Banjarbaru Raih Penghargaan Transformasi Digital Terbaik, Kado Istimewa Jelang HUT ke-27

waktu baca 3 menit
Kamis, 16 Apr 2026 07:13 199 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-27, Pemerintah Kota Banjarbaru menorehkan capaian membanggakan di tingkat regional. Kota ini dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah dengan Transformasi Digital Terbaik dalam ajang High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Kalimantan Selatan.

Penghargaan tersebut diterima oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Banjarbaru, Sri Lailana, yang mewakili wali kota Banjarbaru. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dalam kegiatan yang digelar di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya, Rabu (15/4/2026).

Capaian ini menegaskan bahwa Banjarbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby terus bergerak menuju kota modern berbasis teknologi digital. Transformasi yang dijalankan tidak sekadar menghadirkan aplikasi, melainkan menyentuh perubahan mendasar pada tata kelola pemerintahan, proses bisnis, hingga budaya kerja aparatur sipil negara.

Dalam praktiknya, Pemerintah Kota Banjarbaru dinilai berhasil mengintegrasikan teknologi modern mulai dari sistem berbasis cloud, integrasi data lintas sektor, hingga penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Langkah ini berdampak langsung pada meningkatnya efisiensi birokrasi, transparansi layanan, serta kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan publik.

Lebih dari itu, perubahan pola pikir aparatur menjadi kunci utama. ASN didorong untuk mengadopsi digital mindset yang lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan. Hasilnya, pelayanan publik tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih terukur dari sisi kinerja dan kepuasan masyarakat.

Kegiatan HLM TP2DD sendiri menjadi forum strategis untuk mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Fokusnya mencakup optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan efisiensi belanja daerah, serta penguatan sinergi antarwilayah dalam menghadirkan layanan publik yang berkualitas.

Dalam arahannya, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menekankan pentingnya perluasan penggunaan transaksi non-tunai di masyarakat, khususnya melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Ia menilai tingkat pemanfaatan QRIS yang masih di bawah 10 persen menunjukkan perlunya edukasi yang lebih masif.

“Kita kurang sosialisasi mungkin. Jadi kita perbanyak sosialisasi dan diajari masyarakat hingga terbiasa menggunakan QRIS ini,” ujar Muhidin.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk memanfaatkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dalam transaksi keuangan daerah sebagai bagian dari ekosistem digital yang transparan dan akuntabel.

Bagi Banjarbaru, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan refleksi dari arah pembangunan kota yang semakin matang. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan pelayanan publik mampu menjawab dinamika zaman.

Di usia ke-27, penghargaan ini menjadi kado istimewa sekaligus penanda arah kemajuan Banjarbaru sebagai kota yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Transformasi digital yang dibangun memperluas akses dan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat. Dengan fondasi ini, Banjarbaru terus melangkah sebagai kota modern yang efisien, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan warganya.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA