BANJARBARUEMAS.COM – Rapat rutin Forum RT/RW Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, kini tidak lagi dipusatkan di kantor kelurahan. Sejak dipimpin Lurah Mentaos Ciptadi Sunaryo, forum koordinasi tersebut digelar secara bergilir di lingkungan RT/RW dengan jadwal malam hari. Pola baru itu dinilai mampu meningkatkan kehadiran para pengurus lingkungan, memperkuat koordinasi, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan warga.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby agar pemerintah di tingkat kelurahan semakin aktif hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi langsung dengan warga, serta cepat menindaklanjuti setiap persoalan yang berkembang di lingkungan.
Salah satu pelaksanaan rapat bergilir berlangsung pada Rabu (29/7/2026) malam di Aula TPA Miftahul Ulum RT 04 RW 03, Kelurahan Mentaos. Rapat yang dimulai pukul 20.00 Wita itu dihadiri seluruh Ketua RT, Ketua RW, Ketua Forum RT/RW, Ketua LPM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta seluruh kepala seksi Kelurahan Mentaos.
Forum tersebut menjadi ruang koordinasi pemerintah kelurahan bersama para pemimpin lingkungan untuk mengevaluasi program, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di wilayah Mentaos.
Dua hari kemudian, Jumat (31/7/2026), Lurah Mentaos Ciptadi Sunaryo menjelaskan bahwa perubahan pola rapat tersebut lahir dari evaluasi terhadap tingkat kehadiran Ketua RT dan RW yang selama ini belum maksimal ketika rapat dilaksanakan pada jam kerja.
“Ini rapat rutin bulanan RT dan RW. Sejak saya menjadi lurah, saya menawarkan kepada para Ketua RT dan RW di Mentaos agar jadwal pertemuan dibuat lebih fleksibel, bisa dilaksanakan pagi ataupun malam. Setelah beberapa kali dicoba, ternyata tingkat kehadiran jauh lebih tinggi ketika rapat dilaksanakan pada malam hari,” ujar Ciptadi.
Menurut Ciptadi, tingginya tingkat kehadiran bukan sekadar menunjukkan disiplin menghadiri rapat, tetapi menjadi modal penting bagi pemerintah kelurahan dalam membangun pelayanan yang cepat dan responsif. Semakin banyak Ketua RT dan RW yang hadir, semakin lengkap pula informasi mengenai kondisi masyarakat yang diterima pemerintah kelurahan sehingga berbagai persoalan dapat segera ditindaklanjuti.
Tak hanya mengubah jadwal, Ciptadi juga mengubah kebiasaan rapat yang selama ini selalu dipusatkan di aula kelurahan.
Kini, forum tersebut dilaksanakan secara bergilir di lingkungan RT dan RW.
Menurutnya, perubahan sederhana itu justru membawa manfaat yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya.
“Saya juga mengubah kebiasaan rapat yang selalu dilaksanakan di aula kelurahan menjadi bergantian dari rumah ke rumah Ketua RT dan RW. Yang menarik, ternyata banyak Ketua RT dan RW yang sudah lama saling mengenal dan sering bertemu dalam berbagai kegiatan, tetapi belum mengetahui rumah sesama Ketua RT maupun RW. Dengan cara ini silaturahmi menjadi lebih erat, komunikasi lebih terbuka, dan koordinasi jauh lebih mudah,” katanya.
Ia mengungkapkan, pola serupa sebenarnya telah diterapkannya ketika menjabat sebagai Lurah Palam.
“Kebiasaan rapat malam hari dan bergiliran di rumah Ketua RT/RW ini sudah saya terapkan sejak menjadi Lurah Palam. Hasilnya tingkat kehadiran meningkat, rasa kebersamaan tumbuh lebih kuat, dan koordinasi antarpengurus lingkungan menjadi semakin baik. Karena terbukti efektif, pola ini kembali saya terapkan di Kelurahan Mentaos,” ungkapnya.
Bagi Ciptadi, Ketua RT dan RW merupakan mitra strategis pemerintah kelurahan. Karena itu, komunikasi yang terbangun melalui forum rutin menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mengetahui kondisi riil masyarakat sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan warga.
Bahas Berbagai Persoalan Warga
Selain membahas inovasi pelayanan, rapat rutin tersebut juga menjadi forum evaluasi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kelurahan Mentaos menyampaikan apresiasi kepada seluruh Ketua RT dan RW atas dukungan terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di wilayah Mentaos.
Menghadapi Lomba Kebersihan yang akan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026, seluruh RT dan RW diimbau menggerakkan masyarakat melaksanakan gotong royong serentak pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Forum juga membahas tahapan Temu Karya Karang Taruna sebagai proses regenerasi kepemimpinan organisasi kepemudaan, pembentukan Emergency Mentaos Rescue (EMR) sebagai wadah relawan tanggap darurat, serta pelaksanaan kegiatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di tingkat kecamatan.
Dalam sesi diskusi, sejumlah Ketua RT menyampaikan berbagai persoalan yang berkembang di wilayah masing-masing. Mulai dari maraknya pencurian hasil kebun dan buah-buahan, kehilangan inventaris di salah satu langgar, kasus pencurian perhiasan milik anak, hingga kewaspadaan terhadap aksi pelecehan di jalan raya.
Forum juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun lahan sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta segera menghubungi Call Center Kepolisian 110 apabila menghadapi kondisi darurat.
Di bidang pelayanan sosial, rapat menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain peningkatan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial, percepatan koordinasi penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran, penambahan personel Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), penguatan edukasi pencegahan perundungan (bullying) melalui PATBM, hingga distribusi notulen rapat kepada seluruh kepala seksi dan staf kelurahan sebagai bahan tindak lanjut.
Selain itu, RT/RW yang memiliki tanah hibah untuk alkah warga diimbau segera menindaklanjuti pembangunan pagar keliling sebagai bentuk pengamanan aset masyarakat.
Prestasi Menjadi Fondasi Pelayanan
Komitmen Kelurahan Mentaos dalam membangun pelayanan publik juga ditopang berbagai prestasi yang diraih sepanjang 2025. Kelurahan Mentaos berhasil meraih Juara II Nasional Lomba Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award Regional III Kalimantan-Sulawesi, Juara I Indeks Profesionalitas ASN se-Kota Banjarbaru dengan skor 85,05, serta mengantarkan KIM Tangguh Mentaos meraih predikat Terbaik I se-Kalimantan Selatan dan KIM Terkreatif se-Kalimantan.
Berbagai capaian tersebut menjadi modal bagi Kelurahan Mentaos untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua RW 4 Kelurahan Mentaos, Murjani, menilai pola rapat bergilir tidak hanya meningkatkan kehadiran para Ketua RT dan RW, tetapi juga membuat koordinasi antarpengurus lingkungan berjalan lebih efektif.
“Saya mendukung pola rapat seperti ini. Koordinasi menjadi lebih efektif karena hampir seluruh Ketua RT dan RW bisa hadir. Ketika semua berkumpul, informasi dari kelurahan dapat diterima secara bersamaan dan persoalan di lingkungan juga bisa langsung dibahas untuk dicarikan solusinya. Kami merasakan manfaatnya. Komunikasi menjadi lebih terbuka, koordinasi lebih cepat, dan setiap persoalan warga bisa segera ditindaklanjuti. Harapan kami, pola seperti ini terus dipertahankan karena membuat pemerintah kelurahan, Ketua RT, dan Ketua RW semakin kompak dalam melayani masyarakat,” tutup Murjani.(be)
222
Tidak ada komentar