BANJARBARUEMAS.COM — Kepedulian warga terhadap sesama yang terdampak banjir di Kota Banjarbaru terus menguat. Gerakan Masyarakat Cinta Kota Banjarbaru (Germas Cinta Banjarbaru) membuka posko aksi sosial sebagai wadah penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah.
Posko aksi sosial tersebut berlokasi di Posko 1 Markas Kopi, Kelurahan Landasan Ulin Utara. Kehadiran posko ini menjadi ruang bertemunya kepedulian warga, sekaligus simbol kuat semangat gotong royong yang diusung melalui tagline “Dari Warga untuk Warga.”
Melalui posko ini, Germas Cinta Banjarbaru mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berpartisipasi membantu korban banjir, baik dengan menyalurkan kebutuhan pokok, logistik, maupun donasi dana. Bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan langsung kepada warga terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.
Koordinator kegiatan, Suhari, mengatakan bahwa aksi sosial ini lahir dari kesadaran kolektif warga untuk saling menopang di tengah situasi darurat. Menurut dia, bantuan akan difokuskan pada kebutuhan paling mendesak selama masa tanggap darurat banjir.
“Bantuan yang kami himpun diarahkan untuk memenuhi kebutuhan utama warga terdampak, seperti makanan siap saji, air bersih, dan kebutuhan harian lainnya. Prinsipnya, bantuan harus cepat, tepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Suhai.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, bantuan dapat disalurkan langsung ke posko aksi sosial atau melalui donasi transfer ke rekening BRI nomor 323201011843506. Panitia juga membuka layanan informasi dan koordinasi melalui nomor 0822-5479-5612.
Selain membuka posko fisik, Germas Cinta Banjarbaru juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana informasi dan koordinasi. Aktivitas dan perkembangan penyaluran bantuan dapat diikuti melalui akun TikTok dan Instagram @germascintabanjarbaru.
Aksi sosial ini diharapkan tidak hanya meringankan beban warga terdampak banjir, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas sosial masyarakat Kota Banjarbaru dalam menghadapi bencana. Di tengah keterbatasan akibat banjir, semangat saling membantu menjadi energi penting untuk bangkit bersama.(be)
406
Tidak ada komentar