Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby Tegaskan Dukungan Revitalisasi Sekolah Bersama Mendikdasmen

13 Januari 2026
08:47 WIB
4 mnt baca
9 tayangan
Bagikan: Facebook X

BANJARBARUEMAS.COM — Upaya pemerintah memperkuat kualitas pendidikan nasional kembali ditegaskan melalui peresmian revitalisasi satuan pendidikan di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan yang dipusatkan di SMA S Al-Islam Nurul Ma’ad, Jalan Golf, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Senin (12/1/2026), dihadiri langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby.

Sekolah swasta yang berada di kawasan pinggiran kota Banjarbaru tersebut terpilih sebagai salah satu penerima program strategis nasional revitalisasi satuan pendidikan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar lebih layak, aman, serta mendukung pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan fasilitas belajar yang memadai. Menurutnya, ruang kelas, laboratorium, hingga sarana pendukung lainnya merupakan bagian penting dari ekosistem pembelajaran yang berkualitas.

“Pendidikan yang bermutu membutuhkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi,” ujar Mu’ti.

Ia memaparkan, sepanjang tahun 2025 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 16,9 triliun untuk program revitalisasi dan pembangunan sekolah baru yang menjangkau 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Hingga Januari 2026, lebih dari 90 persen proyek tersebut telah selesai dan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Sebagian kecil yang belum rampung ditargetkan selesai pada akhir Januari ini, sehingga seluruhnya bisa mencapai 100 persen,” kata Mu’ti.

Menurut Mu’ti, keterlambatan penyelesaian pada sejumlah lokasi bukan disebabkan oleh persoalan perencanaan, melainkan kendala teknis di lapangan. Faktor cuaca ekstrem dan kondisi geografis menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pembangunan.

“Beberapa sekolah berada di wilayah dengan medan yang sulit, bahkan pegunungan. Pengangkutan material tentu tidak semudah di wilayah perkotaan. Selain itu, cuaca juga berpengaruh besar terhadap proses konstruksi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mu’ti mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 untuk melanjutkan program revitalisasi terhadap sekitar 11.744 satuan pendidikan. Jumlah tersebut, kata dia, masih berpotensi meningkat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Bapak Presiden meminta agar program revitalisasi ini terus diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih merata, terutama di daerah,” ujarnya.

Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby dalam kesempatan yang sama menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pendidikan. Ia menilai, revitalisasi satuan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh daerah dalam beberapa dekade ke depan.

“Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus mendukung setiap program strategis nasional di bidang pendidikan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter,” ujar Lisa.

Di Kota Banjarbaru, revitalisasi dilakukan pada dua sekolah dasar, yakni SDN 5 Guntung Manggis dan SDN 2 Bangkal. Perbaikan sarana dan prasarana di kedua sekolah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman, sekaligus meningkatkan motivasi belajar siswa dan kinerja tenaga pendidik.

Lisa berharap, program revitalisasi ini dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas proses belajar mengajar. Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan serta kolaborasi lintas pemerintahan agar pemerataan pendidikan dapat terwujud secara berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar kemajuan pendidikan bisa dirasakan secara merata, termasuk di Banjarbaru dan Kalimantan Selatan,” katanya.

Sejalan dengan upaya peningkatan tata kelola, mulai Tahun Anggaran 2026 pengusulan revitalisasi satuan pendidikan dilakukan secara terintegrasi melalui Aplikasi Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dapat diakses di laman revit.kemendikdasmen.go.id. Aplikasi ini memungkinkan seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pengusulan, verifikasi, hingga pemantauan pelaksanaan revitalisasi, tercatat secara digital.

Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah dan satuan pendidikan dapat mengajukan kebutuhan perbaikan sarana prasarana secara daring, melengkapi dokumen pendukung, serta memantau status usulan secara transparan dan akuntabel. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berharap optimalisasi penggunaan aplikasi ini dapat memastikan program revitalisasi berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional.(be)

Artikel ini bermanfaat? Bagikan: Facebook X

Banjarbaru Emas 2

Jurnalis — Meridian News
Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

💬 Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.