CSR SERA Gelar Pelatihan Basic Life Support (BLS) di Kecamatan Liang Anggang, Tingkatkan Kesiapsiagaan Relawan dan Masyarakat

waktu baca 3 menit
Kamis, 25 Jun 2026 07:22 134 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Ketika seseorang mengalami henti jantung atau henti napas, setiap detik menjadi penentu antara hidup dan mati. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran orang pertama di lokasi yang memahami Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar dapat menjadi penyelamat sebelum tenaga medis tiba.

Kesadaran inilah yang mendorong PT Serasi Autoraya (SERA), bagian dari Astra Group, menyelenggarakan Pelatihan Basic Life Support (BLS) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di Aula Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kamis (25/6/2026).

Pelatihan tersebut menjadi upaya nyata meningkatkan kapasitas masyarakat dan relawan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kader Posyandu, perangkat kelurahan, pekerja sosial, hingga organisasi kerelawanan seperti BPK Mulia, Emergency Landu Team, BPK Mufakat, BPK Landbar, dan Emergency Repelia.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 WITA diawali registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh Manajemen SERA, sambutan Camat Liang Anggang, foto bersama, kemudian memasuki sesi inti berupa teori, praktik, dan simulasi Basic Life Support yang dipandu instruktur. Acara ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan peserta sebelum makan siang bersama.

Pelatihan tidak hanya memberikan materi konseptual, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan langsung teknik penyelamatan korban dalam kondisi gawat darurat. Peserta belajar mengenali tanda-tanda henti napas dan henti jantung, melakukan pemeriksaan kesadaran korban, meminta bantuan secara cepat, hingga melakukan kompresi dada sesuai standar internasional.

Secara umum, Bantuan Hidup Dasar merupakan serangkaian tindakan pertolongan pertama untuk mempertahankan sirkulasi darah dan pasokan oksigen menuju organ vital sebelum korban memperoleh penanganan medis lanjutan. Pengetahuan tersebut menjadi sangat penting mengingat kasus kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Dalam pelatihan dijelaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan penolong adalah memastikan keamanan diri, lingkungan, dan korban. Selanjutnya memeriksa respons korban, segera meminta bantuan dengan menghubungi layanan darurat 119 atau fasilitas kesehatan terdekat, kemudian melakukan resusitasi jantung paru (RJP) berupa kompresi dada sebanyak 100–120 kali per menit dengan kedalaman sekitar 5–6 sentimeter. Bagi penolong yang telah memiliki kompetensi, tindakan dilanjutkan dengan pemberian bantuan napas menggunakan teknik yang benar hingga bantuan medis profesional tiba.

Camat Liang Anggang Lia Astuti mengapresiasi inisiatif PT Serasi Autoraya yang menghadirkan pelatihan tersebut sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat dalam bidang keselamatan dan kemanusiaan.

“Kegiatan Pelatihan Basic Life Support (BLS) yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta para relawan dalam menghadapi kondisi darurat. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung mengenai pertolongan pertama yang tepat dan cepat,” ujar Lia Astuti.

Menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan bekal penting yang harus dimiliki masyarakat karena dapat menentukan keselamatan seseorang pada menit-menit awal sebelum petugas kesehatan datang.

“Kami mengapresiasi PT Serasi Autoraya (SERA) atas kepeduliannya melalui program CSR yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam membantu sesama dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di lingkungan Kecamatan Liang Anggang,” katanya.

Pelatihan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah kecamatan, dunia usaha, organisasi relawan, dan masyarakat dalam membangun budaya tanggap darurat. Kehadiran relawan yang memiliki kompetensi Bantuan Hidup Dasar diharapkan mampu mempercepat respons terhadap berbagai kejadian seperti kecelakaan lalu lintas, bencana, maupun kondisi medis mendadak di lingkungan masyarakat.

Bagi PT Serasi Autoraya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial melalui peningkatan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan dan keselamatan. Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih siap menghadapi berbagai risiko kedaruratan.

Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami teknik Basic Life Support, peluang korban untuk bertahan hidup sebelum mendapatkan penanganan medis profesional akan semakin besar. Karena dalam situasi darurat, pertolongan pertama yang dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur bukan sekadar keterampilan, melainkan ikhtiar menyelamatkan nyawa.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA