ECO Qurban 100 Persen Mulai Diterapkan di Landasan Ulin Tengah, Warga Tinggalkan Plastik Saat Iduladha

waktu baca 4 menit
Senin, 25 Mei 2026 15:13 277 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, terus memperkuat gerakan ECO Qurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sosialisasi dilakukan secara intensif kepada pengurus RT dan RW agar pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lebih ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banjarbaru menekan timbulan sampah plastik pasca Iduladha yang selama ini meningkat akibat pembagian daging kurban menggunakan kantong sekali pakai.

Lurah Landasan Ulin Tengah, H. Faisal Risal mengatakan pihak kelurahan terus meneruskan imbauan wali kota terkait pelaksanaan ECO Qurban kepada masyarakat hingga tingkat RT.

“Kelurahan Landasan Ulin Tengah secara intensif menyampaikan kepada seluruh RT dan RW agar pelaksanaan kurban tahun ini mengedepankan konsep ECO Qurban. Kami mengajak masyarakat mulai mengurangi penggunaan kantong plastik dalam pembagian daging kurban,” ujar Faisal, Senin (25/5/2026).

Menurut dia, setiap momentum Iduladha biasanya menghasilkan timbulan sampah plastik cukup besar. Plastik pembungkus daging kurban yang tercampur limbah organik dan sisa darah sering memicu bau tidak sedap sebelum akhirnya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Karena itu, warga mulai didorong mencari alternatif pembungkus yang lebih ramah lingkungan, mudah diperoleh, sekaligus tetap praktis digunakan saat distribusi daging kurban.

“Salah satu alternatif yang mulai digunakan warga adalah daun pisang. Bahan ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan lebih ramah lingkungan dibanding kantong plastik sekali pakai. Bahkan warga mulai membuat wadah daging kurban dari daun pisang yang dibentuk khusus sebagai tempat pembungkus,” katanya.

Gerakan ECO Qurban di Banjarbaru sendiri mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru Nomor 600.4/0209/PLH/DLH/2026 tentang Himbauan Pelaksanaan Iduladha Tanpa Kantong Plastik Sekali Pakai di Kota Banjarbaru.

Melalui surat edaran tersebut, seluruh SKPD, instansi vertikal, camat, lurah, panitia kurban hingga ketua RT diminta aktif menyosialisasikan pengurangan penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban.

Tidak hanya soal pembungkus daging, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lokasi penjualan dan penyembelihan hewan kurban serta mengelola limbah pasca penyembelihan dengan baik agar tidak mencemari lingkungan maupun aliran sungai.

Semangat ECO Qurban kini mulai terlihat di tingkat warga. Di RT 15 RW 03 Komplek Griya Bangun Persada, masyarakat menggelar kerja bakti untuk menata lokasi penyembelihan hewan kurban sekaligus menyiapkan pelaksanaan kurban ramah lingkungan.

Ketua RT 15 RW 03, Desy Sunjaya Adhiarso mengatakan warganya mulai berkomitmen meninggalkan kantong plastik dalam pembagian daging kurban tahun ini.

“Kami sangat mendukung pembatasan penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban pada Iduladha 1447 Hijriah. Di lingkungan kami, penggunaan daun pisang mulai dimaksimalkan untuk membungkus daging kurban yang dibagikan kepada warga,” ujarnya.

Komitmen warga RT 15 tersebut dituangkan dalam gerakan bertajuk “Ibadah Berkah, Lingkungan Terjaga”. Warga menyatakan siap melaksanakan ECO Qurban 1447 Hijriah sesuai edaran Wali Kota Banjarbaru dengan mengganti kantong plastik sekali pakai menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek, daun, maupun tas purun. Selain itu, warga penerima daging kurban juga diimbau membawa baskom atau wadah sendiri dari rumah, sementara lokasi pemotongan dipastikan tetap bersih dengan pengelolaan limbah yang baik.

Menurut Desy, perubahan kebiasaan memang membutuhkan proses. Namun ia menilai langkah kecil yang dimulai dari lingkungan warga akan memberi dampak besar terhadap pengurangan sampah plastik di Kota Banjarbaru.

“Insya Allah kami akan 100 persen menggunakan daun pisang untuk bungkus daging kurban. Harapannya, pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya membawa manfaat bagi masyarakat, tetapi juga ikut menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” jelasnya.

Komitmen serupa juga dilakukan warga di Jalan Akasia RT 05 RW 02. Ketua RT Supian Noor mengatakan panitia kurban di lingkungannya telah sepakat tidak menggunakan kantong plastik sama sekali saat pembagian daging kurban.

Melalui pengumuman yang disampaikan kepada warga, panitia kurban meminta seluruh penerima kupon pengambilan daging membawa tempat atau wadah masing-masing dari rumah sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan ECO Qurban Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Sesuai arahan Ibu Wali Kota, kami mengimbau warga penerima kupon pengambilan daging agar membawa tempat atau wadah masing-masing dalam bentuk apa pun, asalkan tidak menggunakan kantong kresek sekali pakai. Semoga ini dapat dipahami seluruh warga,” ujar Supian.

Ia menegaskan, pelaksanaan kurban tahun ini di lingkungannya ditargetkan berjalan 100 persen tanpa plastik sekali pakai. Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar menjalankan imbauan pemerintah, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian warga menjaga kebersihan lingkungan.

“Pelaksanaan kurban tahun ini kami targetkan 100 persen tanpa plastik. Semoga ECO Qurban menjadi kebiasaan baru masyarakat sehingga Iduladha tidak hanya membawa keberkahan ibadah, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang,” kata Supian.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA