Blog

  • Banjarbaru Kokoh di Peringkat Ketiga Porprov XII Kalsel 2025

    Banjarbaru Kokoh di Peringkat Ketiga Porprov XII Kalsel 2025

    BANJARBARUEMAS.COM — Hingga hari kedelapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan 2025, Kontingen Kota Banjarbaru masih bertahan di posisi tiga besar klasemen sementara. Berdasarkan data resmi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan hingga Jumat (31/10) pukul 07.24 Wita, Banjarbaru menorehkan 27 medali emas, 31 perak, dan 55 perunggu, atau total 113 medali.

    Perolehan tersebut menempatkan Banjarbaru di bawah Kabupaten Tanah Laut (Tala) selaku tuan rumah dan Kota Banjarmasin. Tala sejauh ini masih mendominasi dengan 103 medali emas, 58 perak, dan 62 perunggu (total 223 medali), disusul Banjarmasin dengan 75 emas, 64 perak, dan 54 perunggu (total 193 medali).

    Capaian Banjarbaru menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga di kota berpenduduk lebih dari 250 ribu jiwa itu. Posisi ini juga menandai peningkatan dibanding Porprov XI tahun 2022 di Kandangan, ketika Banjarbaru hanya berada di peringkat keempat. “Peringkat ini belum final, karena sebagian besar cabang olahraga baru akan bergulir setelah pembukaan resmi Porprov pada 1 November mendatang,” ujar seorang ofisial kontingen di Tanah Laut, Jumat pagi.

    Hingga hari kedelapan, baru 22 dari 56 cabang olahraga (cabor) yang telah menyelesaikan sebagian atau seluruh pertandingan. Artinya, peluang Banjarbaru menambah pundi-pundi medali masih terbuka lebar. Beberapa cabor andalan seperti atletik, renang, bulu tangkis, dan bola basket baru akan memulai pertandingan dalam dua hari ke depan.

    Salah satu capaian yang paling menonjol datang dari cabang olahraga panjat tebing. Di arena vertikal yang digelar di kawasan Stadion Pertasi Kencana, Tanah Laut, tim panjat tebing Banjarbaru tampil impresif. Mereka mengantongi dua medali emas, masing-masing dari nomor Boulder Tim Putra dan Boulder Tim Putri.

    Pada nomor Boulder Tim Putri, Syilfi Nur Atika, Syira Azahra, Syifa Nur Azizah, dan Kardilla tampil gemilang dengan strategi stabil dan ritme cepat yang konsisten. Sementara di sektor putra, Ahmad Tsabit Azmi Salman, Dwi Ardi Wicaksana, Dede Setiawan, M. Rovi Kurniadillah, dan Muhammad Elparizi Redky sukses menaklukkan jalur tersulit dengan efisiensi waktu terbaik, mengungguli pesaing utama dari Kabupaten Tala.

    Selain dua emas, Banjarbaru juga merebut 4 medali perak dan 7 medali perunggu dari berbagai nomor, termasuk Lead, Speed WR, dan Speed Klasik. Atlet muda Syifa Nur Azizah menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak dengan dua perak dan satu perunggu.

    Sebelum keberangkatan kontingen, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby secara langsung melepas para atlet dengan pesan penuh motivasi. Dalam sambutannya, Wali Kota Lisa menyampaikan rasa bangga sekaligus harapan besar akan kebangkitan olahraga Banjarbaru.

    “Ada secercah harapan akan kebangkitan prestasi olahraga daerah kita yang mengiringi pelepasan saudara-saudara untuk berkompetisi. Prestasi yang pernah diraih pada even-even sebelumnya semoga bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua dan pengurus KONI Banjarbaru atas kerja keras dalam melakukan pembinaan atlet. “Pesan ulun, jaga nama baik daerah, nama baik keluarga, dan nama baik diri sendiri. Junjung tinggi sportivitas. Menang atau kalah, yang terpenting adalah semangat jujur dan fair play,” tegasnya.

    Banjarbaru kini memasuki fase penting di tengah ketatnya persaingan medali pada ajang Porprov XII Kalimantan Selatan. Sejumlah cabang olahraga yang belum dipertandingkan menjadi kunci untuk menambah perolehan emas, termasuk cabang bola basket putri yang sedang on fire setelah mencatat kemenangan meyakinkan pada laga awal babak penyisihan.

    Di tengah sengitnya kompetisi, Banjarbaru memperlihatkan karakter khas kota yang pantang menyerah. Dukungan masyarakat terus mengalir melalui berbagai kanal, mulai dari unggahan di media sosial, pesan doa dari keluarga, hingga kiriman semangat dari sekolah dan kampus. Energi kolektif itu menjadi modal sosial yang memperkuat mental para atlet sekaligus menegaskan bahwa olahraga di Banjarbaru merupakan gerakan bersama membangun kebanggaan kota.(be)

  • Pj. Sekda Banjarbaru Sirajoni Pimpin Rapat Kesiapan Menyambut Jamaah Haul Sekumpul 5 Rajab 1447 H

    Pj. Sekda Banjarbaru Sirajoni Pimpin Rapat Kesiapan Menyambut Jamaah Haul Sekumpul 5 Rajab 1447 H

    BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar rapat koordinasi lintas sektor dalam rangka kesiapan menghadapi kegiatan rutin tahunan pada momen 5 Rajab 1447 Hijriah atau malam Senin rutinan Sekumpul, Jumat (31/10/2025).

    Rapat berlangsung di Aula Gawi Sabarataan dan dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni, serta dihadiri oleh perwakilan Forkopimda, PT PLN, PT Intan Banjar, kepala SKPD, Tenaga Ahli Wali Kota, camat, lurah, serta kasubbag umum dan kepegawaian masing-masing perangkat daerah.

    Kegiatan tersebut menjadi forum penting untuk memastikan seluruh elemen pemerintah daerah siap dalam mendukung kelancaran dan keamanan jamaah yang akan melintasi wilayah Banjarbaru menuju Martapura.

    Seperti diketahui, Haul Guru Sekumpul merupakan peringatan wafatnya ulama kharismatik Kalimantan Selatan, almarhum K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani, atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul.

    Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai penjuru nusantara bahkan luar negeri datang ke Sekumpul, Martapura, untuk menghadiri majelis haul yang digelar di Mushala Ar-Raudhah.

    Dalam rapat tersebut, sejumlah hal strategis dibahas secara mendalam, meliputi pembentukan tim koordinasi lintas sektor, pengaturan transportasi dan area parkir, kesiapan infrastruktur lalu lintas, serta langkah-langkah untuk menjaga kebersihan lingkungan selama momentum haul berlangsung.

    Tak hanya itu, aspek kesehatan dan kesiapsiagaan petugas medis, ketertiban dan keamanan jamaah, penguatan teknologi informasi publik untuk menyebarluaskan informasi resmi, serta dukungan logistik dan fasilitas umum juga menjadi fokus utama.

    Pj. Sekda Sirajoni menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menyukseskan kegiatan ini melalui gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungannya masing-masing.

    “Banjarbaru merupakan pintu gerbang menuju Martapura, sehingga kesiapsiagaan kita menjadi bagian penting dari keberhasilan pelaksanaan haul,” ujar Sirajoni. Ia menambahkan, seluruh camat dan lurah diinstruksikan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat agar dapat menjaga lingkungan tetap bersih, tertib, dan siap menyambut jamaah.

    Perwakilan Forkopimda juga menyoroti pentingnya pengamanan di sepanjang jalur utama Banjarbaru–Martapura, mengingat lonjakan arus kendaraan biasanya meningkat tajam menjelang malam puncak haul. Sementara PT PLN dan PT Intan Banjar menyatakan kesiapan mendukung penuh stabilitas energi listrik dan pasokan air bersih selama kegiatan berlangsung.

    Menariknya, pada tahun 2025 ini, Haul Guru Sekumpul menjadi peringatan yang sangat istimewa. Berdasarkan perbedaan sistem kalender Hijriah dan Masehi, tanggal 5 Rajab, hari wafatnya Abah Guru Sekumpul, jatuh dua kali dalam satu tahun Masehi, yakni pada 5 Januari 2025 (5 Rajab 1446 H) dan 25 Desember 2025 (5 Rajab 1447 H).

    Fenomena langka ini menjadikan momentum haul tahun ini sebagai peristiwa spiritual yang unik dan penuh makna bagi umat Muslim di Kalimantan Selatan.

    Warga Banjarbaru pun diimbau untuk turut serta menjaga ketertiban, kebersihan, serta memberikan sambutan ramah bagi jamaah yang datang. Pemerintah berharap, melalui koordinasi matang ini, Banjarbaru dapat menjadi kota penyangga yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh tamu haul.

    “Semangat kebersamaan dan pelayanan menjadi kunci. Bukan sekadar soal kesiapan teknis, tetapi juga tentang ketulusan kita menyambut tamu Allah yang datang untuk menghadiri haul abah guru sekumpul,” tutup Pj. Sekda Banjarbaru, Sirajoni.(be)

  • Tim Basket Putri Banjarbaru Jalani Laga Penentuan Menuju Semifinal Porprov XII Kalsel 2025

    Tim Basket Putri Banjarbaru Jalani Laga Penentuan Menuju Semifinal Porprov XII Kalsel 2025

    BANJARBARUEMAS.COM — Tim Basket Putri Kota Banjarbaru akan menjalani laga penting di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan 2025 yang berlangsung di Kabupaten Tanah Laut. Malam ini, Jumat (31/10/2025) pukul 18.00 Wita, skuad asuhan pelatih Muhammad Ferry itu akan berhadapan dengan Tim Basket Putri Kabupaten Banjar di GOR Kijang Mas, Pelaihari.

    Pertandingan ini menjadi krusial karena akan menentukan nasib Banjarbaru untuk melaju ke babak semifinal. Berdasarkan hasil sementara, Cabang Olahraga Bola Basket 5×5 Putri Porprov XII Kalsel dibagi ke dalam tiga grup. Setiap juara grup otomatis lolos ke semifinal, sementara satu tiket terakhir diperebutkan oleh runner-up terbaik dari seluruh grup.

    Banjarbaru yang tergabung di Grup A bersama Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tabalong, sejauh ini tampil meyakinkan. Pada laga pembuka, Livya Az Zahra dan kawan-kawan menang telak atas Tabalong dengan skor 80–32. Kemenangan tersebut menjadi modal besar menghadapi Kabupaten Banjar malam ini.

    Hasil pertandingan lainnya menunjukkan peta persaingan yang ketat. Kabupaten HSU sukses menaklukkan Kabupaten Banjar dengan skor 54–27, sementara Banjar kemudian bangkit di laga kedua dan mengalahkan Tabalong 49–35. Dengan hasil itu, Banjarbaru saat ini menempati posisi atas klasemen sementara Grup A bersama HSU, keduanya berpeluang besar merebut tiket semifinal.

    Pelatih Banjarbaru, Ferry, menyebut pertandingan melawan Kabupaten Banjar akan menjadi ujian sesungguhnya bagi tim.

    “Laga malam ini adalah penentu. Kalau menang, kami hampir pasti lolos, baik sebagai juara grup atau minimal runner-up terbaik. Tapi anak-anak tidak mau setengah-setengah, target kami juara grup,” ujarnya dengan nada tegas.

    Sementara itu, Manajer Tim Basket Putri Banjarbaru, Dewi Sukma Sari, menegaskan bahwa seluruh pemain dalam kondisi siap tempur. Ia menilai motivasi tinggi para pemain menjadi pembeda dibanding lawan-lawan di grup A.

    “Kemenangan pertama melawan Tabalong sangat berarti karena menambah kepercayaan diri tim. Anak-anak makin solid, chemistry mereka kuat, dan semangatnya luar biasa. Kami sudah pelajari permainan Banjar, dan optimis bisa mengulang performa terbaik,” ungkap Dewi.

    Menurutnya, Banjarbaru tidak hanya bermain untuk menang, tetapi juga untuk mengharumkan nama kota di kancah olahraga daerah.

    Di sisi lain, tim lawan dari Kabupaten Banjar juga menunjukkan peningkatan performa setelah mengalahkan Tabalong di laga terakhir. Dengan hasil tersebut, pertandingan malam ini diprediksi berlangsung ketat. Banjar membutuhkan kemenangan besar untuk menjaga asa lolos sebagai runner-up terbaik, sementara Banjarbaru harus menang agar posisi puncak grup tetap aman.

    Sorak dukungan dari tribun diharapkan menjadi suntikan semangat tambahan bagi Livya Az Zahra dkk. Meski bermain di luar kandang, tim Banjarbaru selalu mendapat dukungan moril dari warga yang datang langsung maupun melalui media sosial.

    Menjelang laga penting ini, Dewi Sukma Sari menyampaikan pesan khusus kepada warga Banjarbaru:

    “Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Banjarbaru di mana pun berada. Setiap doa dan semangat yang dikirimkan akan menjadi energi bagi anak-anak untuk berjuang dan menang demi Banjarbaru.”

    Malam ini akan menjadi ujian bagi skuad muda Banjarbaru. Kemenangan atas Kabupaten Banjar bukan hanya tiket menuju semifinal, tetapi juga penegasan bahwa Banjarbaru siap menjadi kekuatan baru bola basket putri Kalimantan Selatan.

    Mari warga Banjarbaru, kita kirimkan doa terbaik untuk Tim Basket Putri Banjarbaru. Semoga mereka mampu menuntaskan laga penentuan ini dengan kemenangan, mengamankan posisi juara grup, dan melangkah gagah menuju semifinal Porprov XII Kalimantan Selatan 2025 — membawa harum nama Banjarbaru di pentas olahraga provinsi.(be)

  • Jembatan Sungai Ulin Rampung Lebih Cepat, Arus Normal Jalan A. Yani Km 31,6 Dibuka Kembali 1 November 2025

    Jembatan Sungai Ulin Rampung Lebih Cepat, Arus Normal Jalan A. Yani Km 31,6 Dibuka Kembali 1 November 2025

    BANJARBARUEMAS.COM – Setelah hampir empat bulan menjadi titik padat akibat proyek pembangunan, arus lalu lintas di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 31,6 Banjarbaru akhirnya kembali normal. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan, melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalsel, secara resmi mengumumkan pembukaan kembali Jembatan Sungai Ulin mulai Sabtu, 1 November 2025.

    Kepastian tersebut tertuang dalam Surat BPJN Kalimantan Selatan Nomor PW.04.01-Bpjn13.6.1/232 tertanggal 30 Oktober 2025 perihal Permohonan Normalisasi Arus Lalu Lintas Jalan A. Yani Km. 31,6. Surat itu ditujukan kepada Kapolres Banjarbaru dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pekerjaan penggantian Jembatan Sungai Ulin telah memasuki tahap akhir penyelesaian, sehingga pengalihan arus kendaraan yang diberlakukan sejak pertengahan Juli 2025 dapat dihentikan dan arus lalu lintas dinormalisasi kembali.

    Langkah normalisasi ini menjadi penanda bahwa pekerjaan infrastruktur strategis nasional tersebut berjalan sesuai rencana bahkan lebih cepat dari jadwal semula. Proyek jembatan yang dikerjakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalsel ini semula dijadwalkan tuntas pada Desember 2025, namun berkat percepatan pelaksanaan dan koordinasi intensif, penyelesaiannya berhasil dicapai sebulan lebih awal.

    Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, sejak awal menunjukkan perhatian besar terhadap proyek ini. Ia beberapa kali turun langsung meninjau perkembangan di lapangan, memastikan pekerjaan tidak hanya selesai tepat waktu tetapi juga memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
    “Kami meminta agar proyek pembangunan jembatan ini rampung sesuai target sehingga aktivitas lalu lintas barang dan penumpang bisa kembali lancar,” ujar Lisa saat meninjau lokasi proyek beberapa waktu lalu.

    Menurut Lisa, proyek tersebut memiliki nilai strategis tinggi karena Jembatan Sungai Ulin merupakan penghubung utama menuju pusat Kota Banjarbaru dari arah Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. “Kita tahu, jembatan ini adalah nadi transportasi warga dan jalur logistik. Karena itu, percepatan penyelesaiannya menjadi kebutuhan mendesak bagi ekonomi lokal,” ungkapnya.

    Pemerintah Kota Banjarbaru pun tidak tinggal diam. Melalui koordinasi lintas sektor antara kecamatan, kelurahan, serta dinas terkait, dilakukan pendekatan sosial kepada warga dan pelaku usaha yang terdampak selama masa pembangunan.
    “Camat dan lurah kami minta untuk aktif menyapa warga, memastikan agar aktivitas ekonomi tidak berhenti. Kita ingin semua berjalan selaras antara pembangunan dan kehidupan warga,” tegas Lisa.

    Sementara itu, Koordinator Lapangan Proyek Jembatan Kilometer 31, Bustanul Arifin, mengungkapkan bahwa proses percepatan pembangunan dilakukan dengan penambahan jam kerja dan optimalisasi tenaga teknis di lapangan.
    “Pekerjaan semestinya selesai Desember, namun berkat dukungan BPJN, pemerintah kota, dan warga sekitar, kami berupaya keras agar rampung pada November,” ujarnya.

    Menurut Bustanul, selama proses pembangunan, pihak pelaksana menghadapi tiga tantangan utama: teknis, sosial, dan ekonomi. “Kami sempat menghadapi kendala pada struktur bawah jembatan akibat elevasi tanah dan curah hujan tinggi. Namun semua persoalan telah diselesaikan melalui koordinasi rutin dengan pihak pemerintah daerah dan masyarakat terdampak,” ujarnya menambahkan.

    Sejak pertengahan Juli, pengalihan arus dilakukan melalui jalur alternatif dalam kota yang membuat kepadatan lalu lintas meningkat, terutama pada jam kerja pagi dan sore. Kini, dengan dibukanya kembali jembatan tersebut, diharapkan arus kendaraan dari Banjarmasin ke Banjarbaru dan sebaliknya akan kembali lancar dan efisien.

    Pembukaan kembali jembatan ini juga menjadi bukti nyata dari sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. BPJN Kalsel sebagai pelaksana proyek menunjukkan komitmen terhadap ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan, sementara Pemkot Banjarbaru menyiapkan dukungan sosial dan administratif agar proyek berjalan tanpa konflik.

    Kini, dengan jembatan baru yang lebih kokoh dan aman, warga Banjarbaru dan pengguna jalan nasional dapat kembali menikmati perjalanan yang lancar di koridor utama ekonomi Kalimantan Selatan tersebut.

    Sebagai langkah lanjutan, Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Banjarbaru akan melakukan pemantauan arus kendaraan selama masa awal normalisasi untuk memastikan transisi berjalan tertib dan aman. Warga diminta tetap berhati-hati, terutama pada malam hari ketika kondisi lalu lintas masih dalam penyesuaian.(be)

  • Banjarbaru Panaskan Persaingan Porprov XII: Tim Basket Putri Buktikan Kesiapan di Laga Perdana

    Banjarbaru Panaskan Persaingan Porprov XII: Tim Basket Putri Buktikan Kesiapan di Laga Perdana

    BANJARBARUEMAS.COM — Tim basket putri Kota Banjarbaru membuka langkah meyakinkan pada laga perdana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan 2025. Bertanding di GOR Kijang Mas, Pelaihari, Rabu (29/10/2025), skuad Banjarbaru tampil dominan sejak kuarter awal dan berhasil menundukkan tim Kabupaten Tabalong. Permainan agresif, rotasi pemain yang efektif, serta dukungan moral dari jajaran manajemen menjadikan kemenangan ini sebagai pijakan penting menuju target semifinal.

    Sejak kuarter pertama dimulai, tim Banjarbaru langsung menunjukkan permainan agresif dengan pressing ketat di area pertahanan lawan. Perpaduan antara kecepatan transisi dan koordinasi antarlini membuat Tabalong kesulitan mengembangkan serangan. Banjarbaru memanfaatkan setiap kesempatan serangan balik untuk mencetak poin cepat, sementara pertahanan zona mereka terbukti efektif menahan laju pemain kunci lawan. Rotasi pemain berjalan mulus, menunjukkan kedalaman skuad yang cukup merata.

    Manajer tim, Dewi Sukma Sari, menilai kemenangan perdana ini menjadi langkah penting bagi Banjarbaru dalam upaya mengamankan posisi di grup. Ia tampak tenang di tepi lapangan, memberi arahan singkat namun tegas kepada para pemainnya. “Mudah-mudahan bisa jadi juara pool. Atau minimal runner-up terbaik supaya bisa lolos ke semifinal,” ujarnya seusai pertandingan, sambil menyapa satu per satu pemain yang baru turun dari lapangan.

    Menurut Dewi, kemenangan di laga pembuka ini merupakan hasil kerja sama dan semangat pantang menyerah yang telah dibangun sejak masa persiapan. “Alhamdulillah, kemenangan di laga pembuka ini jadi modal berharga untuk pertandingan berikutnya,” katanya. Ia berharap para pemain tetap menjaga fokus dan kedisiplinan hingga akhir fase penyisihan, karena setiap laga berikutnya akan menentukan langkah Banjarbaru menuju empat besar.

    Kemenangan atas Tabalong menjadi modal penting bagi Banjarbaru yang tergabung di Grup A, bersama Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Banjar. Pada fase penyisihan ini, Banjarbaru dijadwalkan menghadapi Kabupaten Banjar pada Jumat (31/10/2025), kemudian menutup babak grup dengan laga penentuan melawan Kabupaten HSU pada Minggu (2/11/2025). Dengan sistem kompetisi penuh, posisi dua teratas dari setiap grup berhak melaju ke babak semifinal.

    Hasil tersebut turut melengkapi performa impresif kontingen Kota Banjarbaru di berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Berdasarkan data panitia pelaksana hingga 30 Oktober 2025, ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan yang digelar di Kabupaten Tanah Laut mencatat Kota Banjarbaru berada di peringkat ketiga klasemen sementara perolehan medali dari 13 kabupaten/kota peserta. Banjarbaru telah mengumpulkan 20 medali emas, 22 perak, dan 35 perunggu—sebuah capaian yang menegaskan konsistensi atlet-atlet muda kota ini dalam menjaga tradisi prestasi dan semangat kompetitif di tingkat provinsi.(be)

  • Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby Lepas 55 Kontingen Banjarbaru Menuju PORPROV XII Kalsel

    Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby Lepas 55 Kontingen Banjarbaru Menuju PORPROV XII Kalsel

    BANJARBARUEMAS.COM – Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai suasana GOR Rudy Resnawan, Rabu (29/10/2025), ketika Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby secara resmi melepas keberangkatan 55 kontingen Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Kalimantan Selatan Tahun 2025 yang akan berlaga di Kabupaten Tanah Laut.

    Dalam suasana penuh semangat, Wali Kota Lisa menyampaikan rasa bangga dan harapan besar kepada para atlet yang akan membawa nama Kota Banjarbaru di ajang olahraga tertinggi tingkat provinsi tersebut. “Ada secercah harapan akan kebangkitan prestasi olahraga daerah kita yang mengiringi pelepasan saudara-saudara untuk berkompetisi. Prestasi yang pernah diraih pada even-even sebelumnya semoga bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya dalam sambutan.

    Sejak dimulainya PORPROV, sebanyak 31 cabang olahraga dari total 55 cabang telah lebih dulu berlaga. Hingga saat ini, Banjarbaru menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan raihan 8 medali emas, 12 perak, dan 29 perunggu — total 48 medali. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di Kota Banjarbaru terus menunjukkan hasil positif.

    Wali Kota Lisa juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua dan pengurus KONI Banjarbaru atas peran aktif mereka dalam melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap para atlet. Ia berpesan agar seluruh kontingen menjaga nama baik daerah dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kejujuran dalam setiap pertandingan. “Pesan ulun, jaga nama baik daerah, nama baik keluarga dan nama baik diri sendiri. Junjung tinggi sportifitas, menang atau kalah yang terpenting adalah bagaimana kalian mampu mengedepankan semangat sportifitas, kejujuran, dan fair play,” katanya.

    Pelepasan para atlet ditandai dengan penyerahan dan pemasangan jaket kontingen oleh Wali Kota Lisa kepada perwakilan atlet. Momen itu menjadi simbol komitmen dan dukungan penuh Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap perjuangan para atlet yang akan berkompetisi membawa nama baik kota. Dengan semangat dan tekad kuat, para atlet pun bersiap menuju arena pertandingan untuk membuktikan kemampuan terbaik mereka.(be)

  • Santri Banjarbaru Menjadi Garda Peradaban: Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby Serukan Semangat Moderasi dan Kebangsaan

    Santri Banjarbaru Menjadi Garda Peradaban: Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby Serukan Semangat Moderasi dan Kebangsaan

    BANJARBARUEMAS.COM – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, madrasah, dan lembaga pendidikan Islam di Kota Banjarbaru memadati Lapangan dr. Murdjani pada Rabu (29/10/2025) pagi. Mereka hadir dalam balutan busana khas santri, berbaris rapi, dan penuh semangat mengikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025.

    Dalam suasana khidmat dan penuh makna, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pesan kuat kepada seluruh santri agar terus menjadi pelaku sejarah dalam menghadapi perubahan zaman, bukan sekadar penonton.

    “Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, menjadi pembawa nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” tegas Wali Kota Lisa dalam amanatnya.

    Pesan itu disambut takbir dan tepuk tangan ribuan santri. Di hadapan para ulama, Forkopimda, dan pimpinan pondok pesantren se-Kota Banjarbaru, Wali Kota Lisa juga menekankan pentingnya karakter keislaman yang moderat dan nasionalis. Santri, ujarnya, memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara iman dan kemajuan, antara ilmu dan moralitas.

    “Banjarbaru membutuhkan santri yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga cakap menghadapi dunia modern. Santri harus menjadi motor pembangunan menuju Banjarbaru yang Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera,” ujarnya.

    Apel Hari Santri berlangsung meriah namun tetap khidmat. Berbagai penampilan ditampilkan oleh para santri, mulai dari atraksi baris-berbaris, pembacaan ikrar santri, hingga doa bersama untuk keselamatan bangsa. Suasana Lapangan dr. Murdjani terasa teduh, seolah menjadi ruang spiritual yang mempertemukan semangat religius dan nasionalisme.

    Hari Santri Nasional 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Tema ini mengandung dua pesan mendalam. Pertama, Mengawal Indonesia Merdeka mengingatkan kembali peran para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara. Kedua, Menuju Peradaban Dunia menegaskan bahwa santri Indonesia kini harus siap berkontribusi dalam membangun dunia yang damai dan berkeadaban di era global.

    Bagi Banjarbaru, semangat itu sejalan dengan visi besar Wali Kota Lisa membangun kota yang tumbuh dengan harmoni antara nilai spiritual dan kemajuan teknologi. Peran santri dengan akar moral dan sosialnya yang kuat menjadi pilar penting dalam menjaga karakter kota di tengah derasnya arus modernisasi.

    Peringatan Hari Santri tahun ini menjadi momentum bagi Pemkot Banjarbaru untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan. Melalui berbagai program pendidikan karakter, pelatihan kewirausahaan santri, hingga penguatan pesantren digital, pemerintah ingin menegaskan bahwa santri bukan kelompok pinggiran, melainkan mitra strategis pembangunan daerah.

    Di akhir apel, gema salawat dan doa bersama menggema di langit Banjarbaru. Wajah-wajah muda santri tampak berseri, membawa harapan baru bagi masa depan kota dan bangsa.

    Banjarbaru mungkin masih bertumbuh, namun dengan semangat santri yang berilmu dan berakhlak, kota ini melangkah pasti menuju peradaban yang lebih elok seperti cita-cita yang selalu digaungkan oleh pemimpinnya: Banjarbaru EMAS — Elok, Maju, Adil, Sejahtera. (be)

  • Gubernur Muhidin Akui Saldo Rp5,1 Triliun Milik Pemprov Kalsel, Bukan Banjarbaru: Wali Kota Lisa Halaby Jaga Nama Baik Banjarbaru

    Gubernur Muhidin Akui Saldo Rp5,1 Triliun Milik Pemprov Kalsel, Bukan Banjarbaru: Wali Kota Lisa Halaby Jaga Nama Baik Banjarbaru

    BANJARBARUEMAS.COM – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin akhirnya angkat bicara menanggapi kegaduhan publik terkait laporan saldo simpanan pemerintah daerah yang disebut “mengendap” di Bank Kalsel. Dalam keterangan pers di Banjarbaru, Senin (28/10/2025), Muhidin menegaskan bahwa dana sebesar Rp5,1 triliun yang sebelumnya disebut milik Pemerintah Kota Banjarbaru sejatinya merupakan saldo kas milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

    “Dana itu milik Pemprov Kalsel, bukan Banjarbaru. Mayoritas berupa deposito, bukan dana mengendap sebagaimana disebut dalam laporan Kementerian Keuangan,” ujar Muhidin dengan nada tegas.

    Klarifikasi ini menjadi titik terang setelah pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memicu polemik publik lantaran data keuangan yang dipublikasikan menempatkan Kota Banjarbaru sebagai daerah dengan saldo dana tertinggi di Kalimantan Selatan.

    Belakangan diketahui, kesalahan tersebut bersumber dari input data internal di Bank Kalsel yang secara keliru mencatat saldo Pemprov Kalsel ke dalam rekening Pemkot Banjarbaru.

    “Kesalahan ini memang administratif, tetapi dampaknya besar. Tidak hanya mencoreng citra keuangan daerah, tetapi juga menimbulkan kebingungan publik dan menurunkan kepercayaan terhadap lembaga keuangan daerah,” kata Muhidin.

    Ia menegaskan, Direksi Bank Kalsel harus segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menjatuhkan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab atas kekeliruan fatal tersebut.

    “Saya minta Direktur Bank Kalsel untuk segera mengevaluasi. Apakah perlu diberikan sanksi? Karena ini berat. Kejadian seperti ini menggegerkan Kalimantan Selatan, bahkan sampai ke tingkat nasional,” tambahnya.

    Dalam kesempatan itu, Muhidin juga menjelaskan secara rinci posisi dana milik Pemprov Kalsel. Dari total saldo Rp4,7 triliun, sekitar Rp3,9 triliun ditempatkan dalam bentuk deposito dan sisanya dalam bentuk giro. Menurutnya, dana tersebut bukanlah dana “mengendap”, melainkan kas daerah yang belum terealisasi penggunaannya dalam siklus anggaran berjalan.

    “Dana ini aktif. Setiap bulan menghasilkan bunga sekitar 6,5 persen atau setara Rp21 miliar. Selama lima bulan terakhir, total pendapatan bunga mencapai lebih dari Rp100 miliar,” paparnya.

    Ia menambahkan, penempatan dana di Bank Kalsel merupakan bagian dari strategi pengelolaan kas daerah yang telah melalui persetujuan gubernur. Meskipun sejumlah bank nasional menawarkan bunga lebih tinggi, Pemprov Kalsel tetap memilih Bank Kalsel sebagai bentuk komitmen memperkuat lembaga keuangan milik daerah.

    “Kami ingin memperkuat Bank Kalsel karena itu bank kebanggaan kita,” ujar Muhidin.

    Dana tersebut, lanjutnya, berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disimpan sementara sebelum digunakan untuk belanja pemerintah.

    Saat realisasi belanja terjadi, dana ditarik dan dialihkan ke rekening giro. Hingga Oktober 2025, tercatat sekitar Rp280 miliar telah ditarik untuk kebutuhan belanja daerah.

    “Yang penting, publik tahu bahwa dana itu tidak mengendap. Dana tersebut tetap aktif dan memberikan manfaat nyata bagi daerah,” tegasnya.

    Menanggapi arahan gubernur, Direktur Operasional Bank Kalsel, Abdurahim Fiqry, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan internal.

    “Kami akan review kembali dan tangani dengan serius. Kami juga akan memperkuat sistem pelaporan dan pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

    Sementara itu, dari pihak Pemerintah Kota Banjarbaru, klarifikasi atas kekeliruan data tersebut juga disampaikan secara tegas oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru, Sri Lailana.

    Menurutnya, hasil rapat sinkronisasi data antara Bank Indonesia dan Bank Kalsel yang digelar pada 24 Oktober 2025 di Gedung H Lantai 8, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, membuktikan adanya ketidaksesuaian kode wilayah dalam pelaporan data keuangan oleh pihak Bank Kalsel.

    Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan Dirjen Bina Keuangan Daerah Dr. A. Fatoni, M.Si., serta turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Keuangan.

    “Dari hasil sinkronisasi itu terlihat jelas, kesalahan terjadi di pihak Bank Kalsel. Kode wilayah yang seharusnya tercatat atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan justru dimasukkan sebagai dana simpanan milik Pemerintah Kota Banjarbaru,” ujar Sri Lailana.

    Ia menegaskan, kesalahan administratif tersebut bukan sekadar persoalan teknis, tetapi telah menimbulkan dampak serius terhadap citra dan kredibilitas fiskal daerah.
    “Ini bentuk kelalaian yang tidak bisa dianggap sepele, karena kesalahan pelaporan semacam ini langsung memengaruhi persepsi publik dan hubungan antar lembaga pemerintah,” imbuhnya.

    Dengan klarifikasi resmi yang sudah dilakukan, kini terang bahwa Kota Banjarbaru tidak memiliki dana mengendap sebesar Rp5,165 triliun. Nilai tersebut adalah akumulasi rekening milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang secara keliru dilaporkan oleh Bank Kalsel sebagai milik Kota Banjarbaru.

    Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kepercayaan publik dan memastikan setiap rupiah uang daerah terdata secara transparan dan akurat.

    “Kami tidak akan membiarkan kesalahan data sekecil apa pun mencoreng nama baik Banjarbaru. Pemerintah Kota bekerja berdasarkan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas. Setiap angka yang keluar harus bisa dipertanggungjawabkan secara publik,” tegasnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru akan berkoordinasi lebih intensif dengan otoritas perbankan dan lembaga pengawas keuangan agar kejadian serupa tidak terulang.
    “Integritas fiskal adalah fondasi kepercayaan warga kepada pemerintahnya. Dan itu akan terus kami jaga,” ujarnya dengan tegas. (be)

  • Sirajoni Ikuti Retret Sekda se-Indonesia: Perkuat Sinergi dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah

    Sirajoni Ikuti Retret Sekda se-Indonesia: Perkuat Sinergi dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah

    BANJARBARUEMAS.COM – Pj. Sekda Banjarbaru Sirajoni, mengikuti Retret Sekda se-Indonesia yang digelar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada 26–29 Oktober 2025.

    Kegiatan nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menjadi ajang strategis untuk meningkatkan kapasitas, sinergitas, dan kepemimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya bagi para Sekda dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

    Dalam kesempatan itu, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, membuka kegiatan sekaligus memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diikuti oleh 1.104 peserta dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Sekda se-Indonesia.

    Salah satu isu penting yang dibahas Tito adalah kestabilan harga pangan, terutama komoditas telur ayam ras dan cabai merah. Tito menjelaskan, kenaikan harga telur yang sempat terjadi beberapa pekan terakhir berkaitan dengan peningkatan permintaan akibat program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

    “Yang agak trennya sedikit naik adalah harga telur ayam ras. Untuk daging ayam relatif stabil. Kita duga karena adanya demand dari program MBG. Artinya positif, tinggal menambah suplai saja,” ujar Tito dalam arahannya, Senin (27/10/2025).

    Tito juga menyoroti pentingnya gerakan tanam cabai mandiri serta kerja sama antar daerah dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga. “Daerah yang surplus cabai bisa menyuplai ke daerah lain yang kekurangan. Dengan begitu, roda ekonomi berputar dan inflasi lebih terkendali,” imbuhnya.

    Selain inflasi, Tito juga menekankan evaluasi pendapatan dan belanja daerah, serta efisiensi anggaran untuk menghadapi tantangan fiskal tahun depan.

    Retret yang berlangsung selama empat hari ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas kementerian, mulai dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

    Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang Kebijakan Keuangan Negara serta Koordinasi dan Sinkronisasi Pembangunan Nasional, dengan subpokok bahasan mengenai pertumbuhan ekonomi daerah.

    Hari kedua diisi pembahasan mengenai Kebijakan Fiskal dan Pengendalian PPPK, termasuk kebijakan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), serta alokasi dan pelaksanaan program Kementerian/Lembaga di daerah tahun anggaran 2026.

    Materi berikutnya dari Kementerian Kesehatan menyoroti isu pemeriksaan kesehatan gratis, penuntasan kasus TBC, hingga pembangunan rumah sakit berkualitas di daerah. Sementara itu, Kementerian Pendidikan memaparkan arah kebijakan pendidikan dasar dan menengah, termasuk pengembangan Sekolah Rakyat dan sekolah unggulan daerah.

    Memasuki hari ketiga, topik yang diangkat mencakup penyediaan 3 juta rumah, penguatan koperasi merah putih, kebijakan lingkungan hidup dan persampahan, hingga investigasi Waste to Energy sebagai solusi inovatif pengelolaan sampah perkotaan. Materi juga menyinggung ekonomi biru, pertambangan, dan hilirisasi di daerah.

    Adapun pada hari keempat atau hari terakhir, peserta difokuskan pada kebijakan pangan nasional, pembangunan inpres dan banpres, serta sinkronisasi program prioritas nasional di daerah. Isu strategis lain yang dibahas antara lain alokasi iuran BPJS Kesehatan daerah, jaminan produk halal, program Makan Bergizi Gratis, dan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

    Menurut Pj. Sekda Banjarbaru, Sirajoni, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.

    “Retret ini bukan hanya ajang berbagi pengalaman, tetapi juga momentum untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar-Sekda. Dengan sinergi yang baik, kebijakan pusat bisa lebih cepat diimplementasikan di daerah,” ujarnya.

    Ia menambahkan, banyak materi yang relevan dengan kondisi Banjarbaru, terutama dalam hal penguatan fiskal daerah, pengendalian inflasi, dan pengelolaan program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan pengelolaan sampah menuju kota hijau.

    “Banjarbaru harus adaptif terhadap dinamika kebijakan nasional. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan perspektif baru untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tutur Sirajoni.

    Partisipasi Banjarbaru dalam kegiatan berskala nasional ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam menjaga ritme sinergi dengan pemerintah pusat. Sejalan dengan visi Banjarbaru Emas, pemerintah kota berupaya memperkuat tata kelola birokrasi yang efisien, responsif, dan berorientasi pada hasil.

    Melalui pembelajaran di forum nasional seperti Retret Sekda ini, Banjarbaru diharapkan mampu memperkuat perencanaan daerah berbasis data, meningkatkan efektivitas anggaran, serta menyiapkan kebijakan pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan warga.(be)

  • Ketua TP PKK Banjarbaru: Pemuda Adalah Energi dan Motor Perubahan Bangsa

    Ketua TP PKK Banjarbaru: Pemuda Adalah Energi dan Motor Perubahan Bangsa

    BANJARBARUEMAS.COM — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru, H. Riandy Hidayat, menyerukan semangat persatuan dan peran aktif generasi muda dalam membangun masa depan bangsa. Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025, ia menegaskan bahwa pemuda merupakan kekuatan, energi, sekaligus motor perubahan bagi kemajuan keluarga, masyarakat, dan Kota Banjarbaru.

    “Pemuda adalah kekuatan, energi, dan motor perubahan bangsa. Saatnya bergerak, berkarya, dan berinovasi untuk keluarga, masyarakat, dan kemajuan Kota Banjarbaru,” ujar Riandy dalam pesannya yang disampaikan pada momentum peringatan bersejarah tersebut.

    Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah tantangan global dan arus digitalisasi yang semakin cepat. Nilai-nilai persatuan, integritas, dan pengabdian, menurutnya, harus menjadi fondasi gerak setiap pemuda agar Indonesia tetap kokoh berdiri di tengah perubahan zaman.

    “Mari kita wujudkan semangat Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa dalam aksi nyata. Semoga semangat Sumpah Pemuda terus menginspirasi generasi muda Banjarbaru untuk menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, integritas, dan pengabdian,” ucapnya.

    Dengan mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, Riandy mengajak seluruh elemen pemuda di Banjarbaru untuk menjadi pelopor dalam gerakan sosial, ekonomi kreatif, dan pendidikan karakter di lingkungan masing-masing.

    Menurutnya, pemuda tidak hanya menjadi penerus estafet sejarah, tetapi juga penentu arah masa depan bangsa. Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, generasi muda Banjarbaru diharapkan mampu menjadikan kota ini sebagai contoh daerah yang tumbuh dengan semangat gotong royong, kreativitas, dan rasa cinta tanah air yang kuat.

    Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Banjarbaru tahun ini, lanjut Riandy, adalah momentum mempertegas komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa dan memperkuat karakter generasi muda yang berdaya saing.

    “Semangat Sumpah Pemuda harus hidup dalam setiap langkah anak muda Banjarbaru — bukan hanya lewat kata-kata, tapi melalui karya dan tindakan nyata untuk Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya.(be)


    Warga dapat mengikuti akun resmi Instagram @tppkkbanjarbaru2025 untuk mendapatkan kabar terbaru seputar kegiatan, inovasi, dan gerakan sosial PKK Banjarbaru.
    Melalui ruang digital ini, TP PKK Banjarbaru ingin semakin dekat dengan masyarakat — membangun komunikasi, berbagi inspirasi, dan menumbuhkan semangat kolaborasi menuju cita cita Bersama mewujudkan Banjarbaru Emas.