Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir, Nilai Realisasi Investasi Banjarbaru Tembus Rp 1 Triliun

waktu baca 4 menit
Rabu, 21 Jan 2026 07:10 471 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Kota Banjarbaru mencatat tonggak sejarah baru dalam pembangunan ekonominya. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi daerah untuk pertama kalinya menembus angka Rp 1,029 triliun, jauh melampaui target yang telah ditetapkan baik oleh Pemerintah Kota Banjarbaru maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Capaian ini diraih di bawah kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, yang baru dilantik pada akhir Juni 2025, namun dalam waktu relatif singkat mampu mendorong kepercayaan investor melalui penguatan layanan perizinan, koordinasi lintas sektor, dan penegasan arah pembangunan ekonomi daerah.

Berdasarkan data Portal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), target investasi Kota Banjarbaru pada 2025 ditetapkan sebesar Rp 410 miliar, sementara target dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp 710,384 miliar. Realisasi investasi yang mencapai Rp 1,029 triliun berarti setara 251,20 persen dari target kota dan 144,98 persen dari target provinsi.

Capaian tersebut menunjukkan lompatan signifikan dibandingkan realisasi investasi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 527,20 miliar. Dengan demikian, dalam kurun satu tahun, nilai investasi Banjarbaru meningkat hampir dua kali lipat, sekaligus menandai sejarah baru karena untuk pertama kalinya kota ini berhasil menembus realisasi investasi di atas Rp 1 triliun.

Wali Kota Lisa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta instansi terkait atas capaian tersebut.

“Keberhasilan menembus angka Rp 1,029 triliun adalah bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi Banjarbaru. Ini adalah hasil kerja kolektif dan pelayanan yang semakin baik,” ujar Erna Lisa Halaby.

Jasa, Perdagangan, dan Logistik Dominasi Investasi

Dari sisi sektoral, investasi di Banjarbaru pada 2025 didominasi oleh sektor jasa lainnya yang menjadi kontributor terbesar. Gabungan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada sektor ini mencapai sekitar Rp 424,4 miliar, dengan ribuan proyek jasa yang tersebar di berbagai wilayah kota.

Posisi kedua ditempati sektor perdagangan dan reparasi dengan nilai investasi sekitar Rp 214,4 miliar, mencerminkan kuatnya aktivitas distribusi barang, perdagangan ritel, serta peran UMKM sebagai basis ekonomi lokal.

Sementara itu, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang sekitar Rp 166,8 miliar, seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas logistik dan infrastruktur digital yang mendukung peran strategis Banjarbaru sebagai kota jasa dan penyangga kawasan regional, termasuk keterkaitannya dengan pengembangan Ibu Kota Negara (IKN).

Selain tiga sektor utama tersebut, investasi juga mengalir ke sektor perhotelan dan restoran, industri pengolahan, konstruksi, serta perumahan dan kawasan perkantoran, yang secara keseluruhan membentuk struktur ekonomi daerah yang semakin berimbang.

PMA–PMDN dan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Dari sisi sumber modal, capaian investasi Banjarbaru ditopang oleh sinergi PMA dan PMDN. Negara dengan sebaran investasi asing terbesar di Banjarbaru antara lain Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Realisasi investasi tersebut juga berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 4.129 tenaga kerja lokal terserap di berbagai sektor investasi yang beroperasi di Kota Banjarbaru.

Arah Kebijakan 2026: Data, Dampak, dan Promosi

Menindaklanjuti capaian tersebut, Wali Kota Banjarbaru menyampaikan sejumlah arahan strategis untuk menjaga kesinambungan investasi pada 2026. Salah satu fokus utama adalah pemetaan mendalam sektor-sektor penyumbang realisasi terbesar, seperti jasa, perdagangan, serta infrastruktur pendukung logistik dan konektivitas.

Menurut Erna Lisa Halaby, pemetaan berbasis data ini penting untuk menentukan fokus promosi investasi tahun 2026, agar lebih tepat sasaran dan mampu menarik investor yang berkualitas.

Selain itu, Wali Kota menegaskan bahwa lonjakan nilai investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan UMKM di sekitar lokasi investasi, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton dari pertumbuhan ekonomi.

Untuk memperluas jangkauan, Wali Kota Lisa meminta jajarannya segera mempublikasikan capaian investasi ini sebagai materi promosi daerah, baik melalui media massa nasional maupun kanal media sosial resmi pemerintah kota, guna memperkuat citra Banjarbaru sebagai kota dengan iklim usaha yang kondusif.

“Investasi yang masuk harus berkualitas, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi warga Banjarbaru. Angka besar ini harus kita jaga agar terus berdampak,” kata Erna Lisa Halaby.

Dengan capaian investasi yang melampaui target, dominasi sektor jasa dan perdagangan, serta strategi kebijakan yang berbasis data dan dampak sosial, Banjarbaru kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi daerah yang kompetitif di Kalimantan Selatan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA