Musrenbang KelurahanSyamsudin Noor: Warga Terlibat Menyusun Arah Baru Pembangunan Banjarbaru

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Nov 2025 06:06 144 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Upaya memperkuat perencanaan pembangunan berbasis partisipasi kembali terasa di Kelurahan Syamsudin Noor. Kamis (27/11/2025) pagi, Aula Kelurahan menjadi ruang dialog warga dalam Rapat Musyawarah Kerja Pembangunan dengan agenda penyusunan RKPD, yang sekaligus merupakan rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 ini dibuka dengan doa oleh Drs. H. Mukhyar Masykur, sebelum kemudian secara resmi dibuka oleh Lurah Syamsudin Noor, Faisal Rahman. Jalannya forum dipandu oleh Ketua LPM Kelurahan Syamsudin Noor, Suprianto, yang memastikan diskusi mengalir runtut dan aspiratif.

Berbagai unsur hadir dalam forum tersebut, mulai dari perangkat daerah seperti Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Puskesmas Guntung Payung, hingga Kader PKK. Para ketua RT/RW juga hadir membawa beragam catatan kebutuhan lingkungan masing-masing.

“Alhamdulillah, banyak masukan dan usulan yang disampaikan warga, terutama terkait lingkungan,” ujar salah satu panitia kegiatan. Para ketua RT dan RW, menurutnya, berharap agar pembangunan dapat berlangsung lebih merata dan selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Suasana forum mengalir dinamis. Satu per satu perwakilan RT/RW memaparkan kebutuhan mendesak, mulai dari perbaikan infrastruktur lingkungan, peningkatan pelayanan kesehatan, hingga penguatan pemberdayaan ekonomi warga. Aspirasi tersebut nantinya akan disaring menjadi prioritas kelurahan untuk dibawa ke tingkat kecamatan.

Salah satu peserta, Erwin Solihan, Ketua RT 21 RW 05 Kelurahan Syamsudin Noor, menyampaikan harapan besarnya terhadap proses ini.
“Semoga Kota Banjarbaru semakin elok, maju, dan sejahtera. Harapan baru Banjarbaru Emas. Bersama-sama kita wujudkan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Musrenbangkel menjadi titik awal penyusunan agenda pembangunan tahunan. Forum ini memadukan hasil rembuk warga di tingkat RT/RW dengan kebijakan kelurahan, kemudian dituangkan dalam berita acara untuk dibahas lebih lanjut pada Musrenbang Kecamatan.

Dalam Musrenbangkel, peserta tidak hanya menyampaikan kebutuhan, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap capaian pembangunan tahun sebelumnya. Dengan begitu, rencana pembangunan tidak hanya berpijak pada aspirasi, tetapi juga pada analisis manfaat dan urgensi.

Melalui forum partisipatif ini, warga kembali menegaskan peran mereka sebagai subjek pembangunan. Musyawarah di Kelurahan Syamsudin Noor hari itu menjadi contoh bahwa pembangunan yang efektif berangkat dari dialog—dari mendengar, merumuskan, lalu mewujudkan bersama.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA