Akademi Asia25 Banjarbaru Tembus Tiga Besar Piala Presiden U-10 Kalsel 2026, Isnan Ali: Jam Terbang Anak Lebih Penting dari Gelar

waktu baca 3 menit
Jumat, 26 Jun 2026 02:27 111 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Prestasi sepak bola usia dini Kota Banjarbaru kembali bertambah. Setelah SSB SKR Ulin Borneo mencatatkan pencapaian membanggakan di kategori U-12, kini giliran Akademi Asia25 Banjarbaru yang sukses mengukir prestasi dengan menembus tiga besar Festival Sepak Bola Usia Dini Piala Presiden 2026 kategori U-10 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Keberhasilan tersebut semakin mempertegas bahwa Banjarbaru memiliki sistem pembinaan sepak bola usia dini yang mampu bersaing di tingkat provinsi. Akademi Asia25 tampil konsisten hingga meraih peringkat ketiga setelah bersaing dengan tim-tim terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Turnamen yang digelar di Lapangan Mini Soccer GOR SKB Mulawarman, Banjarmasin, pada 22–24 Juni 2026 itu merupakan ajang puncak pembinaan sepak bola usia dini yang mempertemukan wakil terbaik dari setiap daerah setelah melewati kompetisi tingkat kabupaten dan kota.

Di bawah arahan Coach Widodo, Akademi Asia25 menunjukkan performa impresif sejak pertandingan awal. Mereka membuka turnamen dengan kemenangan telak 7-1 atas PSSR Academy, kemudian kembali tampil tajam saat mengalahkan Tuntung Pandang dengan skor 6-3.

Memasuki babak delapan besar, Akademi Asia25 menghadapi SSB Mantimin. Pertandingan berlangsung sengit, namun wakil Banjarbaru mampu tampil tenang dan mengamankan kemenangan 2-1 untuk melaju ke semifinal.

Langkah mereka baru terhenti di empat besar setelah menghadapi Wasaka Indonesia. Meski harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-4, hasil tersebut memastikan Akademi Asia25 finis di peringkat ketiga Piala Presiden U-10 Kalimantan Selatan 2026.

Pemilik Akademi Asia25, Isnan Ali, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bagian dari proses panjang pembinaan pemain usia dini. Menurut mantan pemain Tim Nasional Indonesia dan legenda Barito Putera itu, tujuan utama mengikuti kompetisi bukan sekadar mengejar trofi, melainkan memberikan pengalaman bertanding sebanyak mungkin kepada para pemain.

“Bagi kami, poin utamanya bukan tentang gelarnya, tetapi bagaimana memberikan ruang kepada anak-anak untuk bertanding, menambah jam terbang dan menit bermain. Semakin sering mereka bermain, semakin cepat pula perkembangan kemampuan dan mental mereka dalam lingkungan sepak bola yang kompetitif dan positif,” ujar Isnan Ali, Kamis (25/6/2026).

Ia menilai kompetisi usia dini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, mental bertanding, serta kemampuan teknik pemain sejak usia muda.

Isnan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan Akademi Asia25 selama mengikuti Piala Presiden.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PSSI Kota Banjarbaru dan seluruh SSB di Banjarbaru yang ikut membantu dan memberikan dukungan kepada Akademi Asia25. Prestasi ini bukan hanya milik kami, tetapi juga menjadi kebanggaan sepak bola Banjarbaru,” katanya.

Menurut Isnan, keberhasilan dua wakil Banjarbaru menembus tiga besar pada kategori U-10 dan U-12 menjadi sinyal positif bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kota Banjarbaru berada di jalur yang tepat. Ia berharap ekosistem kompetisi terus diperkuat agar semakin banyak pemain muda yang berkembang.

Isnan juga mengusulkan agar penyelenggaraan Piala Presiden usia dini pada tahun mendatang menambah kelompok umur baru.

“Harapan kami, ke depan Piala Presiden tidak hanya mempertandingkan kelompok usia U-10 dan U-12, tetapi juga U-11 dan U-13. Dengan adanya jenjang kompetisi yang lebih lengkap, perkembangan pemain di setiap klub akan lebih mudah dipantau sehingga proses pembinaan berlangsung berkesinambungan.
Semoga semakin banyak kompetisi dan semakin banyak pula talenta muda Banjarbaru yang lahir untuk mengharumkan Kalimantan Selatan dan Indonesia,” tutup Isnan Ali.

Prestasi Akademi Asia25 menjadi bukti bahwa investasi pada pembinaan usia dini mulai membuahkan hasil. Di balik prestasi yang diraih, tersimpan harapan besar agar Banjarbaru terus menjadi salah satu lumbung lahirnya pesepak bola muda berbakat yang kelak mampu bersaing di level nasional hingga internasional.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA