BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Kota Banjarbaru kembali mencatatkan prestasi di bidang pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan, kota ini meraih penghargaan Apresiasi Kinerja Terbaik Implementasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang Objektif dan Transparan dalam ajang BPMP Kalsel Award 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menerapkan sistem penerimaan murid baru yang adil, transparan, dan bebas pungutan. Apresiasi itu diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru, Abdul Basid, yang mewakili pemerintah kota. Penghargaan diserahkan pada Kamis (26/2/2026) dalam rangkaian Konsolidasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan di Grand Qin Hotel, Banjarbaru, dan diserahkan langsung oleh Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Selatan (BPMP) Kalsel, Yuli Haryanto.
Abdul Basid menyebut capaian tersebut sebagai buah dari komitmen kolektif pemerintah daerah dalam menata tata kelola pendidikan yang bersih dan akuntabel.
“Alhamdulillah, Banjarbaru memperoleh Apresiasi Kinerja Terbaik Implementasi SPMB yang Objektif dan Transparan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.
Menurut dia, bagaimana keberhasilan itu dicapai tidak terlepas dari langkah strategis Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, yang menerbitkan langsung petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan SPMB. Juknis tersebut menegaskan prinsip transparansi, objektivitas, serta larangan pungutan dalam seluruh proses penerimaan siswa baru.
Selain itu, pengelolaan data berbasis daring (online) dilakukan secara rapi dan terintegrasi. Sistem tersebut memungkinkan publik memantau proses seleksi secara terbuka.
Selama pelaksanaan SPMB, tidak terdapat laporan pengaduan dari orang tua siswa kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan.
“Tidak adanya laporan ke Ombudsman menunjukkan proses berjalan sesuai aturan dan harapan masyarakat,” kata Basid.
Di luar tata kelola penerimaan siswa, indikator mutu pendidikan Banjarbaru juga menunjukkan tren positif. Pada Rapor Pendidikan jenjang SMP, kota ini mencatat skor literasi mencapai 88,42 persen, tertinggi pada ranah tersebut di tingkat provinsi.
Capaian literasi itu menjadi penanda bahwa reformasi tata kelola berjalan seiring dengan penguatan kualitas pembelajaran di kelas. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan kapasitas memahami, menganalisis, dan mengolah informasi secara kritis, kompetensi yang menjadi fondasi pembelajaran abad ke-21.
Wali Kota Erna Lisa Halaby menilai penghargaan dan capaian literasi tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh ekosistem pendidikan.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama, mulai dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru-guru, hingga orang tua siswa. Capaian literasi 88,42 persen menunjukkan bahwa upaya membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Lisa menambahkan, kebijakan daerah yang ia dorong selaras dengan implementasi regulasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, termasuk Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Sekolah Aman dan Nyaman. Menurut dia, sekolah yang aman dan bebas praktik diskriminatif akan mendorong partisipasi belajar lebih optimal.
Ia menegaskan, pembenahan tata kelola pendidikan merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintah kota di awal masa kepemimpinannya. Transparansi dalam SPMB, digitalisasi layanan, serta penguatan budaya literasi ditempatkan sebagai satu kesatuan kebijakan.
“Ke depan, Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus melahirkan inovasi di bidang pendidikan agar mutu pembelajaran dan pelayanan kepada peserta didik semakin baik,” katanya.
Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa reformasi birokrasi di sektor pendidikan, mulai dari hulu penerimaan peserta didik hingga hilir capaian akademik, dapat berjalan simultan.
Banjarbaru menunjukkan bahwa tata kelola yang transparan bukan hanya membangun kepercayaan publik, tetapi juga berdampak pada kualitas hasil belajar.
Dengan capaian literasi 88,42 persen dan nihil aduan dalam proses SPMB, Banjarbaru menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pendidikan yang kian matang di Kalimantan Selatan.(be)
333
Tidak ada komentar