Banjarbaru Raih Tiga Penghargaan di Temu Karya PSM se-Kalsel, Perkuat Pelayanan Sosial Masyarakat

waktu baca 5 menit
Minggu, 2 Agu 2026 09:49 228 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Debur ombak Pantai Mattone Beach, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kusan Hilir, mengiringi pertemuan ratusan relawan sosial dari seluruh penjuru Kalimantan Selatan. Selama tiga hari, 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, sebanyak 333 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dari 13 kabupaten/kota berkumpul dalam Temu Karya dan Bakti Sosial PSM se-Kalimantan Selatan ke-23. Di forum tahunan yang menjadi ruang memperkuat kapasitas, berbagi pengalaman, dan mempererat solidaritas itu, kontingen Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Banjarbaru tampil membanggakan dengan membawa pulang tiga penghargaan, sekaligus menegaskan kualitas relawan sosial Banjarbaru dalam mendukung pelayanan kesejahteraan masyarakat.

Mengirimkan 29 peserta yang didampingi 9 pendamping, Banjarbaru berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat PSM, Juara II Lomba Mars PSM, serta Juara II Presentasi Inovasi IPSM dari lima cabang lomba yang dipertandingkan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja-kerja sosial yang selama ini dijalankan para relawan di tengah masyarakat berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi, inovasi, dan kemampuan membangun kolaborasi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Ketua IPSM Kota Banjarbaru Agus Maulana Syarif mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih seluruh kontingen Banjarbaru.

“Alhamdulillah Banjarbaru berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat PSM, Juara II Lomba Mars PSM, dan Juara II Presentasi Inovasi IPSM. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh peserta, para pendamping, serta dukungan semua pihak yang terus memberikan semangat kepada kami,” ujarnya.

Menurut Agus, seluruh anggota kontingen telah mempersiapkan diri jauh sebelum keberangkatan ke Kabupaten Tanah Bumbu. Latihan dilakukan secara rutin agar mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, baik perlombaan maupun agenda penguatan kapasitas yang menjadi tujuan utama temu karya.

“Yang paling berharga dari kegiatan ini sebenarnya bukan hanya piala. Kami mendapatkan banyak ilmu, bertukar pengalaman dengan PSM dari daerah lain, sekaligus melihat berbagai inovasi pelayanan sosial yang dapat diterapkan di Banjarbaru. Itu menjadi bekal penting untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Capaian tersebut, lanjut Agus, menjadi motivasi bagi seluruh anggota IPSM Banjarbaru untuk terus meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat pelayanan sosial hingga ke tingkat masyarakat.

Mengasah Kompetensi dan Berbagi Inovasi

Pada Temu Karya PSM ke-23, panitia mempertandingkan lima cabang lomba, yakni Lomba Cerdas Cermat PSM, Lomba Mars PSM, Presentasi Inovasi IPSM, Pembacaan Catur Dharma PSM, serta Lomba Kebersihan Lingkungan Pondokan. Kontingen Banjarbaru mengikuti seluruh kategori yang diperlombakan.

Prestasi terbaik diraih melalui Lomba Cerdas Cermat PSM yang menguji pemahaman peserta mengenai kebijakan kesejahteraan sosial, tugas dan fungsi PSM, regulasi sosial, hingga penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Sementara itu, penghargaan pada Lomba Mars PSM diraih berkat kekompakan dan penghayatan peserta terhadap nilai-nilai pengabdian yang menjadi semangat organisasi. Adapun penghargaan pada kategori Presentasi Inovasi IPSM menjadi pengakuan atas kemampuan kontingen Banjarbaru dalam memaparkan praktik-praktik pelayanan sosial yang telah dijalankan di daerah sebagai inspirasi bagi kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan.

Tidak Sekadar Berlomba, tetapi Mengabdi

Temu Karya dan Bakti Sosial PSM merupakan agenda tahunan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya relawan sosial sekaligus memperkuat sinergi antar-Pekerja Sosial Masyarakat di seluruh daerah.

Semula kegiatan dijadwalkan berlangsung lebih awal. Namun pelaksanaannya diundur selama satu pekan untuk menyesuaikan agenda kunjungan Menteri Sosial Republik Indonesia dalam rangka peresmian Sekolah Rakyat di Kabupaten Tanah Bumbu.

Selain mengikuti temu karya dan berbagai perlombaan, seluruh peserta juga melaksanakan aksi bakti sosial sebagai implementasi nilai-nilai kepedulian yang selama ini menjadi ruh gerakan PSM.

Ratusan relawan melakukan penanaman pohon di kawasan pesisir Pantai Mattone Beach sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendukung upaya konservasi kawasan pantai. Mereka juga bergotong royong melakukan pengecatan Makam Pahlawan Pagatan sebagai penghormatan kepada jasa para pejuang bangsa sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan relawan sosial.

Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pengabdian seorang PSM tidak berhenti pada pendampingan masyarakat, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian nilai-nilai kebangsaan.

Garda Terdepan Pelayanan Sosial

Di balik berbagai program kesejahteraan sosial pemerintah, Pekerja Sosial Masyarakat menjadi salah satu ujung tombak pelayanan di tingkat akar rumput. Mereka hadir mendampingi masyarakat yang menghadapi persoalan sosial, mulai dari lansia terlantar, penyandang disabilitas, anak yatim piatu, keluarga miskin, hingga korban bencana.

Sebagai mitra strategis Dinas Sosial, PSM juga membantu pemerintah melakukan pendataan, verifikasi, dan validasi penerima bantuan sosial agar berbagai program perlindungan sosial benar-benar tepat sasaran. Di saat yang sama, mereka menggerakkan semangat gotong royong masyarakat melalui berbagai aksi sosial dan kemanusiaan.

Di Kota Banjarbaru, IPSM yang dipimpin Agus Maulana Syarif terus membangun kolaborasi dengan Dinas Sosial, pemerintah kelurahan, RT/RW, serta berbagai elemen masyarakat dalam menangani persoalan kesejahteraan sosial.

Keberhasilan Banjarbaru meraih tiga penghargaan pada Temu Karya PSM se-Kalimantan Selatan ke-23 menjadi refleksi bahwa peningkatan kompetensi relawan harus berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan di lapangan.

Bagi Agus dan seluruh anggota kontingen Banjarbaru, tiga penghargaan yang dibawa pulang bukanlah tujuan akhir. Sepulang dari Tanah Bumbu, mereka akan kembali menjalankan tugas sebagai relawan sosial, mendata warga yang membutuhkan, mendampingi kelompok rentan, membantu penyaluran bantuan sosial, hingga menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.

“Penghargaan hanyalah buah dari pengabdian. Tugas kami yang sesungguhnya adalah memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dari pelayanan kesejahteraan sosial,” tutup Agus. (be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA