Di Tengah Kabut Asap Karhutla, Camat Liang Anggang Perkuat Sekolah Sehat

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 01:51 116 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perhatian terhadap kesehatan warga sekolah menjadi semakin penting. Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, memperkuat pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sekaligus memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) situasional di wilayah yang terdampak kabut asap.

Camat Liang Anggang Lia Astuti bersama jajaran Kecamatan Liang Anggang dan Tim Pembina UKS Kecamatan melakukan pembinaan UKS di SMP Negeri 10 Banjarbaru, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk persiapan Lomba Sekolah Sehat 2026. Tim Pembina UKS juga melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah lain di wilayah Kecamatan Liang Anggang sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan dan pemantauan kondisi sekolah di tengah situasi karhutla.

Langkah tersebut menjadi penting karena Liang Anggang merupakan salah satu wilayah Banjarbaru yang cukup terdampak kabut asap. Kondisi itu membuat aspek kesehatan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Lia Astuti mengatakan pembinaan UKS dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada sekolah yang menjadi wakil Kecamatan Liang Anggang dalam Lomba Sekolah Sehat 2026.

Untuk lomba tersebut, Kecamatan Liang Anggang diwakili SMAN 4 Banjarbaru. Penilaian dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

“Tim Pembina UKS bukan hanya melakukan pembinaan terhadap sekolah yang mengikuti lomba, dalam hal ini SMAN 4, tetapi juga melakukan kunjungan dan pembinaan terhadap sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Liang Anggang,” ujar Lia.

Menurut Lia, indikator Lomba Sekolah Sehat dapat dijadikan standar sekaligus acuan bagi sekolah dalam mengelola UKS dan membangun lingkungan pendidikan yang sehat.

Pembinaan meliputi kelengkapan sarana dan prasarana UKS, inovasi sekolah dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan asri, serta keaktifan dan kemandirian siswa dalam mengelola lingkungan sekolah.

“Kami melakukan pembinaan dengan menyesuaikan indikator penilaian dari Lomba Sekolah Sehat yang dijadikan standar atau acuan dalam mengelola UKS di sekolah,” kata Lia.

Pengelolaan sampah juga menjadi bagian yang diperkuat. Sekolah didorong tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi memiliki sistem pengelolaan sampah yang melibatkan warga sekolah, terutama siswa.

Sampah anorganik diarahkan untuk dikelola melalui bank sampah. Sementara sampah organik, termasuk sisa Makan Bergizi Gratis (MBG), dapat diolah menjadi pupuk kompos yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk lingkungan sekolah.

“Kami tambahkan juga kewajiban mengelola sampah di lingkungan sekolah. Sampah anorganik melalui bank sampah, sampah organik atau sisa MBG dibuat menjadi pupuk kompos yang juga dimanfaatkan untuk lingkungan sekolah,” ujar Lia.

Menurut dia, keterlibatan siswa menjadi salah satu kunci dalam membangun budaya sekolah sehat. Siswa tidak cukup hanya menikmati lingkungan yang bersih dan asri, tetapi perlu memiliki peran serta kemandirian dalam menjaga dan mengelolanya.

Bersamaan dengan pembinaan tersebut, Tim Pembina UKS Kecamatan Liang Anggang juga melakukan pemantauan PTM situasional. Pemantauan dilakukan untuk melihat pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah wilayah Liang Anggang di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla.

Kecamatan memastikan pembinaan sekolah sehat tidak berhenti pada persiapan menghadapi perlombaan. Standar UKS, kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta keterlibatan siswa diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan di setiap sekolah.

Kepala SMPN 10 Banjarbaru Siti Hidayati menyambut baik pembinaan yang dilakukan Tim Pembina UKS Kecamatan Liang Anggang. Ia berharap sekolah dapat terus mempertahankan prestasi dan kualitas kedisiplinan yang telah berjalan dengan baik.

“Semoga SMP ini terus mempertahankan prestasi dan kualitas kedisiplinan yang sudah berjalan dengan baik. Kami juga berharap hubungan baik dan kebersamaan antara warga sekolah dengan pihak luar terus terjaga. Semoga fasilitas pendukung belajar terus ditingkatkan demi kenyamanan siswa menimba ilmu. Sukses selalu untuk seluruh guru dan siswa dalam mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter,” ujar Siti.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA