BANJARBARUEMAS.COM – Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, terus mengintensifkan sosialisasi pelaksanaan ECO Qurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Gerakan tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban yang selama ini menjadi salah satu penyumbang timbulan sampah pasca Iduladha.
Sosialisasi dilakukan langsung kepada pengurus RT dan RW di seluruh wilayah Kelurahan Landasan Ulin Timur agar pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya berjalan lancar dan khidmat, tetapi juga lebih ramah lingkungan.
Lurah Amir mengatakan, pihak kelurahan terus meneruskan imbauan Pemerintah Kota Banjarbaru terkait pelaksanaan Iduladha tanpa kantong plastik sekali pakai melalui konsep ECO Qurban.
“Kelurahan Landasan Ulin Timur secara intensif menyampaikan kepada seluruh RT dan RW agar pelaksanaan kurban tahun ini mengedepankan konsep ECO Qurban. Kami mengajak masyarakat mulai mengurangi penggunaan kantong plastik dalam pembagian daging kurban,” ujar Amir, Minggu (24/5/2026).
Menurut Amir, setiap momentum Iduladha biasanya menghasilkan timbulan sampah plastik cukup besar dari pembagian daging kurban kepada masyarakat. Plastik bekas pembungkus daging yang tercampur sisa darah dan limbah organik sering menimbulkan bau tidak sedap dan akhirnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Kondisi tersebut mendorong warga mulai mencari alternatif pembungkus yang lebih ramah lingkungan, mudah diperoleh, dan tetap praktis digunakan saat pembagian daging kurban.
“Salah satu alternatif yang mulai digunakan warga adalah daun pisang dan purun. Bahan ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan lebih ramah lingkungan dibanding kantong plastik sekali pakai,” katanya.
Gerakan ECO Qurban di Banjarbaru sendiri mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru Nomor 600.4/0209/PLH/DLH/2026 tentang Himbauan Pelaksanaan Iduladha Tanpa Kantong Plastik Sekali Pakai di Kota Banjarbaru.
Melalui surat edaran tersebut, seluruh SKPD, instansi vertikal, camat, lurah, panitia kurban hingga ketua RT diminta bersama-sama menyosialisasikan pengurangan penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban.
Selain penggunaan wadah alternatif pengganti plastik, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lokasi penjualan dan penyembelihan hewan kurban serta mengelola limbah pasca penyembelihan dengan baik agar tidak mencemari lingkungan maupun aliran sungai.
Di tingkat warga, semangat ECO Qurban mulai diwujudkan melalui berbagai kegiatan gotong royong menjelang Iduladha. Warga RT 02 RW 03 Komplek Griya Ulin Permai bersama Ketua RT Muhammad Nor Kholis melaksanakan kerja bakti untuk persiapan takbir keliling dan penataan lokasi penyembelihan hewan kurban.
Kegiatan gotong royong juga dilakukan warga RT 01 RW 08 bersama Ketua RT Syahlansyah dan warga RT 02 RW setempat bersama Ketua RT Sofyan Hadi dalam persiapan Salat Id dan pelaksanaan kurban di Masjid Al Mukarammah Kilometer 25,200.
Warga RT 02 RW 03 Komplek Griya Ulin Permai, Muhammad Nur Kholis, mengatakan masyarakat di lingkungannya mulai berupaya mengurangi penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban tahun ini.
“Kami sangat mendukung pembatasan penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban pada Iduladha 1447 Hijriah. Di lingkungan kami, penggunaan daun pisang dan daun jati mulai dimaksimalkan untuk membungkus daging kurban yang dibagikan kepada warga,” ujarnya.
Ia mengakui perubahan kebiasaan tersebut memang tidak bisa dilakukan secara instan. Namun warga berusaha memulai langkah kecil agar pelaksanaan kurban menjadi lebih peduli terhadap lingkungan.
“Walaupun belum bisa 100 persen bebas plastik, kami tetap berusaha meminimalkan penggunaannya. Harapannya, pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya membawa manfaat bagi masyarakat, tetapi juga ikut menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” jelas Nur Kholis.(be)
163
Tidak ada komentar