Selamat Milad Ibunda Hj. Siti Madhiyah

waktu baca 2 menit
Senin, 17 Nov 2025 17:08 491 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Marabahan selalu punya cara memanggil pulang. Angin dari pinggir sungai berembus pelan, seperti mengantar zikir. Aroma tanah basah selepas hujan menguarkan kenangan, dan suara azan dari langgar-langgar kecil menembus dada dengan lembut. Seakan semuanya berkata: di sinilah awalmu, di sinilah doa pertama itu dilangitkan.

Dan setiap 18 November, doa itu kembali pada sumbernya—seorang ibu bernama Hj. Siti Madhiyah. Perempuan kelahiran 1959 yang hidupnya sederhana, tetapi doanya panjang menjaga anak-anaknya. Perempuan yang tidak hanya mengajar huruf-huruf hijaiyah di madrasah, tetapi juga menanamkan makna ihsan dan kejujuran lewat keteladanannya sendiri.

Bagi Ahmad Syarief Nizami, Mama adalah tempat pulang paling sunyi, paling hangat, paling jujur. Segala pencapaiannya hari ini adalah buah dari doa yang tidak pernah disampaikan dengan suara keras, tetapi selalu bergetar di antara sujud ibunya yang panjang.

Setiap tahun, tanpa absen, ia kembali ke Marabahan. Ia menyalami tangan Mamanya, mencium kening perempuan yang membesarkannya dengan cinta yang tak pernah menuntut apa-apa. “Setahun sekali, wajib bagi saya mencium tangan setiap miladnya,” katanya. Dalam keharuan yang tak bisa ia sembunyikan, ia selalu kembali menjadi anak kecil yang mencari doa.

Malam itu, ia bahkan berpamitan lebih awal. Acara belum selesai, lampu-lampu masih menyala, orang-orang masih berbincang. Namun ia melangkah tergesa, seolah ada pintu yang harus segera dibuka.

Sebab bagi dirinya, ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada dunia seisinya: seorang ibu yang menua dalam doa-doanya sendiri, menunggu kepulangan anak lelakinya dengan senyum yang tak pernah ia minta untuk dibalas.

Selamat milad, Mama Hj. Siti Madhiyah.
Terima kasih telah menjadi sosok yang selalu memberi inspirasi tentang ketabahan, kelembutan dan ketulusan.
Semoga Allah selalu menjaga dan menaungi setiap langkah Ibu.

Malam ini, Marabahan kembali penuh doa.
Dan salah satu doa itu adalah tentang seorang ibu—mama yang hebat bagi anak-anaknya, yang dengan cinta dan ketegasan, bukan hanya membesarkan, tetapi juga menjaga hati, harga diri, dan masa depan mereka.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA