BANJARBARUEMAS.COM — Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby mendatangi Posko Pantau 3 Karhutla di Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kamis (24/9/2026). Berada lebih masuk dari jalur utama, posko tersebut menjadi salah satu titik pemantauan untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan dari arah Guntung Damar.
Setibanya di lokasi, Lisa berdialog dengan para relawan yang telah lebih dari dua bulan berjaga. Ia menanyakan kondisi personel, melihat peralatan yang digunakan, serta mengecek kebutuhan operasional yang diperlukan untuk mendukung pemantauan dan pencegahan karhutla.
Lisa juga menanyakan apakah keberadaan Posko Pantau 3 telah masuk dalam pendataan BPBD Kota Banjarbaru. Dari dialog tersebut, kondisi operasional dan kebutuhan relawan dapat disampaikan secara langsung.
Posko Pantau 3 berada di kawasan yang berbatasan dengan Guntung Damar. Lokasinya dapat diakses melalui Jalan Pondok Mangga maupun Jalan Pondok Jeruk dan berjarak sekitar satu kilometer dari Guntung Payung.
Menurut Camat Banjarbaru Utara Taufik Purwanto, lokasi posko dipilih dengan pertimbangan strategis karena menjadi salah satu titik pertahanan untuk mengantisipasi pergerakan api dari kawasan Guntung Damar.
“Sudah hampir lebih dari dua bulan Posko Pantau 3 Karhutla Loktabat Utara ini berdiri. Ini inisiatif dari Lurah Loktabat Utara, Bapak Dedy, dengan pertimbangan ini adalah garis pertahanan batas api yang datangnya dari wilayah Guntung Damar,” ujar Taufik.
Taufik menjelaskan, kawasan Guntung Damar merupakan lahan gambut yang berdekatan dengan lahan pertanian masyarakat. Kondisi tersebut membuat pemantauan di kawasan perbatasan perlu dilakukan lebih dekat dan berkelanjutan.
Posko yang berada lebih dekat dengan kawasan rawan juga membuat relawan dapat bergerak lebih cepat ketika diperlukan pencegahan atau pembasahan.
“Posko yang dekat dengan lokasi karhutla memudahkan kami dan para relawan untuk memantau dan melaksanakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” kata Taufik.
Menurut dia, pembasahan menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan tersebut agar tetap aman dari ancaman api.
“Karena ini adalah batas pertahanan yang harus sering dilakukan pembasahan,” ujarnya.
Selama lebih dari dua bulan beroperasi, Posko Pantau 3 menjadi titik kolaborasi sejumlah kelompok relawan. ETB Rescue, Emergency Mentaos, Barres, Batra, Emergency Beras Arjuna dan Palapa Rescue terlibat dalam pemantauan serta penanganan karhutla.
Koordinasi juga dilakukan bersama Polsek Banjarbaru Utara, BPBD Kota Banjarbaru dan Puskesmas Banjarbaru Utara. Puskesmas turut memberikan pemeriksaan kesehatan bagi relawan yang bertugas di lapangan.
Empat lurah di wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara juga terus berkoordinasi untuk memperkuat pengamanan kawasan perbatasan dengan Guntung Damar.
Dari sisi peralatan, kesiapsiagaan di posko pada awalnya dibangun dengan perlengkapan sederhana. Relawan memanfaatkan peralatan yang tersedia di lapangan untuk melakukan pembasahan dan penanganan awal. Seiring posko terus beroperasi, dukungan peralatan mulai bertambah.
“Mulai dari peralatan manual, ranting pohon sampai semprotan pupuk, jet shooter. Sekarang sudah dibantu dari BPBD dengan alcon dan tempat penampungan air 5.000 liter,” kata Taufik.
Dukungan tersebut memperkuat kemampuan relawan dalam melakukan pembasahan dan penanganan awal. Penjagaan juga tidak selalu berhenti pada siang hari. Dalam kondisi tertentu, personel dapat bertahan hingga malam untuk memastikan kawasan tetap terpantau.
Taufik menyebut keberlangsungan Posko Pantau 3 tidak terlepas dari kerja bersama jajaran kelurahan dan berbagai kelompok relawan.
