BANJARBARUEMAS.COM – Semangat kolaborasi antara masyarakat dan Pemerintah Kota Banjarbaru kembali terlihat dalam penanganan persoalan lingkungan di wilayah Kelurahan Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kamis (21/5/2026). Aduan warga terkait lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tertutup ranting pohon langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi cepat antara warga, RT, LPM, kelurahan, hingga Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarbaru.
Pola sinergi tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, yang mendorong masyarakat aktif menyampaikan kebutuhan dan keluhan pelayanan publik melalui perangkat wilayah seperti RT, lurah, hingga kecamatan agar dapat difasilitasi dan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kota.
Melalui koordinasi tersebut, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarbaru bersama Kelurahan Komet melakukan pemangkasan ranting pohon trembesi di sejumlah titik jalan lingkungan yang selama ini menghalangi cahaya lampu PJU dan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sejak pagi, petugas bersama aparat kelurahan terlihat melakukan pemotongan ranting-ranting pohon yang menjulur hingga menutupi badan jalan. Selain mengurangi pencahayaan lampu jalan pada malam hari, kondisi pohon yang terlalu rindang juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan apabila dahan patah atau tumbang saat hujan deras dan angin kencang.
Lurah Komet, Bara Russetyoko, mengatakan penanganan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang masuk melalui RT dan LPM setempat. Keluhan itu kemudian diteruskan kepada Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarbaru untuk segera dilakukan peninjauan lapangan.
Menurut dia, pola komunikasi seperti itu menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang cepat dan responsif di tingkat lingkungan.
“Warga menyampaikan keluhan terkait lampu PJU yang pencahayaannya tertutup ranting pohon. Setelah berkoordinasi bersama RT dan LPM, kami langsung menyampaikan laporan kepada Dinas Perkim Kota Banjarbaru dan alhamdulillah segera ditindaklanjuti,” ujar Bara di sela kegiatan.
Ia menilai respons cepat tersebut memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat, khususnya pengguna jalan pada malam hari.
“Kami mengapresiasi respon cepat dari Dinas Perkim Kota Banjarbaru atas tindak lanjut aduan masyarakat terkait PJU yang terhalang ranting pohon di wilayah Kelurahan Komet. Melalui koordinasi bersama LPM dan RT setempat, permasalahan ini dapat segera ditangani sehingga penerangan jalan kembali optimal,” katanya.
Bara menambahkan, keterlibatan aktif warga dalam menyampaikan persoalan lingkungan menjadi faktor penting dalam mendukung pelayanan pemerintah yang tepat sasaran.
“Harapan kami, sinergi antara masyarakat, RT, LPM, kelurahan, dan pemerintah kota seperti ini terus terjalin demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, tertib, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu petugas penebang pohon di lokasi, Suratman, mengatakan pemangkasan pohon trembesi dilakukan tidak hanya untuk memperbaiki pencahayaan jalan, tetapi juga sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko bencana kecil di lingkungan permukiman.
Menurut dia, pohon-pohon besar yang tidak dipangkas secara berkala berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
“Pemangkasan pohon trembesi ini merupakan salah satu upaya nyata untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat dahan atau batang pohon yang bisa tumbang sewaktu-waktu. Selain itu, lampu jalan juga kembali terang sehingga masyarakat merasa lebih aman saat melintas di malam hari,” kata Suratman.(be)
358
Tidak ada komentar