengan cepat.

“Kegiatan CKG memberikan manfaat yang sangat penting bagi relawan pemadam kebakaran, mengingat risiko fisik yang sangat tinggi dalam menjalankan tugas di lapangan,” katanya.

Lima Relawan Ditemukan Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Salah satu hasil pemeriksaan yang perlu mendapatkan perhatian adalah ditemukannya lima relawan dengan tekanan darah tinggi.

Puskesmas Sungai Ulin kemudian memberikan rujukan kepada relawan yang memperoleh hasil tersebut agar dapat menjalani pemeriksaan, pengobatan, dan pemantauan lanjutan.

“Untuk yang terdeteksi tekanan darah tinggi, diberikan rujukan ke puskesmas untuk melakukan pengobatan dan pemantauan lanjutan,” ujar Rahmi.

Langkah tersebut dilakukan agar hasil pemeriksaan tidak berhenti sebagai data, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing relawan.

Kadar CO Relawan Turut Diperiksa

Selain tekanan darah, Puskesmas Sungai Ulin melakukan pengukuran kadar karbon monoksida (CO) terhadap 15 relawan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan hanya tiga orang yang berada dalam kategori normal. Adapun hasil rata-rata pengukuran berada pada kisaran 7–10 ppm.

Rahmi menjelaskan, hasil tersebut menunjukkan kadar CO mulai meningkat dan dapat mengindikasikan paparan polusi ringan maupun faktor seperti kebiasaan merokok.

“Hasil rata-rata yang ditemukan 7–10 ppm. Artinya kadar CO mulai meningkat, bisa mengindikasikan paparan polusi ringan dan perokok,” katanya.

Pemeriksaan kadar CO menjadi relevan bagi relawan pemadam kebakaran karena aktivitas mereka berpotensi menempatkan tubuh dalam paparan asap, khususnya ketika harus berada cukup lama di sekitar lokasi kebakaran.

“Pemeriksaan kadar karbon monoksida sangat penting bagi relawan pemadam kebakaran, karena relawan sering kali terpapar asap tebal dalam waktu lama tanpa peralatan pelindung pernapasan yang memadai, sehingga risiko keracunan lebih tinggi,” ujar Rahmi.

Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa kesiapan relawan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis dan keberadaan armada, tetapi juga kondisi kesehatan personel yang menjalankan tugas di lapangan.

Puskesmas Buka Akses Pemeriksaan Lanjutan

Puskesmas Sungai Ulin juga menyiapkan tindak lanjut bagi relawan yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan setelah CKG.

Rahmi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua LPM Sungai Ulin selaku Penanggung Jawab REGAS agar relawan dapat mengakses layanan kesehatan apabila membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah mendapatkan hasil tersebut, kami sudah berkoordinasi dengan Ketua LPM sebagai PJ REGAS. Jika ada teman-teman REGAS yang memerlukan bantuan pemeriksaan kesehatan, bisa langsung menghubungi puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan sesuai standar layanan Puskesmas,” kata Rahmi.

Dengan demikian, relawan tidak harus menunggu pelaksanaan CKG berikutnya apabila membutuhkan pemeriksaan kesehatan atau pemantauan lanjutan.

REGAS Apresiasi Perhatian Puskesmas

Ketua LPM Sungai Ulin sekaligus Penanggung Jawab REGAS Fire and Rescue, Hasan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Dalam keterangannya pada Senin, 14 September 2026, Hasan mengatakan CKG tersebut memberikan kesempatan kepada para relawan Generasi Sungai Ulin, baik dari unsur relawan BPK maupun relawan emergency, untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih atas terlaksananya CKG yang dilaksanakan oleh Puskesmas Sungai Ulin terhadap para relawan yang terdiri dari relawan Generasi Sungai Ulin, baik dari relawan BPK maupun relawan emergency,” ujar Hasan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, khususnya Puskesmas Sungai Ulin, yang telah memberikan fasilitas dan waktu bagi para relawan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan, terkhusus Puskesmas Sungai Ulin yang memberikan fasilitas dan memberikan waktu kepada kami untuk cek kesehatan gratis,” katanya.

Menurut Hasan, perhatian terhadap kesehatan menjadi hal penting bagi relawan yang selama ini harus siap turun ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

Ia berharap pemeriksaan kesehatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkala sehingga kondisi para relawan dapat dipantau.

“Kami sangat bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini dan mudah-mudahan ke depannya kegiatan ini bisa dilaksanakan kembali,” ujar Hasan.

Bagi REGAS Fire and Rescue, kesiapan menghadapi karhutla bukan hanya soal kecepatan menuju lokasi, armada, dan peralatan pemadaman. Kesiapan fisik dan kesehatan relawan juga menjadi modal penting agar mereka dapat menjalankan tugas kemanusiaan dengan aman dan optimal.

Melalui CKG yang dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026, perhatian terhadap kesehatan relawan menjadi bagian dari upaya menjaga mereka yang berada di garis depan dalam membantu masyarakat saat bencana dan kondisi darurat.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA