BANJARBARUEMAS.COM – Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Hj Erma Epiyana Hartati didampingi jajarannya dan Lurah Sungi Ulin, Guntur Adi Prasetyo mendatangi rumah nenek korban pembunuhan di perbatasan Sungai Ulin-Indrasdari Martapura pada,Senin (4/05/2026) untuk mengucapkan belasungkawa.
Kehadiran jajaranya tersebut menurut Wali Kota Banjarbaru adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap kekerasan perempuan dan anak, Wali Kota sangat mengecam perbuatan para pelaku yang tega menghilangkan nyawa seorang ustadzah tersebut dengan keji.
“Kehadiran pemerintah ke rumah duka adalah bentuk kepedulian dan keprihatinan kami atas kejadian tersebut, tentu kami sangat mengecam atas kejadian ini. Semoga almarhumah damai di sisi Allah SWT,” ungkap Lisa Halaby.
Wali Kota juga mengimbau kepada masyarakat Banjarbaru khususnya bagi para perempuan lebih berhati-hati saat melewati tempat sepi. “Secara pribadi dan sesama kaum perempuan saya mengimbau masyarakat lebih waspada saat melintas di jalan sepi, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,”ungkapnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Hj Erma Epiyana Hartati menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya untuk memberikan motivasi kepada keluarga.
“Alhamdulillah atas arahan ibu wali kota kami datang ke rumah keluarga korban untuk menyampaikan ucapa belasungkawa beliau. Kami juga sampaikan salam dan permohonan maaf karena ibu wali kota belum bisa hadir langsung. Kami juga bawakan bantuan berupa beras, sembako kepada nenek korban,” jelasnya.
Sekadar mengigatkan Rabu (29/4/2026) malam, Warga Kota Banjarbaru digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di kawasan hutan, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Korban diketahui berinisial HS (25), warga Komplek Bincau Indah II, Kabupaten Banjar.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 20.30 Wita, sekitar 500 meter dari Jalan Seledri, saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan dengan sejumlah luka di tubuh dan diduga menjadi korban tindak kekerasan.
Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko aksesoris sekaligus pengajar di Pondok Pesantren Muraa’tul Lughah, Kabupaten Banjar.
Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia secara tidak wajar di area hutan yang berjarak sekitar 500 meter dari Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara.(be)