Kelurahan Guntung Paikat Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Kebakaran, Belajar Gunakan APAR

waktu baca 4 menit
Kamis, 10 Sep 2026 12:22 189 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melakukan penanganan awal ketika kebakaran terjadi. Namun, tindakan tersebut harus tetap mengutamakan keselamatan dan disertai laporan cepat kepada petugas pemadam kebakaran.

Upaya memperkuat kesiapsiagaan itu dilakukan melalui Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan dan Penanganan Kebakaran yang diselenggarakan Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarbaru di Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tidak hanya diisi penyampaian materi. Peserta juga diajak mempraktikkan langsung penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan simulasi penanganan awal kebakaran, termasuk menghadapi potensi kebakaran yang berkaitan dengan penggunaan kompor gas di rumah tangga.

Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarbaru atas pelaksanaan sosialisasi tersebut.

Menurut Reza, pembekalan masyarakat menjadi penting karena warga merupakan pihak yang berada paling dekat dengan sumber kejadian ketika kebakaran pertama kali muncul.

“Penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada petugas pemadam kebakaran. Masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam melakukan pencegahan dan penanganan awal ketika terjadi kejadian di lingkungan masing-masing,” ujar Reza.

Ia mengatakan masyarakat perlu memahami cara mengenali potensi penyebab kebakaran, mengurangi risiko, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika api mulai muncul.

Pengetahuan tersebut, kata Reza, harus dibarengi kemampuan menjaga ketenangan.
Masyarakat diharapkan tidak panik, segera melaporkan kejadian kepada petugas, serta memberikan ruang dan dukungan kepada relawan maupun petugas pemadam ketika melakukan penanganan di lapangan.

Reza juga berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti kepada peserta yang hadir.

“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh hari ini tidak berhenti pada peserta yang hadir saja, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, RT dan RW, sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran semakin kuat di lingkungan Guntung Paikat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran dan Pemberdayaan Masyarakat Nisa menyampaikan materi mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran.

Materi mencakup pengenalan potensi sumber kebakaran, langkah mengurangi risiko, penggunaan APAR, serta penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah potensi kebakaran yang bersumber dari kompor gas. Peralatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas rumah tangga sehari-hari sehingga masyarakat perlu memahami cara mencegah dan menghadapi kondisi darurat yang mungkin terjadi.

Setelah menerima materi, peserta mengikuti praktik secara langsung. Petugas memberikan contoh penggunaan APAR, kemudian peserta mendapat kesempatan untuk mencoba.

Reza Pahlevi turut mempraktikkan pemadaman menggunakan APAR. Sementara itu, Camat Banjarbaru Selatan M. Firmansyah juga mengikuti langsung simulasi penanganan api menggunakan karung yang dibasahi air.

Praktik tersebut membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan dalam kondisi tertentu.

Pada saat yang sama, peserta diberikan pemahaman bahwa penanganan kebakaran harus disesuaikan dengan kondisi dan jenis sumber api. Jika situasi sudah membahayakan, masyarakat tidak dianjurkan memaksakan diri melakukan pemadaman.

Bagi Widi Sulistyowati, Wakil Ketua PKK Kelurahan Guntung Paikat, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari, khususnya bagi ibu-ibu PKK yang banyak berkegiatan di rumah.

Widi menjadi salah satu peserta perempuan yang turut mempraktikkan penggunaan APAR dengan pendampingan petugas pemadam.

“Kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat, khususnya bagi kami ibu-ibu PKK karena banyak kegiatan rumah tangga yang berkaitan dengan penggunaan kompor gas. Selama ini mungkin kita tahu secara umum tentang bahaya kebakaran, tetapi melalui kegiatan ini kami diberikan penjelasan sekaligus praktik langsung,” ujar Widi.

Menurut Widi, praktik langsung membuat peserta lebih memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kebakaran.

“Kami belajar bagaimana menggunakan APAR dengan benar dan bagaimana cara menangani apabila terjadi api pada kompor gas. Dengan praktik langsung seperti ini, kami menjadi lebih paham dan tidak hanya mengetahui teorinya saja,” katanya.

Ia berharap pengetahuan tersebut dapat diterapkan di rumah sekaligus diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Bambang, salah satu Ketua RT sekaligus anggota Masyarakat Peduli Bencana (MPB), menilai praktik langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, masyarakat di tingkat RT perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai kebakaran karena warga sekitar biasanya menjadi pihak pertama yang mengetahui kejadian sebelum petugas tiba.

“Yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya penyampaian materi, tetapi kami juga diberikan kesempatan untuk melihat dan mempraktikkan secara langsung penggunaan APAR serta cara penanganan awal ketika terjadi api pada kompor gas,” ujar Bambang.

Bambang menilai pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal bagi masyarakat agar lebih siap menghadapi situasi darurat dan tidak mengambil tindakan secara panik.
Selain itu dirinya berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak warga hingga tingkat lingkungan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan, sehingga masyarakat di tingkat RT semakin siap, peduli, dan tanggap terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Yang paling penting, warga tahu apa yang harus dilakukan dan tidak panik ketika menghadapi kebakaran,” pungkas Bambang.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA