BANJARBARUEMAS.COM – Pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah di RT 02 RW 03 Sumberadi, Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, Rabu (27/5/2026), menghadirkan suasana berbeda. Di tengah kesibukan warga dan panitia memotong serta membagikan daging kurban, tidak tampak lagi kantong kresek hitam maupun plastik sekali pakai yang biasanya menumpuk di lokasi pembagian daging.
Sebagai gantinya, panitia menyediakan bakul berbahan purun untuk wadah pembagian daging kurban kepada masyarakat. Anyaman purun khas Kalimantan Selatan itu tersusun rapi di lokasi pembagian, menjadi simbol semangat baru warga dalam mendukung gerakan ECO Qurban yang kini mulai digalakkan Pemerintah Kota Banjarbaru.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru tentang pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pelaksanaan Iduladha.
Ketua RT 02 RW 03 Sumberadi, Maryono mengatakan, penggunaan bakul purun tahun ini sengaja dipilih sebagai bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik.
Menurutnya, pelaksanaan kurban menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah pelaksanaan kurban tahun ini menggunakan bakul dari purun. Pertama, kami ingin mendukung himbauan Wali Kota Banjarbaru untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai. Selain itu, upaya ini juga di satu sisi bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dan membantu UMKM agar bisa bangkit, tumbuh, dan berkembang,” ujar Maryono.
Ia menjelaskan, bakul purun yang digunakan warga merupakan hasil kerajinan masyarakat lokal. Dengan penggunaan wadah tersebut, secara tidak langsung warga ikut membantu perputaran ekonomi para pengrajin purun yang selama ini terus berupaya mempertahankan kerajinan tradisional daerah.
Menurut Maryono, sambutan masyarakat terhadap penggunaan bakul purun sangat positif. Warga merasa wadah tersebut lebih kuat, bisa digunakan berulang kali, serta memiliki nilai estetika dibanding kantong plastik sekali pakai yang langsung dibuang setelah digunakan.
“Alhamdulillah penyambutan warga sangat positif. Harapannya, penggunaan bakul purun ini bukan hanya saat pembagian daging kurban saja, tetapi juga bisa dipakai untuk wadah belanja maupun kegiatan lainnya. Ini bentuk kontribusi kami terhadap program Paikat Pilah Sampah yang sedang digalakkan di Kelurahan Guntung Paikat,” katanya.
Ia berharap gerakan kecil yang dimulai dari lingkungan RT tersebut bisa menjadi contoh bagi lingkungan lain untuk mulai beralih menggunakan bahan ramah lingkungan dalam berbagai aktivitas masyarakat.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Guntung Paikat, H. Sudirman menilai penggunaan bakul purun dalam pembagian daging kurban menjadi langkah positif yang patut diapresiasi. Menurutnya, gerakan tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian warga terhadap persoalan sampah plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan perkotaan.
“Kegiatan penggunaan wadah purun ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus upaya mendukung program pengurangan sampah plastik di wilayah kami. Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan bisa menjadikan purun sebagai alternatif yang bernilai ekonomi serta budaya,” ujarnya.
Ia mengatakan, penggunaan purun tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik, tetapi juga menjaga keberlangsungan budaya lokal yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sudirman berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang menjadi budaya baru masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan di lingkungan warga.
Apresiasi juga disampaikan Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi. Ia menyebut inisiatif warga RT 02 RW 03 menjadi contoh nyata keterlibatan masyarakat dalam mendukung program pemerintah terkait pengurangan sampah plastik dan pelestarian lingkungan.
Menurutnya, pelaksanaan ECO Qurban tidak hanya berbicara soal penggantian wadah plastik, tetapi membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dari lingkup terkecil.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif warga RT 02 RW 03 Kelurahan Guntung Paikat yang mulai menggunakan wadah purun sebagai pengganti plastik sekali pakai. Langkah ini merupakan bentuk nyata dukungan masyarakat dalam melaksanakan surat edaran Wali Kota Banjarbaru terkait pengurangan penggunaan plastik demi menjaga lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” katanya.
Reza menambahkan, penggunaan purun juga menjadi bentuk pelestarian kearifan lokal Banjar yang memiliki nilai budaya dan ekonomi bagi masyarakat.
Ia berharap langkah warga RT 02 RW 03 dapat menjadi inspirasi bagi RT lain di Guntung Paikat maupun wilayah lain di Banjarbaru untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.
“Selain ramah lingkungan, penggunaan purun juga menjadi upaya melestarikan kearifan lokal serta mendukung produk kerajinan masyarakat. Harapannya, kegiatan positif seperti ini dapat menjadi contoh bagi RT lainnya di Kelurahan Guntung Paikat agar bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di akhir, Reza menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Menurutnya, perubahan sederhana seperti mengganti kantong plastik dengan wadah ramah lingkungan justru bisa memberi dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Kalau masyarakat mulai sadar mengurangi plastik dari kegiatan sederhana seperti pembagian daging kurban, maka dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan kita ke depan. Kami ingin budaya peduli lingkungan ini terus tumbuh di tengah masyarakat Guntung Paikat. ECO Qurban bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang tanggung jawab kita menjaga bumi dan menjaga masa depan generasi yang akan datang,” tutup Reza.(be)
299
Tidak ada komentar