“Kerja keras Pak Lurah didukung jajaran kasi di kelurahan, Mas Pur, Ibu Rina, Pak Bhabinkamtibmas Bapak Adry, serta para relawan ETB Rescue, EMR Rescue, Barres, Beras Arjuna dan dukungan Lurah Mentaos dan Lurah Komet menjadikan Posko Pantau 3 ini keluarga besar dalam memadamkan api, terkadang sampai malam hari,” ujar Taufik.
Bagi Lurah Loktabat Utara Dedy Wahyudie, dialog langsung di lapangan menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kondisi posko dan kebutuhan personel kepada pimpinan daerah.
“Kehadiran Ibu Wali Kota secara langsung di lapangan menjadi suntikan semangat dan moral yang luar biasa bagi para relawan dan petugas gabungan serta jajaran Kelurahan Loktabat Utara yang bersiaga menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” kata Dedy.
Menurut Dedy, interaksi tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan kebutuhan logistik dan peralatan operasional yang diperlukan untuk menjaga kesiapsiagaan.
“Dialog serta interaksi langsung Ibu Wali Kota saat mendengarkan aspirasi dan mengecek secara detail kebutuhan logistik maupun peralatan operasional para relawan membuktikan komitmen nyata Pemerintah Kota Banjarbaru dalam penanggulangan bencana karhutla,” ujarnya.
Dedy memastikan jajaran Kelurahan Loktabat Utara bersama relawan dan unsur terkait akan terus menjaga kesiapsiagaan di wilayah tersebut.
“Kami siap terus bersinergi dan menjalankan arahan Ibu Wali Kota demi memastikan wilayah Loktabat Utara dan Kota Banjarbaru tetap aman, kondusif, serta bebas dari bencana asap,” katanya.
Dari kalangan relawan, Ketua ETB Rescue Hamidi menyampaikan apresiasi sekaligus menyebut kebutuhan yang masih diperlukan agar personel dapat menjalankan tugas secara maksimal.
“Alhamdulillah, terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Wali Kota Banjarbaru atas kunjungan, perhatian, dan motivasi kepada kami ETB Rescue – Pos Pantau 3 Loktabat Utara,” ujar Hamidi.
Menurut Hamidi, dukungan operasional dan logistik menjadi salah satu kebutuhan penting bagi relawan yang berjaga dalam waktu panjang.
“Kami berharap dukungan ke depan, khususnya operasional dan logistik, agar kami dapat terus menjalankan tugas dengan maksimal,” katanya.
Selain kebutuhan operasional, ETB Rescue juga berharap dapat memiliki unit tangki sendiri. Kendaraan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk membantu penanganan berbagai kondisi darurat, mulai dari kebakaran permukiman, karhutla hingga kekeringan.
“Kami juga berharap suatu saat dapat memiliki unit tangki sendiri untuk membantu penanggulangan kebakaran permukiman, hutan dan lahan, serta kekeringan,” kata Hamidi.
Sementara itu, relawan ETB Rescue Hendra mengatakan, kehadiran Wali Kota di Posko Pantau 3 memberikan semangat tersendiri bagi personel yang menjalankan tugas.
“Kehadiran Ibu Wali Kota Banjarbaru di tengah-tengah relawan Posko 3 Karhutla menjadi penyemangat kawan-kawan semua,” ujar Hendra.
Lebih dari dua bulan beroperasi, Posko Pantau 3 Karhutla Loktabat Utara kini menjadi salah satu titik pemantauan di kawasan perbatasan Guntung Damar. Dari lokasi tersebut, relawan terus melakukan pengawasan dan pembasahan sebagai langkah pencegahan agar api tidak meluas ke lahan pertanian maupun permukiman.
Setelah pertemuan selesai, para relawan kembali melanjutkan penjagaan. Bagi mereka, kesiapsiagaan harus terus berjalan selama ancaman karhutla masih ada.
“Kehadiran Ibu menjadi semangat bagi kami untuk terus bertahan dan berjuang sebagai benteng penanggulangan karhutla. Semoga ETB Rescue terus dapat hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hamidi.(be)
197
Tidak ada komentar