Tinjau Guntung Paikat, Wali Kota Banjarbaru Ajak Warga Konsisten Kelola Sampah Rumah Tangga
waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Apr 2026 09:20 160 Banjarbaru Emas 2
Foto : Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby berfoto bersama warga, jajaran Kelurahan Guntung Paikat dan Kecamatan Banjarbaru Selatan, serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa saat meninjau kegiatan pemilahan sampah berbasis rumah tangga di Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kamis (23/4/2026).(BE)
BANJARBARUEMAS.COM — Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, pada Kamis (23/4/2026), meninjau langsung praktik pengelolaan sampah berbasis rumah tangga di sejumlah wilayah. Usai melakukan kunjungan di Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang, Wali Kota Lisa kemudian melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Banjarbaru Selatan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi volume sampah dari sumbernya.
Di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Wali Kota Lisa mendatangi Jalan Pandawa, Komplek Citra Berlian RT 03 RW 05, Kelurahan Guntung Paikat. Di lokasi tersebut, ia melihat langsung penggunaan drum komposter oleh warga sebagai sarana pengolahan sampah organik.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan sejauh mana gerakan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga telah berjalan, sekaligus memberikan semangat kepada warga agar tetap konsisten menjalankan kebiasaan tersebut.
Wali Kota Lisa mengapresiasi semangat warga yang terlibat aktif dalam memilah sampah dari rumah masing-masing. Menurut dia, konsistensi menjadi kunci utama dalam menekan volume sampah di Kota Banjarbaru.
“Harus bergerak dari sekarang. Pemilahan sampah dimulai dari rumah. Ini bagian dari mendukung gerakan Indonesia asri dan membiasakan hidup sehat,” ujar Wali Kota Lisa.
Ia menegaskan, perubahan perilaku memang tidak dapat terjadi secara instan. Namun, dengan langkah bertahap dan dukungan semua pihak, kebiasaan tersebut diyakini dapat terbentuk.
“Perubahan itu tidak mudah, tapi kalau dilakukan terus-menerus, lama-lama akan menjadi budaya,” katanya.
Sementara itu, Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, menyatakan kunjungan wali kota menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan pemilahan sampah di wilayahnya. Pada kesempatan itu, pihak kelurahan bersama warga juga menggelar sosialisasi teknis pengelolaan sampah rumah tangga.
Untuk memperkuat pemahaman warga, kelurahan menghadirkan Sudaryono, Ketua RT 03 RW 04 Komplek Rina Karya, yang telah lebih dulu menjalankan pemilahan sampah sejak 2012.
Sudaryono menuturkan, pengalaman warganya selama lebih dari satu dekade menjadi modal penting dalam mendampingi wilayah lain.
“Kami sudah memulai sejak 2012. Warga terbiasa memilah sampah dari rumah. Hari ini kami diminta membantu sosialisasi agar gerakan ini bisa menyebar ke seluruh RT di Guntung Paikat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran wali kota memberikan motivasi tambahan bagi warga untuk terus menjalankan program tersebut.
“Ibu wali kota berpesan agar kami ikut membantu sosialisasi di seluruh wilayah kelurahan. Kami siap,” kata Sudaryono.
Berdasarkan pemetaan kelurahan, sebanyak 11 RT telah ditetapkan sebagai lokasi percontohan pemilahan dan pengolahan sampah. Program ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh wilayah.
Selain itu, kebutuhan sarana pendukung juga mulai diidentifikasi, seperti komposter, lodong, dan ember. Warga bahkan mengusulkan penyediaan dua ember untuk setiap rumah tangga serta satu unit komposter untuk lima rumah.
Kelurahan pun terus melakukan sosialisasi dengan melibatkan ketua RT yang telah memahami teknis penggunaan fasilitas pengolahan sampah.
“Meski Komplek Rina Karya menjadi titik awal, kami juga menyisir seluruh RT di Guntung Paikat. Beberapa sudah siap, dan warga sangat antusias, termasuk meminta tambahan lodong,” kata Reza.
Di tingkat kecamatan, Camat Banjarbaru Selatan, Muhammad Firmansyah, menyebut kunjungan wali kota menjadi energi baru bagi jajaran pemerintah wilayah untuk memperkuat gerakan ini.
“Ibu wali kota memotivasi kami untuk terus mendorong para lurah agar menggerakkan warga melakukan pemilahan sampah dari rumah masing-masing. Kami melihat sendiri antusiasme warga, terutama ibu-ibu saat sosialisasi di Guntung Paikat,” ujarnya.
Ia optimistis semangat serupa juga tumbuh di wilayah lain di Banjarbaru Selatan.
“Kami yakin antusiasme itu juga ada di kelurahan lain. Tinggal bagaimana peran kecamatan dan kelurahan memastikan dukungan berjalan maksimal agar gerakan ini menjadi kebiasaan bersama,” kata Firmansyah.(be)
Tidak ada komentar