BANJARBARUEMAS.COM – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru bersama Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru terus menguatkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan diversifikasi pangan lokal melalui Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta Lomba Masak Serba Ikan Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan, Kota Banjarbaru, Kamis (2/7/2026) itu menjadi bagian dari upaya membangun budaya konsumsi pangan sehat guna mencetak sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang diikuti kader Posyandu dan Tim Penggerak PKK dari lima kecamatan se-Kota Banjarbaru tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pangan lokal.
Melalui kompetisi ini, Pemerintah Kota Banjarbaru mendorong lahirnya berbagai inovasi menu sehat yang tidak hanya menarik dari sisi penyajian, tetapi juga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi keluarga menuju Generasi Emas 2045.
Mewakili Kepala DKP3 Kota Banjarbaru, Sekretaris DKP3 Wiwien Robiaty, SP., MP., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal sekaligus meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi ikan.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal dan meningkatkan minat masyarakat dalam mengonsumsi ikan. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup,” ujar Wiwien.
Menurutnya, tantangan pemenuhan gizi masyarakat tidak hanya terletak pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat memilih, mengolah, dan menyajikan makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.
Karena itu, DKP3 terus mendorong lahirnya berbagai inovasi menu yang sehat, ekonomis, mudah diterapkan, dan memiliki nilai gizi tinggi bagi seluruh anggota keluarga.
Wiwien menambahkan, Lomba Masak Serba Ikan merupakan implementasi nyata Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang terus digencarkan Pemerintah Kota Banjarbaru.
“Penyelenggaraan Lomba Masak Serba Ikan ini merupakan salah satu implementasi Program Gemarikan di Kota Banjarbaru sehingga mampu mendorong peningkatan konsumsi ikan di masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang kaya omega-3, vitamin, dan mineral. Kandungan tersebut sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan kecerdasan, memperkuat daya tahan tubuh, sekaligus mencegah berbagai persoalan gizi.
Tahun ini, Lomba Cipta Menu B2SA mengusung tema “B2SA Go Green, Dari Dapur Rumah Tangga untuk Bumi dan Generasi Bergizi”, sedangkan Lomba Masak Serba Ikan mengangkat tema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045” dengan slogan “Makan Ikan Sehat, Makan Ikan Kuat, Makan Ikan Cerdas.”
Kedua tema tersebut menegaskan pentingnya membangun generasi unggul melalui kebiasaan mengonsumsi pangan sehat berbasis sumber daya lokal sejak dari lingkungan keluarga.
Selain perlombaan, DKP3 juga menggelar Bimbingan Teknis Penyusunan Menu B2SA Pangan Lokal yang diikuti kader PKK dan Posyandu dari seluruh kecamatan di Kota Banjarbaru.
Bimtek menghadirkan praktisi kuliner dan ahli gizi dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin untuk membekali peserta mengenai penyusunan menu sesuai prinsip B2SA, teknik pengolahan pangan lokal yang tetap mempertahankan kandungan gizi, hingga penyajian makanan yang menarik bagi balita maupun keluarga.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan oleh para kader kepada masyarakat sehingga budaya mengonsumsi pangan sehat semakin berkembang.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Kecamatan Cempaka berhasil menjadi terbaik pada Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2026 dan berhak membawa pulang piala, piagam, serta uang pembinaan sebesar Rp5 juta.
Peringkat kedua diraih Kecamatan Liang Anggang dengan hadiah Rp3,5 juta, sedangkan peringkat ketiga ditempati Kecamatan Banjarbaru Utara. Adapun penghargaan Harapan I diraih Kecamatan Banjarbaru Selatan, sementara Harapan II menjadi milik Kecamatan Landasan Ulin.
Sementara itu, hasil berbeda terlihat pada Lomba Masak Serba Ikan. Kecamatan Banjarbaru Selatan tampil sebagai peserta paling menonjol dengan memborong gelar terbaik pada seluruh kategori yang diperlombakan sekaligus menyabet predikat Favorit, menjadikannya kecamatan dengan raihan prestasi terbanyak tahun ini.
Pada kategori Menu Kudapan, Banjarbaru Selatan menempati peringkat pertama, disusul Landasan Ulin di posisi kedua dan Cempaka di posisi ketiga.
Dominasi Banjarbaru Selatan berlanjut pada kategori Menu Keluarga. Banjarbaru Utara berada di posisi kedua, sedangkan Cempaka menempati posisi ketiga.
Hasil serupa kembali terjadi pada kategori Menu Balita. Banjarbaru Selatan kembali menjadi yang terbaik, diikuti Landasan Ulin pada posisi kedua dan Liang Anggang di posisi ketiga.
Sebagai pelengkap prestasi, Banjarbaru Selatan juga dinobatkan sebagai Favorit dan memperoleh tambahan uang pembinaan sebesar Rp1,5 juta.
Capaian tersebut menunjukkan kreativitas kader PKK dan Posyandu dalam mengolah ikan menjadi menu yang sehat, bergizi, menarik, serta sesuai kebutuhan balita maupun keluarga.
Mewakili Wali Kota Banjarbaru, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan Kemas Akhmad Rudi Indrajaya menegaskan bahwa membangun budaya konsumsi pangan bergizi merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mewujudkan Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) melalui pembangunan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Kami berharap hasil lomba ini tidak berhenti hanya sebagai karya saat kompetisi, tetapi benar-benar menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan yang sehat, bergizi, seimbang, aman, serta memanfaatkan potensi pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara DKP3 Kota Banjarbaru, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, praktisi kuliner, dan ahli gizi, Pemerintah Kota Banjarbaru optimistis budaya mengonsumsi pangan lokal dan ikan akan semakin mengakar di tengah masyarakat. Berbagai inovasi yang lahir dari kompetisi ini diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga serta menyiapkan generasi Banjarbaru yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(be)
Tidak ada komentar