Gali Potensi Kopi Liberika, Mahasiswi FISIP ULM Observasi Hulu-Hilir di Eduwisata Biji Kopi Banjarbaru

waktu baca 3 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 00:45 39 Banjarbaru Emas

​Sebanyak 10 mahasiswi program studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan kunjungan observasi ke Eduwisata Biji Kopi Banjarbaru pada Kamis, (22/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mendalami manajemen pengelolaan kopi secara komprehensif langsung dari praktisi di lapangan.

BANJARBARUEMAS.COM – Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswi melakukan wawancara mendalam terkait rantai bisnis kopi dari hulu ke hilir. Fokus observasi meliputi beberapa aspek utama mulai proses Pembibitan & Penanaman: Teknik awal pemilihan benih yang unggul.

  • ​Perawatan Kebun: Konsistensi pemeliharaan tanaman kopi agar menghasilkan ceri kopi berkualitas.
  • ​Pengolahan Pascapanen: Transformasi biji kopi mentah (green bean) hingga siap saji.
  • ​Analisis Segmen Pasar: Strategi pemasaran dan pemetaan target konsumen di industri kopi modern.

Daya Tarik Kopi Liberika dan Kebun di Tengah Kota

​Pengelola Eduwisata Biji Kopi Banjarbaru, Dwi Putra Kurniawan, menyambut hangat kedatangan para akademisi muda ini. Bertempat di lokasi edukasi yang beralamat di Jl. Sidodadi 2 No. 31, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru, Dwi memaparkan salah satu potensi komoditas lokal yang menjadi unggulan mereka, yaitu Kopi Liberika dan Excelsa.

​”Kopi Liberika memiliki potensi kelayakan bisnis yang sangat tinggi karena karakteristiknya yang adaptif. Varietas ini bisa ditanam dengan baik di dataran rendah, bahkan mampu tumbuh optimal di kawasan lahan rawa,” ujar Dwi di hadapan para mahasiswi.

​Lebih lanjut, Dwi juga menjelaskan nilai keunikan (unique selling point) dari eduwisata yang dikelolanya. Saat ini, Eduwisata Biji Kopi Banjarbaru tercatat sebagai satu-satunya destinasi eduwisata kopi di Kalimantan Selatan yang memiliki kebun kopi aktif tepat di tengah area perkotaan.

​Dukungan Komite Ekraf Banjarbaru untuk Sektor Kopi

​Momentum kunjungan ini terasa semakin berbobot dengan hadirnya perwakilan dari Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Banjarbaru, yaitu Narwanto (Mas Nar) dan Suhari. Keduanya turut memberikan pandangan strategis mengenai bagaimana komoditas kopi dapat diakselerasi dalam ekosistem ekonomi kreatif daerah.

​Dalam pemaparannya, pihak Komite Ekraf Banjarbaru menekankan bahwa kopi bukan lagi sekadar produk pertanian, melainkan sudah bertransformasi menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang menjanjikan, mulai dari pengembangan destinasi berbasis pengalaman (experience-based tourism) hingga penguatan nilai tambah produk olahan hilir.

“Banjarbaru menuju kota kreatif Gastronomi, tidak akan lengkap tanpa seduhan kopi, karena kopi adalah narasi rasa yang akan memperkuat posisi Banjarbaru, bagaimana memulai, menanam, merawat hingga semua proses itu kembali ke alam, di tengah kota pula,” ungkap Mas Nar.​

Sinergi Akademisi, Pelaku Usaha, dan Ekraf

​Kunjungan kolaboratif ini diharapkan dapat menjembatani teori manajemen administrasi bisnis yang didapatkan mahasiswa di bangku perkuliahan dengan realitas dinamika di lapangan. Melalui pengamatan langsung pada ekosistem hulu-hilir di Eduwisata Biji Kopi Banjarbaru serta mendapat pengayaan materi dari aspek regulasi dan pengembangan jaringan oleh Komite Ekraf, para mahasiswi mendapatkan gambaran utuh bagaimana sebuah potensi lokal mampu dikelola secara profesional menjadi unit bisnis yang berkelanjutan sekaligus daya tarik wisata kota, khususnya bagi Kota Banjarbaru. (be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA