Apresiasi untuk Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby, KEK Banjarbaru Optimistis Wujudkan Kota Kreatif Nasional 2027
waktu baca 2 menit
Sabtu, 21 Feb 2026 15:49 278 Banjarbaru Emas 2
Foto : drg. M. Hasriandy Candra Basri, S.H., penulis makalah “Perkembangan dan Tantangan Ekonomi Kreatif di Banjarbaru” menyerahkan naskah makalah kepada moderator dalam rangkaian acara Creative Talk Show di Stand KEK Banjarbaru, Ramadan Fair Lapangan Murjani.(BE)
BANJARBARUEMAS.COM – Riuh pengunjung Ramadan Fair di Lapangan Murjani, Jumat (20/2/2026) malam, menjadi saksi digelarnya Special Talk Show Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Banjarbaru bertema “Perkembangan dan Tantangan Ekonomi Kreatif di Banjarbaru.”. Bertempat di Stand KEK Banjarbaru dalam rangkaian Festival Wadai di Lapangan Dr. Murdjani, diskusi ini menjadi momentum konsolidasi ekosistem kreatif kota.
Hadir sebagai pemateri, drg. M. Hasriandy Candra Basri, S.H., memaparkan arah kebijakan pengembangan ekonomi kreatif, peluang pasar, penguatan komunitas, hingga strategi kolaborasi lintas subsektor. Di hadapan komunitas dan generasi muda yang memadati stand, ia menegaskan bahwa masa depan kota kini bertumpu pada kreativitas, inovasi, dan keberanian membangun jejaring.
Dalam paparannya, Hasriandy menyampaikan apresiasi terbuka kepada Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, yang telah melantik KEK Banjarbaru sebagai amanat Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2023 tentang Ekonomi Kreatif. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan komitmen kuat kepala daerah dalam menyiapkan fondasi kelembagaan bagi tumbuhnya sektor kreatif.
“Pelantikan KEK Banjarbaru adalah bentuk keberpihakan yang jelas. Ini bukan hanya simbol, tetapi penegasan bahwa Banjarbaru serius menata diri sebagai kota kreatif,” ujarnya.
Ia meyakini, di bawah kepemimpinan Wali Kota Lisa, Banjarbaru berpeluang besar mewujudkan target sebagai Kota Kreatif Nasional pada 2027, bahkan menembus jejaring Kota Kreatif Dunia melalui UNESCO. Optimisme itu bertumpu pada kekuatan komunitas muda yang aktif, ragam subsektor kreatif yang terus berkembang, serta dukungan kebijakan yang semakin terarah. Sebagai bagian dari komunitas fotografi, Hasriandy menilai keterlibatan generasi muda menjadi faktor penentu.
“Anak-anak muda Banjarbaru akan bangga jika dilibatkan dan menjadi bagian dari perjalanan ini. Kota kreatif bukan hanya soal program pemerintah, tetapi gerakan bersama,” katanya.
Ketua Umum KEK Banjarbaru, H. Riandy Hidayat, dalam kesempatan yang sama mengajak seluruh komunitas memanfaatkan Stand KEK sebagai ruang kolaborasi. Ia menegaskan, Ramadan Fair dan Festival Wadai bukan hanya ajang perayaan budaya, tetapi juga panggung promosi potensi kreatif warga.
“Stand KEK ini kami siapkan bukan hanya sebagai tempat singgah, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang hidup. Di sinilah komunitas, pelaku usaha, dan anak-anak muda kreatif bisa saling bertemu, bertukar gagasan, dan merancang masa depan bersama. Ramadan Fair dan Festival Wadai bukan semata perayaan budaya tahunan, melainkan panggung promosi bagi potensi kreatif warga Banjarbaru agar semakin dikenal dan memberi nilai tambah bagi ekonomi kota.” tegas Riandy.
Talk show yang berlangsung hangat itu ditutup dengan dialog interaktif seputar penguatan branding kota, digitalisasi pemasaran, hingga pentingnya inkubasi usaha kreatif.(be)
Tidak ada komentar