BANJARBARUEMAS.COM — Usai menuntaskan seluruh rangkaian Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) IV di Jakarta, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby membawa pulang sejumlah bekal strategis untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintahan di Kota Banjarbaru.
KPPD yang berlangsung pada 2–11 September 2026 tersebut menjadi ruang bagi Lisa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai integritas, tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah, investasi hingga dinamika lingkungan strategis.
Pada 11 September 2026, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai diikuti, Lisa menyampaikan bahwa KPPD menjadi kesempatan penting bagi kepala daerah untuk meningkatkan kapasitas, wawasan dan kepemimpinan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Hari ini sudah selesai melaksanakan kursus pemantapan pimpinan daerah yang dilaksanakan mulai dari tanggal 2 September hingga 11 September Tahun 2026,” ujar Lisa.
Menurut Lisa, pembelajaran selama KPPD menjadi bekal penting dalam menjalankan pemerintahan, terutama ketika kepala daerah dihadapkan pada persoalan yang semakin kompleks.
“Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kapasitas wawasan serta kepemimpinan Kepala Daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan,” katanya.
Selama mengikuti KPPD, Lisa mendapatkan sejumlah materi strategis yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Materi tersebut meliputi pembangunan kota, pengelolaan keuangan daerah, penguatan investasi, dinamika geopolitik global hingga penguatan integritas pimpinan daerah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Dalam kegiatan ini berbagai materi strategis menjadi bekal penting dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan daerah, mulai dari pembangunan kota, pengelolaan keuangan daerah, penguatan investasi hingga penguatan integritas pimpinan daerah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK,” ujar Lisa.
Materi pembangunan kota memberikan pemahaman mengenai pentingnya melihat perkembangan daerah secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga pelayanan publik, perekonomian, lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Pengelolaan keuangan daerah menjadi bagian penting lainnya. Materi tersebut memperkuat pemahaman mengenai penentuan prioritas dan penggunaan sumber daya agar lebih efektif serta tepat sasaran.
Sementara itu, penguatan investasi memberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan iklim yang mendukung kegiatan ekonomi sekaligus memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat.
Lisa juga memperoleh wawasan mengenai dinamika geopolitik global. Perubahan di tingkat global dapat berpengaruh terhadap berbagai sektor, termasuk ekonomi, investasi, energi, pangan dan teknologi.
Pemahaman terhadap lingkungan strategis tersebut menjadi bekal bagi pemerintah daerah untuk membaca perubahan dan menyiapkan kebijakan yang lebih adaptif.
Bagi Banjarbaru yang terus berkembang, kemampuan membaca perubahan menjadi penting agar kebijakan yang diambil tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan lingkungan strategis.
Presentasikan Rencana Aksi Banjarbaru EMAS
Salah satu agenda penting dalam rangkaian KPPD adalah pemaparan rencana aksi pembangunan daerah. Dalam agenda tersebut, Lisa mempresentasikan Rencana Aksi Banjarbaru EMAS sebagai penjabaran visi, misi dan program prioritas pembangunan Kota Banjarbaru periode 2025–2030 bersama Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono.
Rencana aksi tersebut menjadi langkah untuk menerjemahkan visi Banjarbaru EMAS—Elok, Maju, Adil dan Sejahtera ke dalam agenda yang konkret, terukur dan berkelanjutan.
Dalam arah pembangunannya, Banjarbaru EMAS dijabarkan melalui empat misi utama. Pertama, mewujudkan infrastruktur berkualitas dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Kedua, mewujudkan sumber daya manusia yang berakhlak, religius, bersosial dan berbudaya. Ketiga, memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, kolaboratif dan inovatif.
Keempat, mewujudkan transformasi ekonomi yang menyejahterakan masyarakat.
Pemaparan rencana aksi tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menerjemahkan visi dan gagasan pembangunan ke dalam langkah yang memiliki sasaran, tahapan pelaksanaan serta ukuran keberhasilan yang jelas.
“Salah satu agenda penting adalah pemaparan rencana aksi pembangunan daerah sebagai bentuk komitmen untuk menerjemahkan visi dan gagasan pembangunan ke dalam langkah-langkah yang konkret, terukur dan berkelanjutan bagi Kota Banjarbaru,” kata Lisa.
Melalui rencana aksi tersebut, setiap program diarahkan agar dapat dipantau dan dievaluasi berdasarkan hasil yang dicapai. Dengan demikian, visi yang dibawa dalam forum KPPD memiliki arah pelaksanaan yang lebih jelas.
Integritas Jadi Bekal Kepemimpinan
Selain rencana aksi, penguatan integritas menjadi bagian penting dalam pembelajaran KPPD. Integritas menjadi fondasi dalam memastikan kewenangan dan kebijakan dijalankan secara bertanggung jawab serta tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Materi bersama KPK memberikan penguatan mengenai pentingnya integritas pimpinan daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal tersebut menjadi relevan ketika kepala daerah harus mengambil keputusan di tengah berbagai tuntutan dan perubahan.
Setelah seluruh rangkaian KPPD selesai pada 11 September, Lisa berharap ilmu, pengalaman dan jejaring yang diperoleh dapat diterapkan dalam menjalankan pemerintahan di Kota Banjarbaru.
“Semoga ilmu dan jejaring yang diperoleh melalui kursus pemantapan pimpinan daerah ini dapat diimplementasikan secara nyata untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi serta mempercepat pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Lisa.
Upaya tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mewujudkan Banjarbaru EMAS, yakni kota yang Elok, Maju, Adil dan Sejahtera.(be)
314
Tidak ada komentar