Tak Reaktif, Berbasis Data: Gaya Komunikasi Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby Disorot dalam Talkshow KEK

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Feb 2026 22:26 510 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Suasana Stand Komite Ekonomi Kreatif (KEK) di Lapangan Murjani tampak lebih ramai dari biasanya. Warga, pegiat komunitas, hingga pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) berkumpul mengikuti talkshow bertajuk “Memori Baik Banjarbaru: Kiprah KIM Mentaos, Juara 1 Nasional KIM Terkreatif 2025.”

Acara yang menghadirkan Ketua KIM Tangguh Mentaos, Dr. H. Abdul Karim, S.H., M.I.Kom, itu menjadi ruang refleksi tentang literasi digital, komunikasi publik, hingga peran komunitas dalam mendukung ekonomi kreatif kota.

Talkshow ini digelar untuk membagikan pengalaman KIM Mentaos yang meraih Juara 1 Nasional KIM Terkreatif 2025 pada Festival KIM di Kota Tangerang. Namun, lebih dari sekadar berbagi prestasi, diskusi berkembang menjadi pembahasan tentang bagaimana komunitas informasi dapat menjadi garda terdepan melawan hoaks dan memperkuat kepercayaan publik.

“Prestasi ini bukan hasil kerja satu-dua orang. Ini hasil kolaborasi dan dukungan yang konsisten,” ujar Abdul Karim.

Menurut dia, literasi digital harus menjadi budaya. Warga tidak cukup hanya menjadi konsumen informasi, tetapi perlu memastikan kebenaran setiap kabar yang diterima sebelum menyebarkannya kembali.

Dalam forum tersebut, Abdul Karim juga menyoroti gaya komunikasi publik yang dibangun Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby. Ia menilai pendekatan wali kota dalam menghadapi isu publik mencerminkan kepemimpinan yang tenang dan berbasis verifikasi.

Ia mencontohkan saat sempat beredar kabar bahwa rekening simpanan Pemerintah Kota Banjarbaru menembus Rp5,1 triliun. Informasi itu ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai spekulasi.

Namun, menurut Abdul Karim, wali kota tidak serta-merta memberikan pernyataan di media. Klarifikasi dilakukan terlebih dahulu kepada sumber terkait. Setelah dipastikan, informasi tersebut dinyatakan tidak benar.

“Di tengah tekanan era digital, beliau memilih memastikan data lebih dulu langsung ke pemilik sumber data. Itu menunjukkan kehati-hatian dan tanggung jawab,” kata Abdul Karim.

Ia menambahkan, model komunikasi seperti itu justru memperkuat kepercayaan publik. Tidak reaktif, tetapi solutif.

Abdul Karim menyebut dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru menjadi faktor penting di balik capaian KIM Mentaos. Pembinaan, fasilitasi ruang ekspresi, hingga kolaborasi program dinilai membuat komunitas mampu berkembang maksimal.

“Kami merasa diberi ruang dan kepercayaan. Itu membuat kami berani berinovasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan kesiapan membantu mereplikasi program KIM Mentaos agar dapat diterapkan oleh KIM lain se-Banjarbaru. Menurut dia, jika seluruh KIM bergerak serempak, maka jaringan informasi positif akan semakin kuat dan terstruktur.

Tak hanya berbicara tentang literasi digital, talkshow juga menyoroti peran KIM dalam mendukung produk kreatif warga. Kanal media sosial KIM dinilai memiliki nilai kepercayaan karena berbasis komunitas.

“Ketika KIM mempublikasikan produk UMKM, itu bukan sekadar promosi. Itu rekomendasi berbasis kepercayaan,” ujar Abdul Karim.

Karena itu, KIM Mentaos menyatakan siap bekerja sama dengan Komite Ekonomi Kreatif Banjarbaru untuk memperluas promosi produk lokal. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat branding Banjarbaru sebagai kota yang kreatif dan informatif.

Talkshow yang berlangsung menegaskan satu pesan utama: ruang digital adalah ruang publik yang harus dijaga bersama. Warga diajak untuk aktif menyebarkan berita positif tentang capaian pemerintah daerah sekaligus mengontra informasi keliru dengan data yang benar.

Di tengah derasnya arus informasi, Banjarbaru mencoba menunjukkan bahwa kolaborasi komunitas dan pemerintah, ditopang kepemimpinan yang tenang dan berbasis fakta, dapat menjadi fondasi kota yang tangguh, bukan hanya dalam prestasi, tetapi juga dalam menjaga kepercayaan publik.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA