BANJARBARUEMAS.COM — Edukasi tentang lingkungan tak selalu harus berlangsung di dalam kelas dengan suasana serius. Mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 05 Kelurahan Landasan Ulin Tengah mengemas pembelajaran pengelolaan sampah melalui permainan dan kegiatan interaktif bersama siswa SDN 1 Landasan Ulin Tengah.
Kegiatan Sosialisasi Sekolah tersebut berlangsung Jumat, 24 Juli 2026, pukul 08.00–10.30 WITA di Aula PKK Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Kegiatan dilaksanakan mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM Kelompok 05 bekerja sama dengan pihak sekolah.
Ketua Kelompok 05 KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM, Saffana Zukhruf Lahizhah, mengatakan edukasi tersebut dilakukan untuk mengenalkan pemilahan sampah kepada siswa sejak usia dini.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pemilahan sampah kepada siswa, sehingga mereka dapat memahami perbedaan sampah organik dan anorganik serta mulai membiasakan diri membuang sampah sesuai dengan jenisnya,” ujar Saffana.
Menurut Saffana, pengenalan pengelolaan sampah sejak usia sekolah penting untuk membentuk kebiasaan peduli terhadap lingkungan. Siswa juga dikenalkan dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah serta mahasiswa KKN. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah, mulai dari mengenali jenis sampah hingga cara mengelolanya dengan tepat.
Dalam materi tersebut, siswa diajak memahami pentingnya mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan, serta mendaur ulang sampah agar memiliki nilai guna.
Setelah penyampaian materi, siswa mengikuti sesi tanya jawab. Mahasiswa memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus menguji pemahaman mereka mengenai pengelolaan sampah.
Suasana kemudian dibuat lebih interaktif melalui permainan pemilahan sampah organik dan anorganik secara berkelompok. Siswa diminta mengenali jenis sampah yang diberikan dan menempatkannya sesuai kategori.
Permainan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk mempraktikkan secara langsung materi yang telah disampaikan.
Setelah permainan selesai, mahasiswa KKN mengevaluasi hasil pemilahan setiap kelompok. Kelompok dengan hasil terbaik kemudian diumumkan sebagai pemenang dan mendapatkan apresiasi.
Salah seorang siswa mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pengetahuan baru sekaligus dapat bermain bersama teman-temannya.
“Senang karena ada game memilah sampah dan dapat hadiah. Dari kegiatan ini saya juga jadi tahu perbedaan sampah organik dan anorganik,” ujar siswa tersebut.
Selain permainan, mahasiswa juga menyisipkan ice breaking untuk menjaga antusiasme siswa selama kegiatan. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan menyenangkan, mulai dari penyampaian materi, tanya jawab, permainan hingga evaluasi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menemukan masih terdapat siswa yang memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik. Mahasiswa kemudian memberikan demonstrasi dan penjelasan ulang agar siswa semakin memahami cara memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Kebiasaan membuang dan memilah sampah diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Siswa juga diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan kecil menjaga lingkungan dengan mengajak teman dan keluarga membuang sampah pada tempatnya serta melakukan pemilahan sejak dari sumbernya.
Bagi mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM Kelompok 05, edukasi kepada anak-anak menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran lingkungan secara berkelanjutan.
Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dibentuk melalui pengetahuan, tetapi juga melalui kebiasaan. Karena itu, kegiatan yang memadukan edukasi dan permainan menjadi cara mahasiswa untuk membuat pesan tentang pengelolaan sampah lebih mudah diterima dan diingat oleh siswa.
Kegiatan Sosialisasi Sekolah ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak usia dini sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di sekolah dan lingkungan tempat tinggal.(be)
96
Tidak ada komentar