Wali Kota Erna Lisa Halaby Terima Wakil Dubes Belanda, Bahas Water Management dan Restorasi Balai Kota Banjarbaru

waktu baca 4 menit
Selasa, 6 Okt 2026 10:12 182 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM– Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menerima kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, di Rumah Dinas Wali Kota Banjarbaru, Selasa (6/10/2026). Selain bersilaturahmi, pertemuan tersebut membuka peluang penjajakan kerja sama pengelolaan air atau water management di tengah kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air di Banjarbaru.

Kunjungan Adriaan Palm juga menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat kondisi Kalimantan Selatan, terutama persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selama ini, informasi mengenai kondisi karhutla di Kalimantan Selatan banyak diperoleh pihak Belanda melalui pemberitaan.

Lisa mengatakan, keinginan melihat kondisi secara langsung menjadi salah satu bagian dari kunjungan tersebut.

“Dalam rangka silaturahmi dan ingin melihat langsung kondisi keadaan karhutla di Kalimantan Selatan, sekiranya tidak hanya mendengar dari berita saja,” kata Lisa saat memberikan keterangan kepada media setelah pertemuan.

Selain membahas karhutla, Lisa menyampaikan sejumlah kendala dan tantangan yang sedang dihadapi Pemerintah Kota Banjarbaru. Penyampaian tersebut sekaligus membuka ruang untuk melihat kemungkinan dukungan atau kerja sama yang dapat dikembangkan bersama pihak Belanda.

“Jadi kita sampaikan juga kendala atau tantangan apa yang sedang dihadapi oleh Pemerintah Kota Banjarbaru saat ini, kemudian apa yang dapat mereka bantu untuk kiranya bisa dikerjasamakan,” ujar Lisa.

Salah satu persoalan yang dibahas adalah kondisi kemarau panjang yang berdampak terhadap krisis air. Kondisi tersebut kemudian mengarah pada pembahasan mengenai pengelolaan air, bidang yang selama ini menjadi salah satu pengalaman Belanda.

Lisa menyebut pihak Belanda menyampaikan pengalaman mereka dalam menerapkan water management di negaranya. Dari pembahasan itu, terbuka peluang untuk melihat kemungkinan kerja sama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Banjarbaru.

“Ketika kita menyampaikan saat ini musim kemarau yang panjang dan berdampak dengan krisis air, mereka menyampaikan bahwa di negaranya sudah melakukan water management yang baik,” kata Lisa.

Menurut Lisa, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Banjarbaru untuk melihat pendekatan pengelolaan air yang sesuai dengan kondisi daerah.

Namun, penjajakan kerja sama tersebut masih akan melihat lebih lanjut kebutuhan dan bentuk kerja sama yang memungkinkan untuk dikembangkan.

Usai membahas persoalan aktual yang dihadapi Banjarbaru, kunjungan berlanjut ke Balai Kota Banjarbaru. Adriaan Palm meninjau bangunan yang memiliki nilai sejarah dan berkaitan dengan peninggalan arsitektur Belanda di Kota Banjarbaru.

Lisa menyampaikan bahwa bangunan Balai Kota Banjarbaru telah menjalani restorasi sebanyak dua kali. Informasi tersebut menjadi bagian dari penjelasan mengenai keberadaan bangunan bersejarah yang masih digunakan hingga saat ini.

“Kunjungan ke Balai Kota dalam rangka melihat bangunan peninggalan sejarah Belanda di Kota Banjarbaru. Kita sampaikan juga bahwa bangunan Balai Kota sudah dua kali melakukan restorasi,” ungkap Lisa.

Dalam peninjauan tersebut, Adriaan Palm melihat sejumlah bagian Balai Kota Banjarbaru, antara lain Ruang Aula Gawi Sabarataan dan Ruang Tamu Wali Kota.

Bagian lain yang turut ditinjau adalah balkon yang berada di ruang tamu wali kota. Dari balkon tersebut, terlihat langsung Lapangan Dr. Murdjani.

“Tadi mereka juga melihat beberapa bagian di Balai Kota Banjarbaru, seperti Ruang Aula Gawi Sabarataan, Ruang Tamu Wali Kota, termasuk balkon yang ada di ruang tamu dengan pemandangan langsung ke Lapangan Dr. Murdjani,” ujar Lisa.

Kunjungan tersebut pun mempertemukan dua sisi Kota Banjarbaru dalam satu rangkaian agenda. Di satu sisi, pemerintah daerah tengah menghadapi persoalan aktual seperti kemarau panjang, krisis air, dan karhutla. Di sisi lain, Banjarbaru memiliki bangunan bersejarah yang tetap menjadi bagian dari aktivitas pemerintahan dan mendapat perhatian melalui restorasi.

Lisa mengatakan, secara keseluruhan pihak Kedutaan Besar Kerajaan Belanda mengapresiasi Kota Banjarbaru setelah melihat langsung sejumlah bagian kota dan bangunan bersejarah tersebut.

“Secara keseluruhan mereka mengapresiasi Pemerintah Kota Banjarbaru,” ujar Lisa.

Lisa berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi. Menurut dia, hubungan yang telah terjalin dapat dilanjutkan melalui pertukaran pengalaman dan peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi Banjarbaru.

“Harapannya, hubungan ini bisa terus berlanjut dan apa yang menjadi pengalaman mereka dapat kita pelajari untuk melihat hal-hal yang sesuai dengan kebutuhan Kota Banjarbaru,” kata Lisa.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA