Banjarbaru Mantapkan Strategi Ketahanan Pangan Lewat Finalisasi Pola Pangan Harapan

waktu baca 2 menit
Selasa, 2 Des 2025 03:45 167 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru kembali menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui Pertemuan Ekspos Finalisasi Pola Pangan Harapan (PPH) yang digelar di Wong Solo Banjarbaru, Selasa (02/12/2025), pemerintah kota berupaya merumuskan arah konsumsi pangan masyarakat yang lebih sehat, beragam, dan berbasis potensi lokal.

Pertemuan yang mengangkat tema “Mewujudkan Pola Pangan Harapan Yang Ideal Melalui Peningkatan Akses dan Kualitas Konsumsi Pangan Lokal” ini dihadiri perangkat daerah serta berbagai pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pengembangan dan ketersediaan pangan. Kehadiran beragam unsur tersebut mencerminkan upaya lintas sektor untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan Banjarbaru.

Pola Pangan Harapan (PPH) tidak semata-mata menjadi ukuran pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga mencakup keseimbangan gizi, keragaman bahan pangan, serta upaya mendorong kemandirian pangan lokal. Pada tingkat daerah, penerapan PPH menjadi instrumen penting untuk memetakan kebutuhan gizi sekaligus merumuskan kebijakan intervensi yang tepat.

Kepala Seksi Penganekaragaman Konsumsi Pangan DKP3 Banjarbaru, Hetty Maria—mewakili Kepala DKP3—menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi ruang untuk menelaah kondisi pangan Banjarbaru secara lebih mendalam.

“Melalui kegiatan ini, kita mencoba membahas dan mengidentifikasi kebutuhan gizi masyarakat, serta menganalisis situasi pangan saat ini,” ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga dirancang untuk menyusun strategi peningkatan kualitas konsumsi pangan lokal yang lebih seimbang dan beragam. “Harapan kami, bapak-ibu dapat berpartisipasi aktif dengan berbagi pengalaman dan memberikan masukan berharga, agar kita bersama-sama mampu mewujudkan pola konsumsi pangan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Hetty.

Dalam sesi ekspos, peserta menerima paparan analisis terkini mengenai kondisi konsumsi pangan masyarakat Banjarbaru. Materi mencakup skor PPH, tren pola makan, hingga berbagai tantangan yang memengaruhi preferensi pangan, seperti perubahan gaya hidup dan meningkatnya konsumsi pangan instan. Paparan disampaikan oleh narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru, Damayanti Indah Nuswantari.

Melalui proses finalisasi ini, DKP3 menargetkan tersusunnya dokumen resmi acuan PPH yang akan menjadi pedoman dalam berbagai program. Dokumen ini akan memayungi upaya edukasi pangan, intervensi kebijakan, pemberdayaan masyarakat, perencanaan lintas sektor, hingga evaluasi capaian ketahanan pangan daerah.

DKP3 Banjarbaru menegaskan bahwa keberhasilan PPH sangat bergantung pada komitmen semua pihak. Dengan kolaborasi yang kuat, pemerintah optimistis Banjarbaru mampu membangun pola konsumsi pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan melahirkan generasi masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan memiliki ketahanan gizi yang lebih baik.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA