Warga Temukan Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Wali Kota, Tawarkan “Peremajaan Mobil Dinas”

waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Feb 2026 02:38 414 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Modus penipuan digital kembali menyasar warga Banjarbaru. Kali ini, akun Facebook palsu yang mengatasnamakan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, ditemukan aktif menghubungi warga dan menawarkan skema yang mencurigakan.

Temuan ini bermula ketika seorang warga Banjarbaru, Yopi (38), mendapati akun mencurigakan dengan tautan:
👉 https://www.facebook.com/profile.php?id=61587590627153

Sekilas, akun tersebut menggunakan nama dan foto yang menyerupai akun resmi Wali Kota. Namun setelah ditelusuri, Yopi memastikan akun resmi yang benar adalah:
👉 https://www.facebook.com/hj.lisahalaby/

Perbedaan alamat tautan menjadi salah satu indikator kuat bahwa akun tersebut palsu.

Tak hanya sekadar meniru identitas, akun palsu itu bahkan aktif mengirim pesan pribadi kepada warga dengan modus menawarkan “acara peremajaan mobil dinas”.

Dalam tangkapan layar percakapan yang diterima redaksi, akun tersebut menulis:

“Ini ibu lagi ada acara peremajaan mobil dinas.”
“Bisa bantu ibu nego kan harga mobil ini ke pembelinya.”
“Soalnya pembelinya relasi baik ibu.”
“Ajudan ibu ada di acara, nanti kerja sama yang baik sama ajudan ibu.”
“Ajudan ibu namanya Muhammad Baim.”
“Berapa no WA biar ibu kasih ajudan.”

Ketika warga merespons dan menanyakan cara kerja sama, akun tersebut terus meyakinkan dengan kalimat, “Mudah-mudahan sukses, jangan kecewakan ibu ya, amanah.”

Yopi menilai pola komunikasi tersebut sangat mencurigakan karena mengarah pada permintaan nomor WhatsApp dan kemungkinan komunikasi lanjutan di luar Facebook.

“Bahasanya dibuat seolah-olah resmi dan penuh kepercayaan. Tapi arahnya meminta nomor WA dan membawa-bawa ajudan. Ini jelas mencurigakan,” ujar Yopi.

Modus seperti ini umum digunakan dalam penipuan daring. Pelaku menyamar sebagai pejabat, membangun kedekatan emosional, lalu mengarahkan korban ke percakapan pribadi untuk kemudian meminta bantuan dana, transfer, atau transaksi tertentu.

Warga diimbau untuk tidak menanggapi pesan tersebut dan tidak memberikan data pribadi, termasuk nomor WhatsApp, kode OTP, maupun informasi keuangan.

Yopi juga mengajak warga Banjarbaru untuk bersama-sama melaporkan akun palsu tersebut agar segera ditindak oleh pihak Facebook.

Cara melaporkan akun Facebook cukup mudah: buka profil akun yang diduga palsu, klik ikon tiga titik (…), pilih “Laporkan Profil”, lalu pilih alasan seperti “Berpura-pura menjadi orang lain” atau “Akun palsu”. Ikuti petunjuk hingga laporan terkirim.

Pelaporan bersifat rahasia dan identitas pelapor tidak akan diketahui. Jika terbukti melanggar Standar Komunitas, Facebook dapat menonaktifkan akun tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa literasi digital dan kewaspadaan kolektif sangat penting. Pejabat publik tidak pernah meminta bantuan pribadi, transaksi, atau negosiasi penjualan melalui pesan pribadi media sosial.

Warga Banjarbaru diminta untuk segera melaporkan akun tersebut serta menyebarkan informasi ini ke grup RT/RW dan komunitas agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban.

Ruang digital yang aman hanya bisa terwujud jika masyarakat bergerak bersama melawan penipuan daring.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA