Banjarbaru Raih Dua Penghargaan Pendidikan, Kokohkan Posisi sebagai Kota Pendidikan Terdepan di Kalsel

waktu baca 3 menit
Rabu, 26 Nov 2025 01:33 127 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Langkah Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperkuat sektor pendidikan kembali mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Kalimantan Selatan 2025, Banjarbaru meraih dua Piagam Apresiasi atas capaian indikator strategis pembangunan pendidikan daerah. Penghargaan ini dinilai menjadi bukti bahwa komitmen Banjarbaru sebagai kota pendidikan tidak berhenti pada slogan, tetapi terukur melalui peningkatan indikator pembangunan manusia.

Piagam diserahkan pada Selasa (25/11/2025) dan diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, mewakili Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby.

Salah satu capaian utama Banjarbaru adalah posisi puncak untuk indikator Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Kalimantan Selatan, dengan angka sekitar 11 tahun.
Indikator ini mencerminkan akumulasi rata-rata tahun yang ditempuh warga dalam mengikuti pendidikan formal, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Wali Kota Lisa Halaby menyatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran dan akses masyarakat Banjarbaru untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang menengah atas dan perguruan tinggi.

“Banjarbaru menempati posisi teratas untuk Rata-Rata Lama Sekolah. Capaian ini mencerminkan semakin terbukanya akses warga terhadap pendidikan menengah dan tinggi, serta keberhasilan lingkungan pendidikan yang kami bangun bersama,” ungkapnya.

Peningkatan RLS ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain pertumbuhan sekolah menengah yang merata, ketersediaan lembaga pendidikan tinggi di Banjarbaru, serta meningkatnya partisipasi keluarga dalam mendukung pendidikan anak. Sebagai daerah yang berkembang cepat, kebutuhan tenaga kerja berpendidikan juga memperkuat dorongan masyarakat untuk menyelesaikan pendidikan formal lebih tinggi.

Selain RLS, Banjarbaru turut meraih Piagam Apresiasi Terbaik II untuk kategori capaian Standar Pelayanan Minimum (SPM) Pendidikan Tahun 2025, dengan skor 83,37 atau kategori “Tuntas Madya”.
SPM merupakan ukuran minimal layanan pendidikan yang wajib dipenuhi pemerintah daerah, mulai dari rasio guru, ruang kelas, layanan pendidikan inklusif, hingga pemenuhan administrasi peserta didik.

Capaian ini menegaskan bahwa Banjarbaru berada pada jalur yang benar dalam menghadirkan layanan pendidikan dasar yang lebih merata dan terjangkau.

“Capaian SPM ini menunjukkan komitmen pemerintah kota terhadap layanan dasar pendidikan. Kami memastikan ketersediaan guru, kelayakan sarana, serta akses bagi seluruh peserta didik,” tegas Lisa Halaby.

Menurut catatan Dinas Pendidikan, peningkatan skor SPM didukung oleh program perbaikan sarana prasarana sekolah, peningkatan kompetensi guru melalui diklat berkelanjutan, serta upaya pemerataan fasilitas untuk sekolah di wilayah pinggiran seperti Liang Anggang, Guntung Payung, dan Landasan Ulin.

Kepala Dinas Pendidikan, Abdul Basid, dalam keterangannya menyebut penghargaan ini sebagai wujud keberhasilan kerja sama seluruh unsur pendidikan di Banjarbaru.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil dari kerja keras guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, komunitas pendidikan, dan tentunya masyarakat Banjarbaru. Penghargaan ini memberi sinyal bahwa kita berada pada jalur pembangunan pendidikan yang semakin matang,” ucapnya.

Basid menekankan bahwa peningkatan indikator pendidikan tidak dapat dicapai hanya dengan intervensi pemerintah. Keterlibatan masyarakat, komite sekolah, dan peran aktif keluarga menjadi faktor yang memperkuat ekosistem belajar anak.

Menutup keterangannya, Abdul Basid menegaskan bahwa dua penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, tetapi pengingat bagi pemerintah kota untuk terus meningkatkan layanan pendidikan.

“Penghargaan ini memberi motivasi bagi kami untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan setiap anak di Banjarbaru memperoleh kesempatan belajar yang layak dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan dua capaian tersebut, Banjarbaru menegaskan diri sebagai daerah dengan inovasi dan pertumbuhan pendidikan yang kompetitif di Kalimantan Selatan. Kota ini tidak hanya menargetkan angka indikator semata, melainkan membangun fondasi pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA