Blog

  • Wali Kota Banjarbaru Tutup Silaturahmi Kinerja 100 Hari Kerja di Kecamatan BBS, Ratusan Masyarakat Padati Aula Ole Olang

    Wali Kota Banjarbaru Tutup Silaturahmi Kinerja 100 Hari Kerja di Kecamatan BBS, Ratusan Masyarakat Padati Aula Ole Olang

    BANJARBARUEMAS.COM – Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby – Wartono di Kecamatan Banjarbaru Selatan dalam rangka sosialisai program 100 hari kerjanya dipadati masyarakat.

    Acara yang digelar di aula Ole Olang pada Rabu (22/10/2025) malam ratusan masyarakat memenuhi aula bahkan banyak yang tidak mendapatkan tempat duduk karena antusias masyarakat yang cukup besar.

    Dalam kesempatan itu, Wali Kota kembali mengajak masyarakatnya berdialog untuk memberikan masukan dan saran kepada pemerintah Banjarbaru demi mewujudkan Banjarbaru Emas.

    Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby menyampaikan langsung bahwa program 100 hari kerjanya sudah berjalan dengan baik dan diterima lapisan masyarakat.

    “Alhamdulillah, program dan kegiatan dalam 100 hari ini bisa terlihat hasilnya dan terlaksana dengan baik. Namun, ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari pelaksanaan program yang berkelanjutan,” ujarnya di hadapan ratusan masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menekankan pentingnya setiap SKPD untuk menyusun dan melaksanakan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat Banjarbaru.

    “Saya menginginkan dan mengharapkan semua penyusunan program kegiatan berdampak nyata untuk masyarakat Kota Banjarbaru,” tambahnya.

    Lisa juga menegaskan bahwa dialog dengan masyarakat menjadi momen penting bagi semua peserta untuk memberikan masukan, saran, dan pendapat demi mewujudkan visi Banjarbaru yang lebih baik ke depan.

    Ia berharap aspirasi dari seluruh elemen yang hadir dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan pembangunan daerah.

    “Pada malam hari ini, saya ingin dan mengharapkan adanya masukan dan saran dari semua yang hadir di sini, demi mewujudkan Banjarbaru Harapan Baru, Banjarbaru Emas, Banjarbaru Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera untuk masyarakat,” tutupnya.(BE)

  • Wali Kota Banjarbaru Klarifikasi Data Dana Rp5,16 Triliun: “Tidak Sesuai Kondisi Riil Kas Daerah”

    Wali Kota Banjarbaru Klarifikasi Data Dana Rp5,16 Triliun: “Tidak Sesuai Kondisi Riil Kas Daerah”

    BANJARBARUEMAS.COM — Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby bergerak cepat menanggapi kejanggalan data nasional yang menyebutkan Pemerintah Kota Banjarbaru memiliki simpanan dana mencapai Rp5,16 triliun di perbankan.

    Klarifikasi resmi disampaikan melalui surat bernomor 900.1/1473-SET/X/BPKAD/2025 tertanggal 20 Oktober 2025, yang ditujukan langsung kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia.

    Langkah cepat itu diambil menyusul pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 di Jakarta, Senin (20/10/2025).

    Dalam paparannya, Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa Banjarbaru tercatat memiliki simpanan pemerintah daerah di perbankan sebesar Rp5,165 triliun per September 2025, menempatkannya di peringkat ketiga tertinggi secara nasional, di bawah Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Timur.

    Namun, angka fantastis itu segera menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, posisi kas Pemerintah Kota Banjarbaru yang sebenarnya, berdasarkan hasil cash opname mandiri oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) hingga 10 Oktober 2025, tercatat hanya sebesar Rp791,25 miliar.

    Seluruh data tersebut telah dilengkapi dengan rekening koran resmi dari seluruh bank daerah penyimpan kas pemerintah.

    “Data yang disampaikan dalam rapat nasional tersebut tidak sesuai dengan kondisi kas sebenarnya di Pemerintah Kota Banjarbaru. Kami telah melakukan klarifikasi resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman publik,” tegas Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).

    Dalam surat klarifikasinya, Wali Kota Lisa menilai, selisih data yang mencapai lebih dari Rp4 triliun itu kemungkinan besar bersumber dari proses konsolidasi data perbankan yang belum terverifikasi secara menyeluruh, sehingga menghasilkan angka agregat yang tidak mencerminkan posisi riil kas daerah.

    Memahami “Konsolidasi Data yang Belum Terverifikasi”

    Istilah konsolidasi data perbankan yang belum terverifikasi mengacu pada proses penggabungan atau penyatuan data dari berbagai bank, yang hasilnya belum disahkan atau divalidasi kebenarannya. Proses ini umumnya dilakukan oleh lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bank Indonesia (BI) untuk mendapatkan gambaran makro mengenai kondisi keuangan nasional.

    Namun, data yang baru dikumpulkan dari berbagai sumber perbankan sering kali masih bersifat mentah dan belum melalui proses pengecekan silang (cross-checking). Dalam konteks ini, data tersebut belum dapat dijadikan acuan kebijakan karena:

    Penyatuan data dari berbagai sumber bisa menimbulkan tumpang tindih, terutama bila satu lembaga memiliki lebih dari satu rekening di beberapa bank.

    Dalam kasus merger atau konsolidasi perbankan, data nasabah dan lembaga keuangan sering kali digabung sebelum diverifikasi. Kesalahan teknis atau input juga kerap menimbulkan ketidaksesuaian angka.

    Implikasinya sangat serius. Data yang belum diverifikasi dapat menimbulkan risiko ketidakakuratan, keraguan publik terhadap kredibilitas fiskal, dan kesalahan pengambilan keputusan strategis di tingkat pemerintah pusat maupun daerah. Karena itu, data semacam ini wajib melalui tahapan validasi dan audit ulang sebelum dipublikasikan atau dijadikan dasar perumusan kebijakan.

    Pandangan Mantan Kepala BPKAD: Konteks Metodologis Sangat Penting

    Menurut mantan Kepala BPKAD Kota Banjarbaru, H. Jainudin, S.Sos, M.AP, yang baru saja purna tugas pada 1 Oktober 2025, data sebesar Rp5,16 triliun tersebut harus dibaca dalam konteks metodologinya.

    “Angka itu kemungkinan besar bukan mencerminkan kas milik Pemerintah Kota Banjarbaru secara administratif, melainkan akumulasi seluruh simpanan pemerintah dan lembaga vertikal yang berada di wilayah Kota Banjarbaru,” ujar Jainudin ketika dimintai penjelasan.

    Ia menjelaskan, metode pencatatan berdasarkan lokasi bank, bukan berdasarkan entitas pemilik rekening, kerap menimbulkan salah tafsir. Artinya, saldo dana dari instansi vertikal seperti kementerian, lembaga negara, atau kantor perwakilan pusat yang beroperasi di Banjarbaru bisa ikut terhitung dalam agregat wilayah tersebut.

    “Jumlah simpanan itu bisa jadi merupakan saldo berdasarkan lokasi kantor cabang bank yang berada di Banjarbaru, bukan saldo milik pemerintah kota. Karena itu, perlu kehati-hatian membaca data agregat perbankan semacam ini,” tambahnya.

    Komitmen Transparansi dan Akurasi Fiskal

    Wali Kota Lisa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru senantiasa menjaga transparansi dan akuntabilitas fiskal, terutama dalam penyajian data keuangan daerah. Klarifikasi yang dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab agar informasi fiskal daerah tetap akurat dan tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap pengelolaan kas daerah.

    “Kami berharap Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dapat memberikan penjelasan serta melakukan penyesuaian data resmi, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru terhadap pengelolaan keuangan daerah,” tulis Wali Kota Lisa dalam suratnya.(be)

  • Banjarbaru Perkuat Kualitas PAUD Lewat Penyusunan Profil Bunda dan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini

    Banjarbaru Perkuat Kualitas PAUD Lewat Penyusunan Profil Bunda dan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini

    BANJARBARUEMAS.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Komitmen itu tampak nyata dari kehadiran langsung Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby dalam kegiatan Penyusunan Profil Bunda PAUD dan Profil Perkembangan PAUD Kota Banjarbaru yang digelar di PAUD Amalia, Kelurahan Loktabat Utara, Sabtu (18/10/2025) pagi.

    Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Bunda PAUD sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Banjarbaru. Selain diikuti oleh para guru dan Bunda PAUD dari seluruh kecamatan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Kelurahan Sungai Besar untuk mengikuti penilaian Bunda PAUD tingkat nasional.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga pendidik yang telah berperan penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak-anak sejak usia dini.

    “Pendidikan PAUD adalah fondasi lahirnya generasi cerdas dan berkarakter. Karena itu, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus berkomitmen mendukung pelaksanaan program serta pemenuhan sarana prasarana PAUD di seluruh wilayah kota. Pemerataan layanan pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun masa depan Banjarbaru yang unggul dan berdaya saing,” ujar Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby.

    Penyusunan profil PAUD sendiri menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola pendidikan anak usia dini. Melalui dokumen ini, setiap lembaga PAUD dapat menampilkan gambaran menyeluruh tentang kondisi, kebutuhan, dan capaian lembaganya. Profil tersebut juga berfungsi untuk memperoleh peluang bantuan dana, mengembangkan program yang lebih baik, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memenuhi persyaratan administratif yang diperlukan oleh pemerintah daerah maupun pusat.

    Lebih dari itu, profil PAUD menjadi dasar perencanaan strategis pengembangan lembaga di masa depan. Data yang tersusun dengan baik akan membantu pemerintah dalam menentukan arah pembinaan, prioritas pemberian bantuan, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik secara terukur. Profil juga menjadi alat komunikasi yang efektif antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pendidikan, sehingga sinergi dalam membangun SDM Banjarbaru dapat terus terjaga.

    Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan Hj. Erna Lisa Halaby dalam menyiapkan generasi emas sejak dini—sebuah investasi sosial yang nilainya jauh melampaui infrastruktur fisik. Pendidikan anak usia dini selain menjadi ruang belajar bagi anak-anak usia dini juga sebagai pondasi bagi lahirnya warga Banjarbaru yang cerdas, peduli, dan berakhlak.(be)

  • Banjarbaru Bergerak Maju : Kinerja Wali Kota 100 Hari Sektor Pembangunan Infrastruktur dan Sinergi Bersama Warga Cukup Berhasil

    Banjarbaru Bergerak Maju : Kinerja Wali Kota 100 Hari Sektor Pembangunan Infrastruktur dan Sinergi Bersama Warga Cukup Berhasil

    BANJARBARUEMAS.COM – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hj Erna Lisa Halaby dan Wakil Wali Kota Wartono, Banjarbaru menunjukkan geliat perubahan yang nyata dalam 100 hari kerja pertama mereka.

    Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Mentaos, Elly menjadi salah satu saksi kinerja pemerintah dibawah komando Wali Kota Hj Erna Lisa Halaby, Elly menyampaikan itu dalam acara silaturahmi dan ekspose 100 hari kerja Wali Kota dengan masyarakat Kecamatan Banjarbaru Utara, Selasa (21/10/2025) malam.

    “Dalam seratus hari ini, berbagai kegiatan pembangunan, terutama infrastruktur, berjalan dengan baik,” ujar Elly dengan penuh optimisme.

    Ia membeberkan sejumlah proyek penting yang sudah dan sedang dilaksanakan, mulai dari pembangunan trotoar di Jalan Panglima Batur, pembenahan drainase di Gang 6 RT 4 Kelurahan Mentaos, hingga perbaikan di komplek Meranti, Jalan Sukarelawan RW 1, dan Jalan Sejahtera RW 6.

    Tak hanya itu, upaya rehabilitasi siring di Sungai Durian dan Sungai Gotong Royong juga sudah mulai terlihat, termasuk pembenahan kabel-kabel utilitas serta penggantian saluran beton yang lebih tinggi guna mencegah banjir di musim hujan.

    Di sisi lain, Elly pun menyampaikan harapannya agar fasilitas Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di wilayahnya bisa diperbaiki, dengan pengecoran tanah dan saluran air yang lebih baik agar tidak menimbulkan genangan dan bau tidak sedap.

    “Jumlah bak kontainer di TPS Pinus juga perlu ditambah. Soalnya, tak hanya warga Mentaos yang membuang sampah di sana, tapi juga dari kecamatan lain bahkan kabupaten sekitar,” jelasnya.

    Ia juga berharap pemerintah kota memberikan dukungan serta insentif bagi para pekerja bank sampah yang aktif sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga dalam pengelolaan sampah.

    Masyarakat tetap antusias mengikuti acara silaturahmi meskipun cuaca hujan. (Foto : Banjarbaru Emas)

    Camat Banjarbaru Utara, Sofyan Hendratno, S.Sos menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian pemerintah kepada kecamatan BBU yang telah membangun berbagai infrastuktur.

    “Program kerja 100 hari Wali Kota sudah dirasakan masyarakat BBU, itu sebagai bukti bahwa kinerja Wali Kota melalui dinas teknis sangat baik diterima.masyarakat. Malam ini antusias warga juga sangat tinggi meskipun sepanjang acara diguyur hujan,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan, agar kedepan masyarakat terus mendukung kinerja Wali Kota untuk mewujudkan Banjarbaru Emas.

    “Saya yakin masyarakat akan mendukung kebijakan dan kinerja pemerintah agar Banarbaru semakin Elok Maju Adil dan Sejahtera,” tegasnya.

    Plh Sekda Kota Banjarbaru, Rahmat Taufik mengatakan momentum silaturahmi di Kecamatan Banjarbaru Utara, rangkaian ekspose kinerja 100 hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

    Acara yang sudah memasuki seri keempat setelah kunjungan di Liang Anggang, Landasan Ulin, dan Cempaka ini memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran.

    Rahmat Taufik, yang mewakili Wali Kota, menegaskan bahwa berbagai program prioritas telah terealisasi, khususnya di bidang infrastruktur dasar. “Alhamdulillah, sejumlah program sudah berjalan di berbagai titik, seperti peningkatan sistem drainase di Kelurahan Loktabat Utara dan Mentaos, perbaikan Sungai Durian dan Sungai Karet, serta pembangunan kolam retensi di Guntung Jingah,” katanya pada Selasa (21/10/2025).

    Langkah-langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah kota untuk mengurangi potensi banjir dan menjaga lingkungan agar tetap nyaman dan aman. Rahmat juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya kerja pemerintah, melainkan hasil gotong royong seluruh warga Banjarbaru.

    “Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat kebersamaan dan terus berkontribusi positif demi kemajuan Kota Banjarbaru yang kita cintai,” tutupnya dengan semangat.(be)

  • Geliat UMKM di Kota Banjarbaru: Dari Medan Bertahan hingga Panggung Nasional dan Internasional

    Geliat UMKM di Kota Banjarbaru: Dari Medan Bertahan hingga Panggung Nasional dan Internasional

    Kota Banjarbaru, sebagai ruang hidup bagi ratusan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kota ini juga sempat menghadapi gelombang tantangan yang sama halnya dengan kota-kota lain. Yakni, efek pandemi hingga transformasi digital. Namun, di balik semua itu justru membuka peluang yang sebelumnya terlihat samar.

    Seiring kembalinya aktivitas ekonomi pasca pembatasan, geliat UMKM mulai terang. Modal sosial dan budaya lokal menjadi pengungkit bangkitnya perekonomian warga Banjarbaru. Kerajinan anyaman purun, kain sasirangan, kuliner khas Banjar, hingga produk pangan lokal, semuanya punya akar tradisi, punya potensi daya saing dan jual yang tinggi.

    Namun, potensi tanpa arah dapat berujung stagnan. Bertahan di pasar lokal saja tidak cukup. Agar menjaga kelangsungan dan skala, menembus pasar nasional bahkan internasional menjadi sebuah keharusan. Disinilah dinamika yang menarik mulai terbuka.

    Merangkai Strategi: Bertahan dan Melaju

    Di medan yang berubah cepat ini, UMKM Banjarbaru mulai merakit strategi agar tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas. Hal ini dapat dilihat melalui berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui kepemimpinan Hj. Erna Lisa Halaby.

    Sebagai upaya penguatan kapasitas dan standar, Pemerintah Kota Banjarbaru menyelenggarakan expo lokal, seperti Expo KUMKM dengan tema UMKM Naik Kelas Banjarbaru Emas, guna memberi ruang promosi, edukasi, dan jaringan bagi pelaku UMKM. pada Gelaran Expo Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Kota Banjarbaru resmi dibuka di Lapangan dr. Murdjani, Kamis (11/9/2025).

    Selain itu, guna memperluas pasar Lewat pameran iInternasional, UMKM Banjarbaru tak sekadar menggarap pasar lokal: Pemerintah Kota Banjarbaru memfasilitasi pelaku UMKM untuk tampil di ajang seperti Trade Expo Indonesia 2025 (TEI 2025), ke-40 tahun di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

    Dalam event tersebut, produk khas unggulan Kota Banjarbaru mendapatkan apresiasi di tingkat nasional bahkan internasional.

    Penguatan strategi juga dilakukan dengan memanfaatkan Jejaring internasional sebagai langkah penting menuju Banjarbaru Emas. Hal ini dilakukan dengan menjajaki kerja sama lintas negara melalui undangan kepada KBRI Kuala Lumpur untuk pelaku ekonomi kreatif dan UMKM Banjarbaru.

    Dengan demikian, bukan sekadar membuka “pasar luar negeri” sebagai jargon, tapi juga membuka jaringan luar negeri untuk memastikan keberlangsungan ekonomi kreatif yang ada di Banjarbaru dapat terus berjalan.

    Tantangan Nyata, Tantangan Bersama

    Dari sekian banyak upaya yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang masih harus dihadapi agar UMKM Banjarbaru tidak hanya terangkat tapi juga menjadi lebih kuat.

    Beberapa tantangan utama yang perlu menjadi pemikiran bersama adalah, Akses permodalan. Banyak UMKM masih menghadapi kesulitan untuk memperoleh modal yang cukup dan sesuai kebutuhan ekspansi.

    Standar mutu, keamanan pangan, dan regulasi ekspor. Ketika menembus pasar nasional/internasional, persyaratan mutu sering menjadi batu sandungan.

    Adopsi teknologi dan pemasaran digital. Teknologi digital bukan lagi tambahan, melainkan keharusan. Namun banyak pelaku yang belum optimal memanfaatkannya.

    Branding serta penetrasi pasar asing. Produk lokal harus memiliki nilai tambah yang menjangkau selera global sekaligus mempertahankan identitas lokal merupakan sebuah keseimbangan yang sulit.

    Distribusi dan logistik. Untuk ekspor, proses logistik dan rantai pasok menjadi faktor penting yang sering terlupakan dalam skala mikro.

    Persaingan yang semakin ketat. Baik dari produk serupa daerah lain maupun produk impor — UMKM Banjarbaru harus membuat diferensiasi yang jelas.

    Peran Pemimpin: Erna Lisa Halaby dan Kepemimpinan Kota Banjarbaru

    Dalam hal ini, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, perempuan pertama yang menjabat di kota ini. Terkait penguatan sentra UMKM, secara tegas dan jelas bahwa menjelang masa jabatannya, Lisa memaparkan empat pilar utama pembangunan, termasuk penciptaan sentra UMKM melalui “Banjarbaru Business Incubator”.

    Dengan menjadikan UMKM sebagai bagian dari program prioritas, kepemimpinan ini memberi sinyal bahwa sektor mikro-kecil bukan sekadar subsidi, melainkan bagian dari strategi pembangunan.

    Sebagai upaya mendorong Kolaborasi lintas sektor, Lisa menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah tidak bisa dicapai sendiri, perangkat daerah, pelaku usaha, masyarakat harus bekerja bersama.
    Di bawah kepemimpinannya, penguatan sinergi lintas sektor – perdagangan, koperasi, usaha mikro menjadi bagian dari strategi kota.

    Menatap Harapan Baru, Banjarbaru Emas

    Catatan ini selain sebagai undangan untuk berpikir bersama tapi juga adalah ajakan untuk melihat harapan baru, tentang Banjarbaru Emas.

    Banjarbaru memiliki modal budaya, kreativitas, dan kepemimpinan yang punya visi. UMKM-nya telah menunjukkan geliat ke luar jendela lokal. Tapi agar tidak berhenti di ‘geliat’, perlu langkah sistematis untuk naik kelas. Bukan hanya kuantitas pertumbuhan, tetapi kualitas, daya saing, dan keberlanjutan.

    Dengan kepemimpinan Erna Lisa Halaby yang hadir sebagai simbol perubahan sekaligus fasilitator, kota ini berpeluang membuktikan bahwa ‘kota kecil’ sekalipun dapat bersinar di panggung global asalkan kita punya keberanian, kreativitas, dan kerja sama yang kokoh. (BE)

  • Banjarbaru Buka Pintu Ekspor: Wali Kota Erna Lisa Halaby Gaet Dukungan KBRI Kuala Lumpur untuk UMKM Naik Kelas

    Banjarbaru Buka Pintu Ekspor: Wali Kota Erna Lisa Halaby Gaet Dukungan KBRI Kuala Lumpur untuk UMKM Naik Kelas

    BANJARBARUEMAS.COM — Semangat membangun ekonomi kreatif Banjarbaru kini melangkah ke babak baru. Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby juga tengah menyiapkan “panggung dunia” bagi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif agar produknya menembus pasar internasional.

    Langkah itu diwujudkan melalui pertemuan strategis dengan Minister Counsellor/Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, yang berlangsung di Mess L Kota Banjarbaru, Senin (21/10/2025). Pertemuan ini menjadi titik penting dalam memperluas jejaring bisnis, membuka peluang ekspor, dan memperkuat diplomasi ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

    Suasana di Mess L sore itu terasa hangat dan penuh semangat. Sejumlah pelaku UMKM, pegiat ekonomi kreatif, hingga perwakilan perangkat daerah tampak antusias mengikuti dialog interaktif bersama pihak KBRI Kuala Lumpur.

    Dalam forum itu, Wali Kota Lisa menegaskan pentingnya membangun konektivitas antarnegara untuk memperkenalkan produk-produk lokal Banjarbaru ke pasar ASEAN, terutama Malaysia yang selama ini menjadi mitra dagang strategis Indonesia.

    “Kita memiliki banyak produk unggulan dengan kualitas ekspor, tinggal diperluas akses pasarnya. Melalui dukungan diplomasi ekonomi seperti ini, kita ingin membuka jalan agar pelaku UMKM Banjarbaru mampu menembus pasar mancanegara,” ujar Hj. Erna Lisa Halaby.

    Kehadiran Minister Counsellor/Ekonomi KBRI Kuala Lumpur merupakan langkah konkret untuk memetakan potensi kolaborasi. Diskusi mencakup identifikasi produk potensial, strategi promosi lintas negara, hingga pembentukan platform digital ekspor yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar luar negeri.

    Sebelum dialog, tamu dari KBRI Kuala Lumpur sudah diajak meninjau langsung pameran produk ekonomi kreatif yang digelar di Mess L. Deretan produk khas Banjarbaru — mulai dari kerajinan tangan berbahan alam, batik dengan motif lokal, olahan makanan tradisional, hingga produk gaya hidup ramah lingkungan — terpajang rapi.

    Banyak produk dinilai sudah layak ekspor, baik dari sisi kualitas bahan, kemasan, maupun cerita budaya yang melekat pada setiap karya. Kedekatan kultural antara Kalimantan Selatan dan Malaysia juga menjadi nilai tambah tersendiri, karena menciptakan kesamaan selera dan nilai pasar yang potensial untuk dikembangkan.

    Dalam unggahan media sosial resminya, Wali Kota Lisa menulis bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi nasional dan daerah. Sektor ini terbukti mampu bertahan dalam situasi krisis, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

    “Sinergi lintas negara menjadi langkah penting dalam membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM Banjarbaru. Semoga pertemuan ini menjadi awal kerja sama strategis antara Banjarbaru dan Malaysia, serta mendorong UMKM kita untuk terus tumbuh, berinovasi, dan menembus pasar ekspor,” tulisnya.

    Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Dibawah kepemimpinannya, Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pelatihan peningkatan mutu produk, digitalisasi pemasaran, hingga pembiayaan inklusif berbasis koperasi. Bahkan, Pemko telah menyiapkan program “UMKM Naik Kelas”, yang mendorong pelaku usaha untuk memenuhi standar ekspor, sertifikasi halal, dan kemasan berdaya saing tinggi.

    Kolaborasi dengan KBRI Kuala Lumpur menjadi bagian dari strategi jangka panjang Banjarbaru untuk menempatkan diri sebagai kota ekonomi kreatif di tingkat regional ASEAN.

    Dengan dukungan pemerintah pusat, diplomasi ekonomi ini diharapkan menghasilkan kesepakatan lanjutan berupa kerja sama promosi produk di Malaysia, pertukaran pelatihan wirausaha, dan pembukaan kanal ekspor langsung dari Banjarbaru.

    Inisiatif ini juga sejalan dengan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera), di mana perekonomian berbasis inovasi dan kolaborasi menjadi pondasi utama pembangunan.

    Dengan gaya kepemimpinan yang berakar dari pengabdian — Wali Kota Lisa menunjukkan bahwa dirinya berkomitmen membangun martabat ekonomi warga lewat kemandirian usaha. Dari Banjarbaru, diplomasi ekonomi kini tumbuh dari tangan-tangan kreatif para pelaku UMKM yang berani bermimpi menembus pasar dunia.(be)

  • Wali Kota Banjarbaru Berikan SK Pengangkatan untuk 1.451 Tenaga P3K Paruh Waktu, Dorong Profesionalisme di Pemerintahan

    Wali Kota Banjarbaru Berikan SK Pengangkatan untuk 1.451 Tenaga P3K Paruh Waktu, Dorong Profesionalisme di Pemerintahan

    BANJARBARUEMAS.COM – Dalam upaya menghadirkan tenaga kerja yang profesional, disiplin, dan berintegritas di pemerintahan daerah, Pemerintah Kota Banjarbaru mengambil langkah inovatif dengan menerapkan kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu.

    Kebijakan ini membuka kesempatan bagi tenaga profesional untuk mengabdi sesuai dengan kebutuhan organisasi, sejalan dengan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 1 Tahun 2025 tentang Manajemen P3K Waktu.

    Pada momen berbahagia tersebut, Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 1.451 tenaga pendukung yang akan menjalankan tugasnya secara paruh waktu di berbagai perangkat daerah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program kerja dengan cara yang lebih efektif dan efisien.

    Dalam sambutannya, Hj Erna Lisa menegaskan bahwa menjadi P3K paruh waktu adalah sebuah kepercayaan dan amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

    Ia mengajak seluruh penerima SK untuk berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, baik, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. “Status ini bukan hanya sekedar jabatan, melainkan sebuah panggilan untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Banjarbaru,” ujarnya.

    Wali Kota Banjarbaru juga berbagi kisah pribadinya sebagai motivasi. Ia menceritakan perjalanan kariernya yang dimulai sebagai tenaga honorer selama 7 tahun sebelum akhirnya diangkat menjadi CPNS pada tahun 2007.

    Ia pernah bertugas di kantor umum dekat Minggu Raya sebelum kantor balai kota yang sekarang digunakan, serta pernah menjadi saksi perjalanan organisasi dan administrasi pemerintahan Banjarbaru selama bertahun-tahun. Pengalaman panjang tersebut menjadi landasan bagi pesan penting yang disampaikannya: bekerja dengan ikhlas, dedikasi, dan integritas.

    “Tanamkan keyakinan di hati saudara semua, bahwa bekerja bukan hanya mencari duniawi, melainkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tunjukkan dedikasi, integritas, dan kejujuran dalam melayani masyarakat,” pesan Hj Erna.

    Acara yang berlangsung penuh khidmat ini ditutup dengan semangat optimisme dari Wali Kota Banjarbaru untuk bersama-sama mewujudkan Banjarbaru yang elok, maju, adil, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya. “Tetap semangat dan yakinkan hati untuk memberikan yang terbaik demi kemajuan Kota Banjarbaru,” tutupnya dengan sebuah pantun sebagai penutup yang hangat.

    Kebijakan pengangkatan P3K paruh waktu ini menjadi tonggak baru dalam manajemen kepegawaian daerah, memastikan bahwa setiap sektor pemerintahan didukung oleh tenaga profesional yang siap bekerja dengan penuh dedikasi demi kemajuan Banjarbaru.

  • Wali Kota Banjarbaru Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas dari PAUD

    Wali Kota Banjarbaru Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas dari PAUD

    BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Hal ini terlihat dari kehadiran langsung Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby dalam kegiatan Penyusunan Profil Bunda PAUD dan Profil Perkembangan PAUD Kota Banjarbaru yang digelar di PAUD Amalia, Kelurahan Loktabat Utara, Sabtu (18/10/2025) pagi.

    Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Banjarbaru. Selain diikuti oleh para guru dan Bunda PAUD dari seluruh kecamatan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan Kelurahan Sungai Besar untuk mengikuti penilaian Bunda PAUD tingkat nasional.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik yang berperan penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak-anak sejak usia dini.
    “Pendidikan PAUD ini bisa terus dilaksanakan dan ini juga merupakan upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Banjarbaru, sehingga saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus berkomitmen mendukung pemenuhan sarana dan prasarana bagi lembaga PAUD di seluruh wilayah kota. Menurutnya, pemerataan layanan pendidikan anak usia dini adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi Banjarbaru yang unggul dan berkarakter.

    Penyusunan profil PAUD merupakan Langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pendidikan anak usia dini. Profil PAUD disusun untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi lembaga, memperoleh peluang bantuan dana, mengembangkan program yang lebih baik, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memenuhi persyaratan administratif lembaga pendidikan.

    Selain itu, profil ini juga berfungsi sebagai dasar perencanaan program pengembangan PAUD secara strategis—baik di tingkat lembaga dan menjadi alat komunikasi penting antara pemerintah, masyarakat, serta mitra pendidikan.

    Secara lebih rinci, tujuan penyusunan profil PAUD mencakup:

    1. Memberikan gambaran kondisi lembaga. Profil menampilkan data identitas seperti yayasan, pengelola, jumlah anak didik, pendidik, serta sarana dan prasarana. Data ini membantu lembaga memahami kondisi internalnya secara objektif.
    2. Mendukung pengajuan bantuan dana. Profil sering menjadi syarat dalam pengajuan proposal bantuan pemerintah maupun kerja sama dengan pihak swasta.
    3. Menjadi dasar pengembangan program. Melalui profil, lembaga dapat menganalisis kekuatan dan kelemahannya, lalu merencanakan strategi pengembangan PAUD yang relevan dengan kebutuhan lokal.
    4. Meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan data yang lengkap, pengelola dapat merancang program inovatif yang meningkatkan mutu pembelajaran dan pengasuhan anak usia dini.
    5. Memenuhi persyaratan administrasi. Profil menjadi bagian dari pemenuhan legalitas lembaga serta standar pelayanan minimal PAUD.
    6. Membangun jejaring kemitraan. Profil berfungsi sebagai alat komunikasi dan promosi lembaga dengan masyarakat, mitra pendidikan, dan instansi lain dalam memperluas dukungan terhadap pengembangan PAUD.

    Dengan profil yang terdata baik, Pemerintah Kota Banjarbaru akan lebih mudah menentukan prioritas pembinaan, distribusi bantuan, dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik secara terukur.

    Kepedulian Hj. Erna Lisa Halaby terhadap dunia pendidikan sudah terbangun jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Wali Kota. Sebagai pimpinan Yayasan Abdul Aziz Halaby yang menaungi lembaga pendidikan Al Halaby Islamic School, ia memahami betul bahwa pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama pembentukan karakter bangsa.

    “Dengan peningkatan kualitas pendidikan, kita dapat membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Banjarbaru,” tegasnya.

    Langkah penyusunan profil PAUD ini juga menjadi wujud nyata kepemimpinan Wali Kota Lisa yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam visi Banjarbaru Emas. Melalui data, dedikasi, dan kolaborasi, Banjarbaru sedang menanamkan fondasi manusia yang kuat secara moral dan intelektual.

    Dari ruang sederhana di PAUD Amalia, Wali Kota Erna Lisa Halaby menunjukkan bahwa pembangunan sejati berasal dari seberapa baik anak-anak kota ini tumbuh dengan bahagia, cerdas, dan berkarakter. Karena dari tangan-tangan kecil merekalah, Banjarbaru Emas masa depan sedang dibentuk hari ini.(be)

  • Episode Perempuan Banjarbaru, Walikota Hj Erna Lisa Halaby dan Ketua Dekranasda Hj. Ririen Kartika Rini

    Episode Perempuan Banjarbaru, Walikota Hj Erna Lisa Halaby dan Ketua Dekranasda Hj. Ririen Kartika Rini

    BANJARBARUEMAS.COM – Ada sesuatu yang lembut tapi kuat ketika dua perempuan memegang kendali atas sebuah kota dan mimpinya. Seperti tangan-tangan halus yang menganyam purun, keduanya bekerja dalam irama sabar dan pasti. Banjarbaru hari ini beruntung memiliki dua perempuan hebat: Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby dan Ketua Dekranasda Hj. Ririen Kartika Rini—dua sosok yang berbeda latar, tapi sejiwa dalam komitmen: mengangkat martabat UMKM Banjarbaru ke level tertinggi, hingga terdengar gaungnya ke luar negeri.

    Keduanya tampak sederhana ketika berbicara, namun di balik setiap kalimat tersimpan arah dan visi besar. Di sela keramaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 Tahun 2025 di ICE BSD City, Tangerang, tawa dan percakapan akrab mereka sesekali pecah di antara lampu-lampu pameran dan wangi kain baru. Di hadapan ribuan pelaku usaha dan buyer dari seluruh dunia, Banjarbaru tampil bukan sekadar peserta, tapi sebagai kisah yang ingin diceritakan.

    “Peluang pasar global untuk Kota Banjarbaru sangat cerah,” ujar Wali Kota Lisa Halaby dengan mata yang penuh keyakinan. “Keunikan dan kualitas produk kita telah menarik perhatian buyer dari Chili, Vietnam, Korea, Brunei Darussalam, hingga Australia. Ini bukti bahwa produk lokal Banjarbaru mampu bersaing di kancah global.” Kata-katanya terasa seperti doa yang menjelma nyata di setiap lembar Sasirangan dan anyaman purun yang dipamerkan hari itu.

    Di sisi lain, Hj. Ririen Kartika Rini—yang akrab disapa Bu Ririen—bukanlah sosok baru dalam dunia kerajinan. Pengalamannya sebagai Ketua Dekranasda Banjarbaru periode 2015–2020 kini menjadi pondasi kokoh untuk membimbing UMKM Banjarbaru menuju panggung global. Saat itu, Hj. Ririen Kartika Rini juga dikenal sebagai istri almarhum H. Nadjmi Adhani, Wali Kota Banjarbaru periode 2015–2020, yang bersama-sama membangun fondasi ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat di kota ini. Pengabdian mereka berdua meninggalkan jejak menumbuhkankarya lokalnya agar mampu berdiri sejajar di panggung dunia. Ia paham benar bagaimana setiap perajin di pelosok Banjarbaru menenun bukan hanya serat, tapi juga harapan. Ia tahu, setiap motif Sasirangan yang dijahit dengan sabar adalah simbol ketekunan, dan setiap purun yang diraut dengan hati adalah kisah hidup yang harus diperjuangkan.

    Sinergi dua perempuan ini merupakan gerakan hati. Kolaborasi antara Dekranasda, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Koperasi dan UMKM menjadi ekosistem yang menumbuhkan: dari produksi, kurasi, hingga promosi berstandar ekspor. Di bawah kepemimpinan mereka, UMKM Banjarbaru bukan lagi cerita kecil di pasar lokal, melainkan narasi besar yang melintasi batas negeri.

    Nama-nama seperti Heldawati dari Mama Dildan dan Siti Mariyana dari Kerajinan Purun Al-Firdaus menjadi wujud nyata dari kerja kolektif yang tumbuh di Banjarbaru. Di antara ribuan pelaku UMKM lainnya, mereka tampil sebagai bukti bahwa ketekunan, pendampingan, dan keyakinan mampu mengubah usaha kecil menjadi kebanggaan besar. Mereka tidak sekadar menjual produk, tetapi menyampaikan identitas Banjarbaru kepada dunia—sebuah kota yang memadukan budaya, kemandirian, dan inovasi dalam setiap karya, dalam setiap tarikan napas warganya.

    Kembali ke Banjarbaru, suasana hangat terasa ketika Galeri Dekranasda di Kawasan Minggu Raya, Jl. Jend. Sudirman, dibuka kembali pada November 2017. Saat itu, Hj. Ririen Kartika Rini masih menjabat sebagai Ketua Dekranasda Banjarbaru periode 2015–2020, dan momentum tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam masa kepemimpinannya. Di bawah arahannya, Galeri Dekranasda bukan sekadar ruang pamer, tetapi wadah ekspresi kreativitas dan kebanggaan lokal, tempat di mana karya para perajin Banjarbaru mendapat tempat yang layak di hati warganya sendiri.

    Pada momen itu pula, Bu Ririen memperkenalkan tiga konsep utama yang menjadi tagline penggerak ekonomi kreatif Banjarbaru: Food, Fashion, dan Fun. Baginya, ketiganya bukan sekadar slogan promosi, melainkan cara mencintai produk sendiri dengan rasa memiliki dan bangga terhadap identitas Banjarbaru. Di dalam galeri yang penuh warna itu, Sasirangan bordir berdampingan dengan kerajinan purun, cokelat pasak bumi, dan nasi kabuli—setiap produk membawa cerita tentang ketekunan, inovasi, dan cinta terhadap tanah kelahiran.

    “Pengrajin sudah berusaha menampilkan yang terbaik, kita pun harus mengapresiasi dan memberikan dukungan dengan membeli produk mereka. Kita harus bangga dengan produk kita sendiri,” ujar Bu Ririen kala itu. Suaranya lembut namun tegas, mencerminkan keyakinannya bahwa kemandirian ekonomi lokal adalah wujud harga diri sebuah kota. Apa yang ia bangun pada 2017 kini terbukti menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan UMKM Banjarbaru, yang terus berkembang hingga hari ini.

    Perempuan selalu memiliki ruang sunyi tempat mereka menyalakan api kecil—api harapan, ketulusan, dan kerja yang tak banyak disorot, namun memberi terang bagi banyak orang. Di tangan Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby dan Ketua Dekranasda Hj. Ririen Kartika Rini, api kecil itu tumbuh menjadi cahaya yang menuntun arah UMKM Banjarbaru menuju masa depan. Mereka menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan bukan sekadar tentang posisi, tetapi tentang cara merawat, menumbuhkan, dan memuliakan karya orang lain.

    Keduanya menjadi teladan bagi banyak perempuan Banjarbaru—bahwa dari ruang-ruang sederhana, dari tangan-tangan yang bekerja dengan cinta, perubahan besar bisa lahir. Kepemimpinan yang mereka tunjukkan tidak keras, tapi hangat; tidak berjarak, tapi menguatkan. Di tengah kesibukan membangun kota, mereka tetap membawa pesan lembut: bahwa kemajuan sejati dimulai dari hati yang tulus dan keyakinan bahwa perempuan mampu menjadi cahaya bagi lingkungannya.

    Hj. Erna Lisa Halaby dan Hj. Ririen Kartika Rini bukan sekadar pemimpin dan pendamping UMKM di Banjarbaru, tapi juga penulis kisah baru — kisah tentang bagaimana dua perempuan dengan tangan lembut dan hati kuat menenun harapan warganya menjadi kemakmuran yang nyata. Di masa depan, ketika produk-produk Banjarbaru terpajang di etalase dunia, orang akan mengenang bahwa semuanya berawal dari dua perempuan yang percaya: bahwa setiap anyaman, setiap jahitan, dan setiap langkah kecil warga Banjarbaru—adalah bagian dari impian besar bernama Banjarbaru Emas.(be)

  • Banjarbaru Jadi Teladan Baru: Komitmen Wali Kota Menjaga Program Makan Bergizi Tetap Aman dan Berkualitas

    Banjarbaru Jadi Teladan Baru: Komitmen Wali Kota Menjaga Program Makan Bergizi Tetap Aman dan Berkualitas

    BANJARBARUEMAS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat kini memasuki tahap kritis: masa evaluasi dan penyempurnaan. Setelah sejumlah daerah dilaporkan mengalami insiden keracunan, perhatian publik tertuju pada bagaimana pemerintah daerah mampu menjaga standar pelaksanaan di lapangan. Di antara banyak daerah, Banjarbaru tampil berbeda. Ibu Kota Provinsi yang tumbuh cepat di Kalimantan Selatan itu menunjukkan bahwa kehati-hatian dan ketelitian justru bisa menjadi kunci keberhasilan sebuah program nasional.

    Kamis (16/10/2025), Aula Gawi Sabarataan tampak lebih sibuk dari biasanya. Pemerintah Kota Banjarbaru menerima kunjungan Tim Pemantauan Sekretariat Dukungan Kabinet, Kementerian Sekretariat Negara. Kunjungan ini bagian dari upaya pemerintah pusat untuk menilai langsung bagaimana Program Makan Bergizi Gratis dijalankan di daerah. Dari hasil pemantauan di lapangan, tim akan merumuskan rekomendasi bagi penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) tentang MBG yang tengah digodok di Jakarta. Di titik inilah, Banjarbaru dianggap penting—karena kota ini menunjukkan kesiapan tata kelola dan sistem pengawasan yang bisa menjadi rujukan bagi daerah lain.

    Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Selasa (14/10/2025), Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby memimpin langsung rapat koordinasi penyelenggaraan program MBG. Rapat itu mempertemukan seluruh unsur penting—Forkopimda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam pertemuan tersebut Wali Kota Lisa menegaskan satu hal: bahwa setiap piring yang disajikan untuk anak-anak Banjarbaru harus aman, bergizi, dan diawasi dengan baik. “Langkah ini kita laksanakan dalam upaya pencegahan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

    Dari pertemuan itu lahir sejumlah langkah konkret. Pemerintah kota membentuk Satgas MBG melalui Surat Keputusan Wali Kota, sekaligus menyiapkan rencana inspeksi mendadak ke dapur-dapur penyedia makanan. Bagi Lisa, langkah ini bukan bentuk ketidakpercayaan, melainkan wujud tanggung jawab. “Insya Allah, tidak menutup kemungkinan nanti kami akan menyidak beberapa dapur yang ada di Kota Banjarbaru,” katanya dengan nada tegas. Ia menambahkan, sejauh ini pelaksanaan program di Banjarbaru berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Untuk Banjarbaru, tidak ada masalah. Mudah-mudahan ke depan pun tidak akan terjadi apa-apa.”

    Langkah antisipatif itu diperkuat oleh data dari Dinas Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina, mengungkapkan bahwa seluruh 21 SPPG di lima kecamatan kini tengah mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)—syarat penting untuk memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman. Prosesnya memerlukan waktu karena setiap dapur harus melalui tahapan pemeriksaan sampel makanan dan minuman di laboratorium. Bila hasilnya sesuai standar, sertifikat bisa diterbitkan. Bila belum, dilakukan pembinaan lanjutan.

    Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah memberikan pelatihan penjamah makanan kepada 500 pekerja dapur—sekitar separuh dari total tenaga yang terlibat dalam program MBG. Pelatihan itu digelar awal Oktober, berfokus pada cara menjaga kebersihan alat, penyimpanan bahan, hingga standar pemasakan. “Pelatihan ini penting agar pengelola dapur paham standar keamanan makanan. Jangan sampai terjadi kasus seperti di daerah tetangga,” kata dr. Juhai. Ia menambahkan, para pekerja dapur juga menjalani pemeriksaan kesehatan berkala. “Menjaga keamanan makanan dimulai dari tubuh yang sehat.”

    Dari sisi pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru menyiapkan sistem pengawasan cepat tanggap di sekolah-sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Dedy Soetoyo menjelaskan bahwa pihaknya membentuk grup komunikasi daring yang berfungsi sebagai jalur pelaporan cepat bila ada makanan yang tidak layak konsumsi. “Begitu ada laporan, langsung kami instruksikan untuk tidak dibagikan. Kami ingin tindakan cepat, sebelum masalah meluas,” katanya.

    Sementara di hilir, upaya memperkuat pasokan pangan lokal juga dilakukan. Di Kecamatan Cempaka, terbentuk Brigade Pangan—sebuah kelompok petani muda dan senior yang dibimbing penyuluh pertanian untuk memperkuat produksi padi dan bahan pangan lokal. Para anggota Brigade Pangan dilatih mengelola lahan, mengoperasikan alat pertanian, hingga memahami siklus tanam yang efisien. “Kami ingin mereka menjadi ujung tombak ketahanan pangan Banjarbaru,” ujar penyuluh Tino Lukman Hidayat. Baginya, program MBG bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga membuka ruang partisipasi petani lokal dalam rantai pasok pangan yang sehat dan mandiri.

    Di tingkat nasional, Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama program MBG. Dalam rapat terbatas akhir September lalu, pemerintah pusat menetapkan enam langkah penguatan tata kelola, mulai dari evaluasi terhadap dapur bermasalah hingga kewajiban setiap SPPG memiliki SLHS. Mensesneg bahkan menyebut bahwa Presiden memberikan arahan yang sangat rinci, terutama soal kebersihan dan kedisiplinan prosedur.

    Langkah-langkah itu sejalan dengan kebijakan yang lebih dulu diambil Banjarbaru. Di saat banyak daerah baru menata ulang sistemnya, Banjarbaru sudah melangkah lebih cepat. Kota ini menjadi cerminan bahwa pelaksanaan program nasional yang kompleks bisa berjalan efektif jika dilandasi koordinasi, pengetahuan, dan kepemimpinan yang sigap.

    Upaya yang dilakukan Banjarbaru memberi pelajaran penting: bahwa keberhasilan sebuah program bukan hanya ditentukan oleh anggaran atau regulasi, tetapi oleh kesiapan institusi di daerah untuk menerjemahkan kebijakan dengan rasa tanggung jawab.

    Dengan tata kelola yang hati-hati dan sistem yang terukur, Banjarbaru memperlihatkan bahwa program sosial nasional dapat berjalan dengan standar keamanan tinggi tanpa kehilangan kedekatan sosialnya. Program MBG di Banjarbaru, setiap piring yang disajikan bukan hanya berisi makanan, tetapi juga mencerminkan cara sebuah pemerintahan bekerja: teliti, tanggap, dan berpihak pada warganya.(be)