BANJARBARUEMAS.COM – Beberapa pemerintah daerah di kaimantan Selatan sudah mulai melirik penggunaan kendaraan listrik salah satunya Kota Banjarmasin.
Penggunaan kendaraan listrik saat ini memang menjadi isu strategis nasional untuk menekan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih memprioritaskan pemanfaatan aset yang ada, ia mengatakan Pemerintah Kota Banjarbaru, kebijakan tersebut tidak akan dilakukan secara terburu-buru.
“Peralihan menuju kendaraan ramah lingkungan tersebut harus diselaraskan dengan kondisi kas daerah. Tentu kita melihat dulu (situasinya), karena kita harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Lisa.
Lisa juga menjelaskan, armada kendaraan dinas yang saat ini dimiliki oleh jajaran SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) masih dalam kondisi prima, itu yang menjadi alasan Lisa memilih untuk memaksimalkan fungsionalitas unit yang tersedia guna menjaga efisiensi anggaran.
“Mobil-mobil dinas yang ada sekarang kan masih layak. Jadi, kita gunakan yang ada saja dulu,” ucapnya.
Meski instruksi pusat mendorong percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) bagi instansi pemerintah, Pemkot Banjarbaru tampaknya akan mengambil langkah bertahap.
“Fokus utama saat ini tetap tertuju pada optimalisasi anggaran untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat luas. Menururt kami itu lebih prioritas,”pungkasnya. (be)