IKAPTK Banjarbaru Salurkan 10.100 Masker untuk Warga Terdampak Karhutla, Wali Kota Lisa Apresiasi

waktu baca 5 menit
Senin, 24 Agu 2026 08:30 198 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Banjarbaru menyalurkan 10.100 masker kepada masyarakat dan sejumlah sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026).

Sebanyak 10.100 masker tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Syamsudin Noor, Kelurahan Landasan Ulin Utara, SDN 5 Syamsudin Noor, dan Kecamatan Liang Anggang.

Di Kelurahan Syamsudin Noor, bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby kepada Lurah Syamsudin Noor Fitria Khairani di Langgar Al-Idrus, Jalan Tambak Langsat.

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian distribusi masker IKAPTK untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.

Wali Kota Lisa mengapresiasi kepedulian IKAPTK Kota Banjarbaru yang turut hadir membantu masyarakat di tengah kondisi karhutla.

“Kami mengapresiasi IKAPTK Kota Banjarbaru. Tingkatkan terus kegiatan kepada masyarakat,” ujar Lisa.

Lisa juga mengingatkan masyarakat untuk ikut mencegah munculnya kebakaran baru sekaligus melindungi diri dari paparan asap.
Warga diminta tidak membakar sampah, menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan, serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar.

“Kami mengimbau kepada warga untuk tidak membakar sampah, menjaga kebersihan lingkungan, dan kalau tidak ada keperluan sebaiknya tidak keluar rumah. Kalau harus beraktivitas di luar, gunakan masker untuk melindungi diri dari paparan asap,” kata Lisa.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan karhutla, kata dia, membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Lurah Syamsudin Noor Fitria Khairani mengatakan bantuan masker tersebut akan dibagikan kepada warga di wilayahnya, termasuk anak sekolah dan masyarakat umum.

“Hari ini Ibu Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby memberikan bantuan masker untuk dibagikan ke seluruh warga Syamsudin Noor, baik anak sekolah maupun masyarakat umum,” kata Fitria.

Menurut Fitria, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi warga yang berada di tengah kondisi kabut asap. Ia juga menyampaikan bahwa Camat Landasan Ulin Dinny Wahyuny turut mengapresiasi perhatian pemerintah dan IKAPTK terhadap masyarakat.

Fitria mengatakan pemerintah kecamatan dan kelurahan juga mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.

“Ibu Wali Kota juga mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah ataupun membuka lahan dengan cara membakar agar tidak menyebabkan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan Ibu Wali Kota kepada warga yang terpapar kabut asap. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mencegah bahaya ISPA pada masyarakat,” kata Fitria.

Ia berharap kondisi kabut asap segera berlalu sehingga tidak memberikan dampak lebih jauh terhadap kesehatan dan perekonomian masyarakat.

“Diharapkan bencana kabut asap ini cepat berlalu agar tidak menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian distribusi kemudian berlanjut ke Kecamatan Liang Anggang. Di wilayah ini, bantuan masker diserahkan oleh M. Firmansyah selaku koordinator kegiatan bakti sosial IKAPTK Kota Banjarbaru.

Camat Liang Anggang Lia Astuti mengapresiasi langkah IKAPTK yang ikut hadir membantu masyarakat di wilayahnya yang terdampak kabut asap.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah nyata aksi sosial yang diinisiasi oleh IKAPTK Kota Banjarbaru. Kegiatan penyerahan bantuan dan pembagian masker ini adalah bentuk komitmen kepamongprajaan untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” kata Lia.

Menurut Lia, karhutla yang menimbulkan kabut asap turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Liang Anggang.

“Khususnya di wilayah Kecamatan Liang Anggang yang saat ini terdampak karhutla yang mengakibatkan kabut asap sehingga berdampak kepada kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu upaya bersama untuk mengurangi dampak paparan asap.

“Penggunaan masker adalah salah satu upaya kita bersama untuk mengurangi dampak tersebut,” kata Lia.

Lia menilai bantuan tersebut bukan hanya bermanfaat secara langsung bagi masyarakat, tetapi juga membawa pesan kepedulian dan kemanusiaan.

“Bantuan ini tentu saja menyalakan harapan bagi masyarakat dan merawat rasa kemanusiaan demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Landasan Ulin Utara Yuniarti Indah Sari mengatakan pihaknya menerima bantuan masker dari IKAPTK Kota Banjarbaru untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat dan sekolah yang terdampak karhutla.

“Ini kami menerima bantuan masker dari IKAPTK Kota Banjarbaru. Masker rencananya akan dibagikan ke sekolah-sekolah dan masyarakat yang terdampak karhutla,” kata Yuniarti.

Di wilayah Jalan Kurnia Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Utara, bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Firmansyah selaku koordinator kegiatan.

Firmansyah mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian IKAPTK sekaligus pesan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan perlindungan diri ketika beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

“Kami bagikan masker secara gratis. Selain bentuk kepedulian, ini juga merupakan bentuk pesan agar masyarakat menggunakan masker dalam beraktivitas di luar rumah mengingat kondisi karhutla di Banjarbaru saat ini,” kata Firmansyah.

Selain kepada masyarakat, bantuan juga disalurkan ke SDN 5 Syamsudin Noor untuk membantu melindungi siswa dan warga sekolah dari paparan asap.

Salah satu alumni IKAPTK Kota Banjarbaru yang turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut adalah Reza Pahlevi, yang juga menjabat sebagai Lurah Guntung Paikat.

Menurut Reza, keterlibatan alumni dalam kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Sebagai alumni STPDN/IPDN dan bagian dari keluarga besar IKAPTK, kami merasa terpanggil untuk hadir membantu masyarakat.
Bagi kami, pengabdian tidak hanya melalui tugas kedinasan, tetapi juga dengan hadir dan memberi manfaat secara langsung. Masker ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat membantu melindungi masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah karhutla. Semoga kondisi segera membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Reza.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA