Banjarbaru FC Angkat Trofi Piala Banjarbaru Emas KU-15 Lewat Adu Penalti, Balitra Jaya Permai Terbaik di KU-13

waktu baca 5 menit
Rabu, 5 Agu 2026 03:18 283 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Tepuk tangan panjang dari ratusan penonton mengiringi berakhirnya Turnamen Sepak Bola Piala Banjarbaru Emas Kelompok Usia (KU) 13 dan KU 15 Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola dr. Murdjani, Banjarbaru, Selasa (4/8/2026). Setelah hampir dua pekan menjadi panggung pembinaan pesepak bola muda, kompetisi resmi ditutup dengan lahirnya dua tim terbaik yang tampil konsisten sejak fase penyisihan hingga partai final.

SSB Banjarbaru FC keluar sebagai kampiun kategori KU-15 setelah mengalahkan SSB Al Falah Putera melalui drama adu penalti. Sementara pada kategori KU-13, SSB Balitra Jaya Permai memastikan gelar terbaik usai menaklukkan SSB AKM Rebbal di laga final.

Kejuaraan yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarbaru tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun pembinaan sepak bola usia dini sekaligus membuka ruang kompetisi yang sehat bagi para pemain muda.

Final KU-15 Berlangsung Menegangkan

Laga puncak kelompok usia 15 tahun mempertemukan dua tim yang sepanjang turnamen tampil konsisten, yakni Banjarbaru FC dan Al Falah Putera.

Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung bermain terbuka. Banjarbaru FC mencoba menguasai permainan melalui serangan dari kedua sisi lapangan, sementara Al Falah Putera mengandalkan transisi cepat untuk menekan pertahanan lawan.

Pertandingan berlangsung sengit. Banjarbaru FC beberapa kali unggul, tetapi Al Falah Putera mampu bangkit dan menyamakan kedudukan. Hingga waktu normal berakhir, skor tetap 2-2, sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.

Suasana lapangan berubah semakin tegang saat para algojo satu per satu maju ke titik putih. Dalam momen yang menguji mental tersebut, para pemain Banjarbaru FC tampil lebih tenang. Mereka sukses memenangkan adu penalti dengan skor 7-5, sekaligus memastikan trofi Piala Banjarbaru Emas KU-15 menjadi milik mereka.

Usai penalti penentu bersarang di gawang Al Falah Putera, para pemain Banjarbaru FC berhamburan ke tengah lapangan merayakan kemenangan bersama pelatih dan ofisial. Di sisi lain, para pemain Al Falah Putera tetap mendapat tepuk tangan dari penonton sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka hingga partai final.

Al Falah Putera menempati posisi runner-up, sedangkan SSB Puma 1976 dan SSB SOBP berbagi peringkat ketiga.

Perjalanan Banjarbaru FC Menuju Gelar

Kesuksesan Banjarbaru FC tidak diraih secara instan. Sejak pertandingan pertama, mereka menunjukkan permainan yang konsisten dan sulit dihentikan lawan.

Banjarbaru FC membuka turnamen dengan kemenangan 2-1 atas SSB Bakti. Tren positif berlanjut ketika mereka mengalahkan SSB Puma 1976 dengan skor 2-0, sebelum kembali mencatat kemenangan meyakinkan 3-0 atas SSB MGR.

Performa stabil kembali diperlihatkan saat menundukkan SSB AKM dengan skor 2-0. Hanya SSB SOBP yang mampu menghentikan laju kemenangan mereka setelah memaksa hasil imbang 1-1 pada fase penyisihan.

Perjalanan itu mencapai puncaknya di partai final. Setelah bermain imbang 2-2 melawan Al Falah Putera dalam waktu normal, Banjarbaru FC menunjukkan ketenangan saat adu penalti dan mengunci kemenangan 7-5 untuk memastikan gelar terbaik kelompok usia 15 tahun.

Balitra Jaya Permai Tampil Konsisten

Persaingan di kelompok usia 13 tahun juga berlangsung tidak kalah menarik. SSB Balitra Jaya Permai tampil sebagai tim paling konsisten sepanjang kompetisi.

Mereka mengawali perjalanan dengan kemenangan tipis 1-0 pada laga pembuka. Kepercayaan diri para pemain semakin meningkat setelah mengalahkan SSB Puma 1976 dengan skor 3-0.

Pada pertandingan berikutnya, Balitra Jaya Permai mendapat perlawanan sengit dari SSB SOBP. Kedua tim bermain disiplin sehingga laga berakhir tanpa gol, 0-0.

Produktivitas lini depan Balitra Jaya Permai benar-benar terlihat ketika menghadapi SSB BJP Galaxy. Mereka tampil dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 10-1, yang menjadi kemenangan terbesar sepanjang turnamen.

Semifinal menghadirkan duel ketat menghadapi SSB Palam Putra. Kedua tim bermain hati-hati sehingga skor tetap 0-0 hingga waktu normal usai. Tiket final akhirnya ditentukan melalui adu penalti dan Balitra Jaya Permai memastikan kemenangan 3-2.

Pada partai final melawan SSB AKM Rebbal, Balitra Jaya Permai kembali menunjukkan disiplin permainan. Sebuah gol tunggal menjadi pembeda hingga peluit panjang dibunyikan dan memastikan kemenangan 1-0 sekaligus membawa mereka berdiri di podium tertinggi kategori KU-13.

AKM Rebbal menjadi runner-up, sedangkan SSB SOBP dan SSB Palam Putra berbagi posisi ketiga.

Fatih dan Auda Jadi Top Skor

Selain penghargaan kepada tim terbaik, panitia juga memberikan apresiasi kepada pemain paling produktif selama turnamen.

Predikat top skor KU-13 diraih Danendra Al Fatih Santoso (Fatih) dari SSB Balitra Jaya Permai.

Sementara penghargaan top skor KU-15 menjadi milik Muhammad Nasrullah Auda dari SSB Al Falah Putera yang tampil tajam sepanjang kompetisi.

Liga Internal Disiapkan

Ketua Panitia Piala Banjarbaru Emas KU-13 dan KU-15, Muhammad, mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menjunjung tinggi sportivitas sehingga kompetisi berlangsung lancar.

“Alhamdulillah seluruh pertandingan berjalan lancar. Untuk kelompok usia 13 diraih Balitra Jaya Permai, sedangkan kelompok usia 15 dimenangkan Banjarbaru FC,” ujarnya.

Menurut Muhammad, pembinaan sepak bola usia dini tidak boleh berhenti pada satu kejuaraan.

“Terkait penyelenggaraan ke depan, kami dari PSSI Kota tidak hanya menggelar turnamen. Nanti juga akan ada liga internal yang dilaksanakan sebagai wadah pembinaan pemain muda,” katanya.

Ia menilai kompetisi yang digelar secara rutin akan memberikan lebih banyak jam terbang bagi pemain muda sehingga perkembangan teknik, mental bertanding, dan pengalaman mereka semakin matang.

Muhammad juga menyampaikan harapan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, terhadap masa depan sepak bola usia dini di Kota Banjarbaru.

“Harapan Ibu Wali Kota adalah semakin banyak lahir bibit-bibit pemain muda potensial. Melalui kompetisi seperti ini diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga berkarakter,” ungkapnya.

Investasi untuk Masa Depan

Saat membuka Piala Banjarbaru Emas pada 22 Juli 2026, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menegaskan bahwa pembinaan atlet muda merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.

“Turnamen ini menjadi bagian dari upaya kita bersama menyiapkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berprestasi. Hal ini sejalan dengan visi Kota Banjarbaru untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menyongsong masa depan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar menjadikan setiap pertandingan sebagai ruang belajar.

“Menang atau kalah bukanlah yang terpenting. Yang lebih bernilai adalah bertambahnya teman, tumbuhnya semangat sportivitas, serta terbinanya persatuan antar pelajar,” katanya.

Berakhirnya Piala Banjarbaru Emas 2026 bukan menjadi garis akhir pembinaan sepak bola usia dini di Kota Banjarbaru. Melalui rencana penyelenggaraan liga internal PSSI Kota Banjarbaru, kompetisi ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya lebih banyak pesepak bola muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Banjarbaru pada jenjang kompetisi yang lebih tinggi.(be)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA