KIM Tangguh Mentaos Sambut Fitur Baru Komdigi

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Apr 2026 09:18 22 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Ruang virtual yang mempertemukan ratusan pegiat informasi dari seluruh Indonesia itu terasa berbeda. Dalam pertemuan daring pada 22 April 2026 yang dipimpin Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, tidak sekadar koordinasi yang mengemuka, melainkan juga arah baru dalam pengelolaan informasi berbasis komunitas.

Selama kurang lebih 1,5 jam, para pejabat Dinas Kominfo provinsi dan kabupaten/kota serta pengurus Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang diundang mengikuti pemaparan pembaruan sistem website KIM. Di antara peserta, KIM Tangguh Mentaos, Kota Banjarbaru, turut menyimak dengan antusias.

Pertemuan itu membawa kabar yang selama ini dinanti para pengelola web KIM di daerah: penguatan fitur sekaligus strategi optimasi digital. Salah satu yang paling disorot adalah penerapan SEO melalui Google Search Console (GSC). Program ini dirancang untuk meningkatkan visibilitas konten KIM di mesin pencari, mendatangkan pengunjung organik, serta memastikan informasi yang diproduksi lebih mudah ditemukan publik.

Langkah ini dinilai strategis. Selama ini, banyak pengelola KIM menghadapi kendala rendahnya jangkauan konten meski produksi informasi terus berjalan. Dengan integrasi SEO GSC, hambatan itu perlahan diurai melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis data.

Tak hanya itu, Komdigi juga tengah mengembangkan fitur tampilan video yang dapat langsung terintegrasi di tengah halaman berita. Inovasi ini akan mengubah cara penyajian konten KIM menjadi lebih dinamis dan interaktif. Sebelumnya, video hanya dapat ditampilkan dalam bentuk tautan yang mengarahkan pengguna keluar dari laman utama. Ke depan, pengalaman pengguna akan lebih utuh tanpa harus berpindah tab.

KIM Tangguh Mentaos bersama Lurah Mentaos saat menerima penghargaan, menegaskan kolaborasi komunitas dan pemerintah dalam penguatan literasi informasi di Banjarbaru.

Aspek keamanan pun tak luput dari perhatian. Komdigi menghadirkan sistem pengamanan dua lapis melalui fitur autentikasi dua faktor (2FA) berbasis Google. Setiap akses ke situs KIM kini memerlukan verifikasi tambahan berupa kode OTP yang dikirim ke perangkat admin. Skema ini diyakini mampu meminimalisasi risiko akses ilegal sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap platform KIM.

Ketua KIM Tangguh Mentaos, Dr. Abdul Karim, menyambut pembaruan ini dengan optimisme. Ia menilai kehadiran fitur-fitur baru menjadi energi segar bagi para pengelola komunitas.

“Insya Allah web KIM akan semakin semarak,” ujarnya singkat.

Bagi KIM Tangguh Mentaos, penguatan platform digital ini bukanlah titik awal, melainkan kelanjutan dari perjalanan yang telah dibangun. Sebelumnya, pada 2 April 2026, komunitas ini mencatat tonggak penting dengan meluncurkan radio streaming sebagai kanal informasi baru. Inisiatif tersebut memperluas jangkauan komunikasi mereka, melampaui batas geografis yang selama ini menjadi tantangan.

Kini, ekosistem informasi KIM Tangguh Mentaos semakin lengkap. Selain website resmi dari Kominfo, mereka juga aktif mengelola berbagai platform media sosial seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan TikTok. Kehadiran radio streaming menjadi pelengkap yang memperkaya ragam distribusi informasi.

Rekam jejak prestasi turut menguatkan posisi komunitas ini. Pada 2025, KIM Tangguh Mentaos meraih penghargaan sebagai KIM Terkreatif dalam Festival dan Kompetisi KIM di Kota Tangerang, Banten. Pengakuan itu menjadi indikator bahwa inovasi berbasis komunitas mampu tumbuh dan bersaing di tingkat nasional.

Secara lebih luas, KIM merupakan gerakan masyarakat yang dibentuk dari, oleh, dan untuk masyarakat. Dengan pendekatan mandiri dan kreatif, komunitas ini mengelola informasi sekaligus memberdayakan warga agar memiliki nilai tambah dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Hingga kini, tercatat sebanyak 3.873 KIM telah bergabung dan tersebar di seluruh Indonesia.

Pembaruan fitur yang diinisiasi Komdigi menjadi sinyal bahwa transformasi digital di tingkat akar rumput terus bergerak. Di tangan komunitas seperti KIM Tangguh Mentaos, teknologi menjadi jembatan yang menghubungkan informasi dengan kebutuhan masyarakat, secara lebih cepat, aman, dan bermakna.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA