Dari Banjarbaru, Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat dan Tegaskan Negara Hadir bagi Anak Tertinggal

waktu baca 5 menit
Selasa, 13 Jan 2026 02:36 323 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Peresmian nasional ini dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 11.24 WITA, didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta para kepala daerah. Setibanya di halaman sekolah, Presiden disambut barisan siswa Sekolah Rakyat yang menampilkan atraksi baris-berbaris dengan formasi rapi dan penuh disiplin. Penyambutan itu menjadi pembuka rangkaian acara peresmian yang sarat simbol tentang hadirnya negara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta. Suasana khidmat kemudian beralih menjadi penuh semangat saat para siswa menampilkan formasi baris-berbaris yang mencerminkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepercayaan diri yang dibangun melalui sistem pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat.

Presiden Prabowo tampak beberapa kali tersenyum dan memberikan tepuk tangan ketika menyaksikan langsung penampilan para siswa. Momen tersebut berlanjut dengan penayangan video bertajuk Manifesto Sekolah Rakyat, yang menggambarkan semangat dasar, visi, serta cita-cita besar program pendidikan ini sebagai instrumen memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Tak hanya itu, para siswa juga menampilkan pertunjukan teatrikal yang merefleksikan perjalanan hidup anak-anak dari keluarga tertinggal hingga memperoleh harapan baru melalui Sekolah Rakyat. Di sela pertunjukan, perwakilan siswa menyerahkan sebuah novel hasil karya bersama para siswa Sekolah Rakyat kepada Presiden Prabowo. Presiden menerima buku tersebut dengan ekspresi bangga.

Kebanggaan Presiden semakin terlihat ketika empat orang siswa menyampaikan pidato singkat dalam empat bahasa asing, yakni bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab. Penampilan ini menjadi penegasan bahwa keterbatasan latar belakang ekonomi bukanlah penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk menguasai kemampuan global.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa haru dan kebanggaannya atas capaian para siswa Sekolah Rakyat. Ia menilai program ini lahir dari keberanian negara mengambil langkah yang tidak lazim, namun dibutuhkan untuk menjawab persoalan ketimpangan akses pendidikan.

“Bayangkan kalau waktu itu kita, saya dan menteri-menteri, tidak mengambil sikap yang berani. Kita memutuskan untuk berbuat sesuatu yang mungkin tidak lazim, membangun sekolah yang terbaik, sekolah berasrama bagi mereka yang mungkin tidak punya harapan,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, yang selama ini kerap terpinggirkan dari sistem pendidikan berkualitas. Melalui konsep pendidikan berasrama, negara hadir tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga lingkungan hidup yang mendukung tumbuh kembang karakter, disiplin, dan rasa percaya diri.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan pesan moral yang kuat kepada para siswa agar tidak pernah merasa rendah diri terhadap latar belakang keluarga mereka. Ia menekankan bahwa setiap pekerjaan orang tua adalah pekerjaan mulia selama dilakukan dengan kejujuran dan keringat.

“Hormati orang tuamu. Jangan pernah malu. Kalau perlu kau pulang, kau sungkem, kau cium kaki orang tuamu. Mereka lebih mulia daripada orang-orang pintar tetapi koruptor yang mengkhianati negara dan bangsa,” kata Presiden dengan nada tegas.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kekayaan nasional dapat dirasakan oleh seluruh rakyat, termasuk mereka yang lahir dari keluarga tertinggal. Sekolah Rakyat, menurutnya, merupakan simbol nyata kehadiran negara dalam menjamin keadilan sosial.

“Kalau dia belum mampu, itu bukan salah dia dan bukan salah orang tuanya. Memang negara kita belum mampu memberi yang terbaik untuk semua rakyat. Tapi kita akan berjuang keras agar seluruh kekayaan negara dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak boleh semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pemerataan agar manfaat pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok.

“Pertumbuhan harus disertai pemerataan. Sistem yang tidak cepat mengupayakan pemerataan akan kurang bermanfaat bagi sebuah bangsa,” tegas Presiden.

Ia mengingatkan kembali tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap bangsa Indonesia. Oleh karena itu, setiap kebijakan negara harus berpihak kepada rakyat banyak.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa peresmian 166 Sekolah Rakyat ini merupakan langkah awal menuju target besar pemerintah hingga 2029. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, dengan kapasitas masing-masing sekolah hingga 1.000 siswa.

“Hari ini kita meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai 2029. Dengan target seribu murid per sekolah, berarti kita ingin menjangkau sekitar 500 ribu anak Indonesia,” ujar Presiden.

Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat, untuk terus bersatu dalam upaya menghapus kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia. Ia menegaskan optimisme bahwa bangsa Indonesia berada di jalur yang benar dalam memperjuangkan keadilan sosial.

“Kita berada di jalan yang benar. Kita tidak ragu-ragu. Apa pun yang terjadi, kita akan terus berjuang demi bangsa dan rakyat Indonesia,” tutur Presiden.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga terkait, khususnya Kementerian Sosial, serta para guru dan tenaga pendidik yang menjadi garda terdepan dalam membina generasi penerus bangsa.

“Terima kasih kepada semua unsur yang bekerja keras untuk rakyat. Guru-guru, kepala sekolah, terima kasih. Anak-anakku, teruslah belajar dan berjuang. Guru harus selalu memberi contoh,” pungkas Presiden.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA