BNN Banjarbaru Gandeng PKK dan Agen Pemulihan, Perkuat Ketahanan Keluarga Menuju Kelurahan Syamsudin Noor Bersinar

waktu baca 5 menit
Rabu, 17 Jun 2026 02:25 158 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Ancaman penyalahgunaan narkoba tidak lagi mengenal batas usia, profesi, maupun lingkungan sosial. Karena itu, keluarga dinilai menjadi benteng pertahanan pertama yang harus diperkuat untuk mencegah masuknya narkoba ke tengah masyarakat.

Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru di Aula Kelurahan Syamsudin Noor, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan langsung Kepala BNN Kota Banjarbaru AKBP Arif Wahyu Bibitharta sebagai narasumber utama. Sekitar 60 peserta mengikuti sosialisasi yang terdiri dari Ketua dan Pengurus Tim Penggerak PKK Kelurahan Syamsudin Noor, anggota PKK Pokja I hingga Pokja IV, Agen Pemulihan, perangkat kelurahan, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Turut hadir Lurah Syamsudin Noor Fitria Khairani beserta jajaran yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan narkoba berbasis keluarga dan masyarakat.

Dalam paparannya, AKBP Arif Wahyu Bibitharta menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun BNN. Menurutnya, keberhasilan P4GN sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.

“BNN tidak bisa bekerja sendiri. Kunci keberhasilan pencegahan narkoba ada pada kepedulian masyarakat. Ketika masyarakat peduli terhadap lingkungan sekitarnya, maka ruang gerak peredaran narkoba akan semakin sempit,” ujar Arif di hadapan para peserta.

Ia menjelaskan, saat ini para pelaku peredaran narkoba terus mencari berbagai cara untuk menjangkau calon pengguna baru. Bahkan sasaran mereka tidak lagi hanya kalangan remaja, tetapi juga ibu rumah tangga dan kelompok masyarakat lainnya.

“Peredaran narkoba sekarang sudah masuk ke berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama. Orang tua harus mengenali perubahan perilaku anak-anaknya, harus membangun komunikasi yang baik, dan tidak boleh lengah terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Menurut Arif, upaya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penindakan semata. Karena itu, kader PKK memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“Saya berharap ibu-ibu PKK menjadi penyambung informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Edukasi tentang bahaya narkoba harus terus dilakukan karena pencegahan dimulai dari rumah. Jika keluarga kuat, maka lingkungan juga akan kuat menghadapi ancaman narkoba,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Arif juga memperkenalkan peran Agen Pemulihan yang selama ini menjadi perpanjangan tangan BNN Kota Banjarbaru di tingkat kelurahan.

Menurut dia, para Agen Pemulihan telah mendapatkan pelatihan khusus selama satu minggu untuk membekali mereka dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Mereka kami latih tentang komunikasi efektif, skrining awal pengguna narkoba, teknik penjangkauan, hingga cara memberikan edukasi kepada masyarakat. Agen Pemulihan adalah ujung tombak BNN di tingkat kelurahan untuk mendeteksi dini dan membantu masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu takut apabila ada anggota keluarga yang terlanjur menjadi penyalahguna narkoba.

“Kalau ada keluarga yang terindikasi menggunakan narkoba, jangan disembunyikan. Segera laporkan kepada Agen Pemulihan atau BNN. Kita ingin mereka mendapatkan rehabilitasi dan kembali produktif di tengah masyarakat. Penyalahguna harus diselamatkan agar masa depannya tidak hancur karena narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Syamsudin Noor, Fitria Khairani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BNN Kota Banjarbaru yang memberikan edukasi langsung kepada kader PKK dan Agen Pemulihan.

Menurut Fitria, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari agenda rutin PKK yang kali ini difokuskan untuk memperkuat wawasan masyarakat mengenai bahaya narkoba.

“Kami sangat bersyukur karena pertemuan rutin PKK kali ini mendapat materi langsung dari Kepala BNN Kota Banjarbaru. Ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi para kader PKK untuk memahami bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus langkah-langkah pencegahannya,” ujar Fitria.

Ia mengatakan kader PKK memiliki jaringan yang sangat luas hingga ke tingkat keluarga sehingga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarkan informasi mengenai bahaya narkoba.

“Kader PKK adalah ujung tombak di masyarakat. Mereka hadir di lingkungan terkecil dan berinteraksi langsung dengan keluarga. Karena itu, kami berharap para kader mampu menjadi pelopor pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing-masing,” katanya.

Fitria juga mengajak seluruh warga untuk tidak bersikap acuh terhadap persoalan narkoba yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Kalau ada indikasi penyalahgunaan narkoba, jangan diam. Segera koordinasikan dengan pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga generasi muda dan lingkungan kita dari ancaman narkoba,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kelurahan Syamsudin Noor berkomitmen mendukung seluruh program P4GN yang dijalankan BNN Kota Banjarbaru.

“Harapan kami sangat jelas, yaitu mewujudkan Kelurahan Syamsudin Noor sebagai Kelurahan Bersinar, Bersih dari Narkoba. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan terkait pola peredaran narkoba, upaya rehabilitasi, hingga langkah yang harus dilakukan masyarakat apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.

Salah satu Agen Pemulihan BNN Kota Banjarbaru yang juga Ketua RT 21 RW 05 Kelurahan Syamsudin Noor, Erwin Solihan mengaku sosialisasi tersebut memberikan pemahaman yang sangat penting bagi masyarakat.

“Alhamdulillah kegiatan ini sangat bermanfaat dan mendapat respons yang sangat baik dari seluruh kader PKK. Mereka mengikuti kegiatan dengan serius karena menyadari bahwa ancaman narkoba sekarang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, para peserta menyadari bahwa peredaran narkoba saat ini telah menyasar kelompok yang selama ini dianggap jauh dari risiko penyalahgunaan narkoba.

“Kita tidak bisa lagi menganggap narkoba hanya menyasar kalangan tertentu. Sekarang ibu rumah tangga, remaja bahkan anak-anak bisa menjadi sasaran. Karena itu kewaspadaan keluarga harus ditingkatkan,” ujarnya.

Sebagai Agen Pemulihan, dirinya mengaku siap membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan maupun rehabilitasi.

“Kami hadir sebagai perpanjangan tangan BNN di kelurahan. Kalau ada warga yang terindikasi menggunakan narkoba, jangan takut dan jangan malu untuk melapor. Kami siap melakukan pendampingan dan menghubungkan dengan BNN agar mendapatkan penanganan yang tepat,” katanya.

Ia juga berharap upaya pencegahan dan penegakan hukum dapat berjalan beriringan demi menekan peredaran narkoba di masyarakat.

“Kami tentu berharap penegakan hukum terhadap pelaku peredaran narkoba terus dilakukan secara tegas. Namun yang tidak kalah penting adalah menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba melalui edukasi dan rehabilitasi. Jangan sampai ada keluarga yang hancur karena narkoba,” tuturnya.

Melalui sinergi BNN Kota Banjarbaru, Pemerintah Kelurahan Syamsudin Noor, kader PKK, dan Agen Pemulihan, komitmen mewujudkan Kelurahan Bersinar terus diperkuat. Kesadaran bersama pun ditegaskan bahwa pencegahan narkoba harus dimulai dari keluarga, didukung kepedulian warga terhadap lingkungan sekitarnya.

Dengan keluarga sebagai benteng utama, cita-cita menjadikan Kelurahan Syamsudin Noor bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba bukan sekadar harapan, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan bersama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA