Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby Hadir Langsung, Hangatkan Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia di Banjarbaru

waktu baca 4 menit
Minggu, 26 Apr 2026 08:56 214 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Suasana Aula Gawi Sabarataan, Banjarbaru, Minggu (26/4/2026), dipenuhi nuansa haru dan kebahagiaan. Anak-anak dengan Down Syndrome tampil percaya diri di hadapan orang tua mereka menari, tersenyum, dan sesekali melambaikan tangan, disambut tepuk tangan yang tak henti-hentinya bergema. Di ruang itu, silaturahmi keluarga besar PIK POTADS Kalimantan Selatan menjelma menjadi ruang berbagi kekuatan, tempat harapan dirawat bersama.

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, hadir langsung dan mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal hingga selesai. Kehadirannya terasa dekat, ia menyapa satu per satu anak, berbincang dengan orang tua, hingga larut dalam keceriaan saat ikut berjoget bersama anak-anak diiringi lagu “Baby Shark”.
Momen sederhana itu menjadi potret kuat tentang bagaimana ruang inklusif dibangun: melalui kedekatan dan penerimaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Banjarbaru Emi Lasari, SE, Kepala DP3APMP2KB Kota Banjarbaru Hj Erma Epiyana Hartati, serta sejumlah undangan dari berbagai unsur. Kehadiran mereka mempertegas dukungan lintas sektor terhadap upaya pemenuhan hak anak, khususnya anak dengan kebutuhan khusus.

Dalam sambutannya, Wali Kota Lisa menegaskan bahwa peringatan Hari Down Syndrome Sedunia setiap 21 Maret merupakan pengingat kolektif tentang kesetaraan hak.

“Setiap tanggal 21 Maret menjadi momentum pengingat bahwa seluruh anak, termasuk anak dengan Down Syndrome, memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih kebahagiaan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa bangga atas semangat para orang tua yang tergabung dalam PIK POTADS Kalsel. Menurutnya, komunitas ini telah menjadi tempat bertumbuhnya kekuatan sosial yang saling menopang.

“Saya bangga dan terharu melihat semangat para orang tua. PIK POTADS bukan hanya wadah berbagi, tetapi juga sumber kekuatan, harapan, dan inspirasi bagi banyak keluarga,” katanya.

Mengusung tema “Terima, Mengerti, Dukung, Cintai”, peringatan tahun ini mengajak masyarakat untuk melampaui sekadar empati. Lisa menilai, nilai-nilai tersebut harus diterjemahkan dalam kebijakan dan tindakan nyata.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kota Banjarbaru berencana mengalokasikan pengadaan seragam baju adat bagi anak-anak Down Syndrome, sehingga orang tua tidak lagi terbebani biaya sewa saat anak tampil dalam berbagai kegiatan.

“Pemkot Banjarbaru akan mengupayakan alokasi pengadaan seragam baju adat untuk kebutuhan mereka. Ini bagian kecil, tetapi kami ingin memastikan anak-anak kita bisa tampil dengan percaya diri tanpa membebani orang tua,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua PIK POTADS Kalsel, Sigit Bayu Adhi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian yang diberikan. Ia menegaskan bahwa komunitasnya tidak menuntut banyak hal, melainkan hanya ingin dilihat, didengar, dan didukung.

“Kami tidak meminta apa-apa kecuali dukungan dan perhatian dari pemerintah. Kehadiran Ibu Wali Kota hari ini menjadi kebanggaan luar biasa bagi kami,” ucapnya.

Sigit juga mengungkapkan rasa harunya saat mengetahui pesan WhatsApp personal berupa undangan yang ia kirimkan mendapat respons langsung dari Wali Kota, bahkan disambut dengan kesediaan untuk hadir. Bagi Sigit, respons tersebut bukan sekadar balasan, melainkan bentuk perhatian nyata kepada komunitas mereka.

“Saya sangat terharu ketika pesan WA personal berupa undangan yang kami kirimkan dibalas langsung oleh Ibu Wali Kota, bahkan beliau berkenan hadir. Itu bagi kami sangat berarti dan menunjukkan bahwa kami benar-benar diperhatikan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa kehadiran wali kota dalam kegiatan tersebut menjadi momen bersejarah bagi komunitasnya. Selama ini, kegiatan serupa rutin dilaksanakan, namun baru kali ini wali kota hadir secara langsung dan mengikuti seluruh rangkaian acara.

“Selama ini kami sering mengadakan kegiatan seperti ini, tetapi baru kali ini seorang wali kota hadir dari awal sampai akhir acara. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.

Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan anak-anak Down Syndrome yang menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.
Tidak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan lelang amal hasil karya anak-anak berupa kain batik sasirangan dengan beragam motif khas.
Setiap lembar kain menjadi simbol proses belajar, ketekunan, dan ekspresi diri mereka.

Wali Kota Banjarbaru bersama para undangan turut ambil bagian dalam lelang tersebut. Dengan penuh antusias, mereka menjadi pembeli karya anak-anak, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemandirian dan kreativitas mereka. Hasil lelang kemudian akan digunakan untuk mendukung berbagai program dan kegiatan PIK POTADS Kalsel.

Di penghujung acara, suasana tetap hangat. Tak ada sekat antara pejabat, orang tua, maupun anak-anak. Semua larut dalam kebersamaan yang sederhana, namun bermakna.

Menutup kegiatan, Ketua PIK POTADS Kalsel Sigit Bayu Adhi kembali menyampaikan harapan besarnya agar perhatian dan dukungan ini terus berlanjut.

“Bagi kami, perhatian seperti ini adalah energi. Kami berharap kebersamaan hari ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut menjadi dukungan nyata bagi anak-anak kami agar mereka bisa tumbuh percaya diri, mandiri, dan bahagia di tengah masyarakat,” tutupnya.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA