Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby Menerima Penghargaan Terbaik I Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting Regional Kalimantan

5 Mei 2026
13:53 WIB
3 mnt baca
290 tayangan
Bagikan: Facebook X

BANJARBARUEMAS.COM — Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, meraih Penghargaan Terbaik I kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kelompok Kota Regional Kalimantan dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Penghargaan tersebut diterima langsung di Platinum Hotel & Convention Hall, Balikpapan, Selasa (5/5/2026).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Muhammad Tito Karnavian bersama Direktur Utama Tempo, sebagai bentuk pengakuan atas kinerja Pemerintah Kota Banjarbaru yang dinilai paling menonjol dalam mengintegrasikan program pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di kawasan Kalimantan.

Ajang ini menjadi instrumen evaluasi kinerja berbasis indikator yang ketat. Penilaian mencakup konvergensi lintas sektor, capaian layanan hingga tingkat kelurahan, efektivitas intervensi, serta laju penurunan indikator utama. Inovasi daerah turut menjadi faktor pembeda, yakni sejauh mana pemerintah daerah mampu menghadirkan solusi yang adaptif dan berdampak nyata.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya membangun iklim kompetisi sehat di antara daerah. “Sebagai kepala daerah yang dipilih rakyatnya, metode terbaik adalah menciptakan iklim kompetitif. Dari sana akan lahir kinerja dan inovasi terbaik,” ujarnya.

Sebanyak 24 pemerintah daerah dari berbagai kategori menerima penghargaan dalam forum tersebut. Selain sebagai bentuk pengakuan, pemerintah pusat juga memberikan dukungan nyata berupa insentif fiskal. Untuk kategori yang diraih Banjarbaru, pemerintah pusat mengalokasikan insentif sebesar Rp3 miliar bagi peringkat pertama, sebagai dorongan agar capaian tersebut dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan melalui program-program yang lebih berdampak.

Capaian Banjarbaru tidak berdiri sendiri. Ia merupakan hasil kerja panjang yang dibangun secara sistematis dan melibatkan berbagai lapisan. Upaya penanganan stunting, misalnya, dipertegas melalui Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting 2026 yang mempertemukan 86 pemangku kepentingan.

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas sektor, mulai dari SKPD, camat, lurah, kepala puskesmas, hingga kader Posyandu dan Forum RT/RW untuk menyelaraskan data dan merumuskan intervensi yang lebih tepat sasaran. Pendekatan ini menempatkan persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan persoalan bersama yang harus ditangani secara terpadu.

Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) menjadi salah satu inovasi yang memperkuat pendekatan tersebut. Melalui program ini, para pemangku kepentingan terlibat langsung sebagai orang tua asuh guna memastikan anak-anak yang membutuhkan memperoleh intervensi gizi secara berkelanjutan.

Konsistensi pada aspek mendasar seperti pemenuhan gizi dan perbaikan sanitasi, dipadukan dengan keterbukaan data lapangan, menjadi fondasi percepatan penurunan stunting di Banjarbaru. Pendekatan serupa juga diterapkan dalam penanggulangan kemiskinan dengan memastikan program benar-benar menjangkau kelompok paling rentan.

Capaian ini menjadi pijakan untuk memperkuat langkah ke depan, memastikan setiap program tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Lisa menyatakan, “Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Banjarbaru. Kami akan terus bekerja memastikan setiap anak tumbuh sehat dan setiap keluarga merasakan peningkatan kesejahteraan. Ini bukan akhir, melainkan penguat komitmen kami untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan dan berkelanjutan.”tuturnya.(be).

Artikel ini bermanfaat? Bagikan: Facebook X

Banjarbaru Emas 2

Jurnalis — Meridian News
Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

💬 Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.