Antrean Truk di SPBU KM 31 Banjarbaru Terurai, Pengisian Solar Subsidi Kini Dipindah ke Malam Hari

waktu baca 4 menit
Senin, 29 Jun 2026 02:36 145 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Antrean panjang truk pengangkut solar subsidi yang selama ini memenuhi bahu Jalan Ahmad Yani Km 31, Kelurahan Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru, akhirnya mulai terurai. Persoalan yang sempat dikeluhkan masyarakat karena menyebabkan kemacetan, memperlambat arus lalu lintas, hingga meningkatkan risiko kecelakaan di ruas jalan nasional tersebut kini mulai menemukan titik terang.

Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, Minggu (28/6/2026), menginformasikan bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru telah mengambil langkah cepat melalui koordinasi lintas instansi untuk menangani persoalan antrean kendaraan di SPBU tersebut. Salah satu solusi yang disepakati bersama pengelola SPBU adalah memindahkan pelayanan pengisian BBM jenis solar subsidi ke malam hari.

Menurut Lisa, sejak menerima laporan mengenai antrean kendaraan yang mengular hingga ke bahu jalan, dirinya langsung meminta perangkat daerah terkait bergerak proaktif melakukan koordinasi di lapangan sekaligus membangun komunikasi dengan pihak pengelola SPBU agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

“Saya sudah meminta jajaran terkait melakukan langkah-langkah proaktif menangani antrean di SPBU Km 31 Loktabat Selatan. Kami juga mengimbau pengelola SPBU agar bersama-sama mencari solusi sehingga antrean kendaraan tidak lagi menggunakan bahu jalan. Alhamdulillah mereka berkomitmen mengubah jam pelayanan solar menjadi malam hari dan mudah-mudahan komitmen ini dapat terus dijalankan,” ujar Lisa.

Langkah tersebut diambil karena keberadaan antrean truk di SPBU Km 31 telah menjadi perhatian banyak pihak. Hampir setiap hari kendaraan-kendaraan besar yang menunggu giliran mengisi solar subsidi memenuhi bahu Jalan Ahmad Yani, bahkan pada waktu tertentu antreannya mencapai sekitar satu kilometer.

Padahal lokasi SPBU berada di ruas Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan nasional sekaligus akses utama penghubung Banjarbaru dengan Banjarmasin maupun sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan. Akibatnya, arus kendaraan sering melambat, ruang gerak pengguna jalan menjadi sempit, dan potensi kecelakaan meningkat, terutama pada malam hari maupun saat volume kendaraan sedang padat.

Keluhan pun tidak hanya datang dari para pengguna jalan. Sejumlah pelaku usaha di sekitar kawasan Loktabat Selatan juga mengaku aktivitas mereka ikut terganggu karena kendaraan besar parkir hingga memakan badan jalan.

Sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota, pada Kamis (25/6/2026) Pemerintah Kota Banjarbaru menurunkan tim gabungan yang dipimpin Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarbaru.

Tim tersebut melibatkan Satlantas Polres Banjarbaru, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Kecamatan Banjarbaru Selatan.

Di lapangan, petugas tidak hanya melakukan penertiban terhadap kendaraan yang mengantre hingga ke bahu jalan, tetapi juga menggelar dialog bersama pihak pengelola SPBU untuk mencari solusi yang bisa diterapkan secara berkelanjutan.

Dari hasil koordinasi itu lahirlah kesepakatan penting. Pengelola SPBU menyatakan kesediaannya mengubah jadwal pelayanan pengisian solar subsidi dari siang hari menjadi malam hari.

Mulai Kamis malam, pelayanan solar subsidi dilakukan mulai pukul 22.00 Wita hingga selesai. Kebijakan tersebut diambil agar antrean kendaraan berat berpindah ke jam ketika volume lalu lintas jauh lebih rendah sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat pada siang hari.

Perubahan jam pelayanan tersebut langsung menunjukkan hasil.

Truk-truk yang sebelumnya memenuhi bahu jalan pada siang hari kini sudah tidak lagi terlihat mengantre di depan SPBU. Arus lalu lintas di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 31 pun kembali lancar.

Kondisi itu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama ini harus mengurangi kecepatan atau berpindah lajur akibat panjangnya antrean kendaraan berat.

Kepala Seksi Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, Aries Adrianto, menjelaskan bahwa sebelum penertiban dilakukan, Dishub sebenarnya telah lebih dahulu mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pengelola SPBU di Kota Banjarbaru.

Edaran tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Dinas Perhubungan dan Wali Kota Banjarbaru agar setiap SPBU menyediakan kantong parkir bagi kendaraan yang mengantre mengisi BBM sehingga tidak menggunakan ruang milik jalan.

“Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru sudah melaksanakan edaran Kepala Dinas dan edaran Wali Kota Banjarbaru kepada seluruh SPBU agar menyediakan lahan parkir saat pengisian BBM sehingga tidak mengganggu ketertiban umum maupun pengguna jalan,” ujar Aries.

Namun, berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, SPBU Jalan Ahmad Yani Km 31 menghadapi keterbatasan lahan parkir sehingga antrean kendaraan kerap meluber ke bahu jalan.

“Kami sudah mendatangi pihak pengelola SPBU. Kendala utama yang mereka sampaikan adalah belum tersedianya lahan parkir yang memadai untuk menampung antrean kendaraan,” katanya.

Menurut Aries, berdasarkan informasi yang diterima Dishub, SPBU tersebut setiap hari menyalurkan sekitar 8.000 liter solar subsidi. Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap solar subsidi menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang apabila pelayanan dilakukan pada siang hari.

Karena itu, perubahan jadwal pelayanan menjadi malam hari dinilai sebagai solusi paling realistis yang dapat segera diterapkan sembari tetap menjaga distribusi BBM kepada masyarakat.

Aries mengatakan, hingga Senin (29/6/2026), Dishub belum lagi menerima laporan maupun keluhan masyarakat mengenai antrean panjang truk di SPBU tersebut.

“Alhamdulillah, sejak penertiban dilakukan dan jam pelayanan solar subsidi dipindahkan ke malam hari, sampai hari ini kami belum menerima lagi keluhan dari masyarakat. Artinya, langkah yang disepakati bersama mulai menunjukkan hasil yang baik. Kami berharap pengelola SPBU tetap konsisten menjalankan komitmen tersebut, terus memantau antrean kendaraan, sehingga bahu jalan tidak lagi digunakan sebagai tempat menunggu pengisian BBM dan kelancaran lalu lintas di Jalan Ahmad Yani tetap terjaga,” pungkasnya.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA