Semangat Kartini Menguat di Landasan Ulin Tengah, Wali Kota Lisa Jadi Simbol Perempuan Berdaya

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Apr 2026 05:58 97 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Peringatan Hari Kartini 2026 di Kelurahan Landasan Ulin Tengah menjadi momentum penguatan peran perempuan. Di wilayah ini, semangat Kartini diterjemahkan ke dalam gerakan nyata pemberdayaan perempuan yang menyentuh aspek kepemimpinan, ekonomi digital, hingga pembangunan berkelanjutan.

Ketua TP PKK Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Jumiyati, menekankan bahwa makna Kartini hari ini tidak lagi berhenti pada simbol, melainkan aksi konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kartini bagi kami adalah tentang aksi nyata. Bukan sekadar perayaan atau mengenakan kebaya, tetapi bagaimana kader PKK hadir sebagai solusi bagi keluarga, mulai dari kesehatan anak hingga pemberdayaan ekonomi warga di Landasan Ulin Tengah,” ujar Jumiyati.

Ia menjelaskan, fokus pemberdayaan perempuan di wilayahnya kini diarahkan pada penguatan kapasitas di era digital. Perempuan didorong untuk melek teknologi, mampu mengakses peluang ekonomi berbasis digital, serta mandiri secara finansial.

“Perempuan hari ini harus tangguh di era ekonomi digital. Mereka tidak hanya menjadi penggerak keluarga, tetapi juga memiliki peran penting dalam menopang ekonomi rumah tangga melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi,” katanya.

Selain itu, isu kepemimpinan dan kesetaraan juga menjadi perhatian utama. Jumiyati menilai bahwa perempuan harus diberi ruang yang sama dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam pelayanan publik yang inklusif.

Menurut dia, hadirnya sosok Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menjadi representasi nyata dari semangat perjuangan RA Kartini di masa kini.

“Beliau adalah simbol kesetaraan. Kehadiran Ibu Wali Kota menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya mampu memimpin kaumnya, tetapi juga seluruh warga Banjarbaru. Ini menjadi inspirasi kuat bagi kami,” ucapnya.

Dalam momentum ini, perlindungan perempuan dan anak serta peningkatan kesehatan keluarga juga menjadi sorotan, termasuk upaya menekan angka kematian ibu melalui edukasi dan pendampingan kader PKK.

Jumiyati pun menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda perempuan agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

“Jadilah perempuan yang literat dan cerdas di era digital. Kejarlah pendidikan dan keterampilan setinggi mungkin, namun tetap menjaga etika serta keramahtamahan yang menjadi identitas kita,” tuturnya.

Ia berharap ke depan perempuan di Landasan Ulin Tengah semakin berani mengambil peran dalam pembangunan, tidak hanya di ranah domestik tetapi juga di ruang-ruang publik.

“Ulun berharap perempuan di wilayah kita semakin mandiri dan berani tampil. Semoga perempuan Landasan Ulin Tengah menjadi penggerak kemajuan yang menginspirasi keluarga dan masyarakat,” kata Jumiyati.

Dari Landasan Ulin Tengah, semangat Kartini menguat di tengah perubahan zaman, bahwa emansipasi merupakan gerakan kolektif yang menguatkan peran perempuan sebagai pilar utama pembangunan.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA